jurnalistik.co.id – Kerumunan muncul di sekitar Hotel Marriott Cosham, Portsmouth, setelah beredar kabar keliru yang menyebut sebuah rombongan migran baru saja tiba. Akibat rumor itu, sekitar 30 hingga 40 orang berkumpul pada Selasa malam sebelum situasi akhirnya mereda.
Menurut Pakistan Cricket Board, insiden tersebut berawal ketika sekelompok orang mencapai lantai tempat tim kriket Pakistan U-19 menginap. Mereka datang setelah protes yang didorong informasi yang salah, menyangka kedatangan bus membawa migran.
“About 30 to 40 people congregated at the Marriot Hotel in Cosham, Portsmouth, on Tuesday evening after false rumours circulated that a coach carrying migrants had arrived,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam laporan. Pakistan Cricket Board juga menyebut tim melaporkan adanya orang yang “knocking on their doors”.
Sumair Syed, chief operating officer Pakistan Cricket Board, mengatakan para pemain “behaved responsibly and didn’t escalate the situation” selama kejadian berlangsung. Ia menegaskan bahwa insiden tidak berkembang menjadi situasi yang lebih besar.
Hampshire Police menyatakan petugas menemukan tidak ada pelanggaran yang dilakukan. Kerumunan kemudian bubar sekitar pukul 21:00 BST.
Syed menambahkan bahwa tim tetap melanjutkan jadwal pertandingan pada hari berikutnya. Ia menggambarkan peristiwa itu sebagai sesuatu yang “unfortunate” dan menyebut dirinya sedang berkomunikasi dengan England and Wales Cricket Board (ECB).
Dalam keterangan tersebut, Syed menyampaikan bahwa ECB “assured us that every possible measure should be taken for the security of the escort”. Ia juga menekankan, “This is the responsibility of the whole sport to ensure the safety, security and well-being of the visiting team,” sebelum menambahkan, “They are on it and we are hopeful that nothing of such sort will happen in the future.”
Berita Terkait
George Madgwick, seorang reform county councillor yang hadir di lokasi, mengatakan staf hotel menunjukkan “proof” bahwa tamu yang menginap adalah rombongan kriket yang sedang bertandang. Ia menyebut hotel juga mendorong orang-orang yang terlanjur terpancing kabar daring agar tidak mendatangi tempat tersebut.
Madgwick menjelaskan kepada BBC bahwa pemicunya berasal dari unggahan di internet. Ia mengatakan, “Someone online saw a group of what looked like foreign nationals leaving the coach and put a photo of it online and that’s where it spurred from.”
Ia menilai unggahan itu tidak berdasarkan fakta ketika kejadian sedang berlangsung. Menurutnya, “It was mere speculation rather than based on truth or fact” dan dalam kasus ini, “In this case they have made a grave error, a grave mistake.”
Menanggapi kritik yang muncul, Madgwick menolak anggapan bahwa reaksi terhadap kedatangan para pemain bersifat rasis. Ia menyatakan, “I think one person made the assumption and everybody else followed that assumption,” serta menegaskan, “It isn’t a good reflection on our city. It’s not something I want our city to be known for.”
Syed tidak memberikan rincian tambahan mengenai apa yang disampaikan orang-orang yang datang ke hotel. Sementara itu, BBC melaporkan ECB telah mengecek kondisi dan kesejahteraan skuad Pakistan U-19 serta melakukan peninjauan pengaturan keamanan untuk sisa rangkaian tur.
Anggota parlemen dari Partai Buruh, Amanda Martin untuk Portsmouth North, menyebut insiden ini “deeply concerning”. Ia menilai, “completely unacceptable that misinformation has led to young cricketers visiting our city being wrongly targeted”.
Peristiwa ini juga muncul tidak lama setelah gelombang protes lain di Portsmouth. Dua hari sebelumnya, ratusan demonstran memblokir jalan di kota itu setelah sebuah kapal membawa sekitar 120 migran mendarat.
Hingga berita ini dimuat, Marriott Hotel Portsmouth memilih tidak memberikan komentar. Insiden di Cosham pun berakhir tanpa pelanggaran, namun meninggalkan pelajaran tentang dampak kabar yang belum terverifikasi bagi keselamatan rombongan yang sedang menjalankan agenda resmi.












