jurnalistik.co.id – Leon Baptiste, pelatih atletik Inggris yang belakangan dilaporkan “missing”, kini menjalani hukuman penjara di Maroko terkait kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, menurut keterangan yang dikonfirmasi melalui otoritas setempat.
Kasus ini bermula dari ketidakhadiran Baptiste yang mendadak dan berlangsung lebih dari tiga bulan, tepat saat ia masih terlibat membina sejumlah pelari dan atlet trek terkemuka Inggris menjelang Commonwealth Games dan Kejuaraan Eropa musim panas.
Baptiste dikenal sebagai pelatih atletik sekaligus mantan peraih medali emas. Ia dilaporkan sebelumnya menjadi konsultan pelatih sprinting untuk UK Athletics, serta mendampingi kelompok atlet top Inggris pada fase-fase penting menjelang kompetisi besar.
Menurut laporan media, Baptiste “went off the grid” lebih dari tiga bulan lalu. Baik UK Athletics—tempat ia bekerja sebagai konsultan sprinting coach—maupun para sprinter yang dibina tidak mengetahui alasan pasti ia menghilang dari komunikasi.
Pada bulan Mei, Baptiste mengirim pesan singkat kepada para atlet yang ia latih. Pesan itu menyebut bahwa ia akan absen “for a while”. Setelah itu, tidak ada penjelasan lanjutan yang diberikan kepada para atlet.
Perubahan status dari “missing” menjadi vonis
Pada akhir pekan, pemberitaan menyatakan Baptiste berstatus “missing” dan dikabarkan menghilang di Maroko. Selanjutnya, pada hari Selasa, sebuah email singkat dikirim kepada pihak yang ditangani Baptiste bagi atlet-atlet tersebut. Dalam email itu, Baptiste menyatakan mengundurkan diri dari posisi pelatihan dengan alasan kondisi kesehatan yang tidak dijelaskan rinci.
Satu sumber dari Kementerian Kehakiman Maroko mengonfirmasi kepada BBC Sport bahwa Baptiste ditangkap di Marrakech pada bulan Mei. Setelah penangkapan, ia kemudian dinyatakan bersalah dan kini menjalani hukuman dalam bentuk penahanan (custodial sentence) di Penjara Al-Oudaya.
Pengadilan awal menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara, namun kemudian dikurangi menjadi delapan bulan setelah banding.
Dalam klarifikasi mengenai pemberitaan “missing”, sumber tersebut menyampaikan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta perkara. Pernyataan tersebut berbunyi: “In relation to the reports concerning the alleged ‘disappearance of Leon Baptiste’ – an English athletics coach reportedly missing in Morocco for more than two months under questionable circumstances – please note that the information published in this regard is inaccurate and does not reflect the facts of the case,” dan menambahkan: “The foreign national concerned had not lost contact with his surroundings and was not subject to any disappearance or unexplained absence.”
Keterangan itu juga menyebut Baptiste saat ini ditahan di penjara setempat di Marrakech dan menjalani hukuman penahanan setelah ia dinyatakan bersalah oleh otoritas peradilan yang berwenang terkait perkara dengan kategori “misdemeanour case”. Sumber tersebut menambahkan: “He is currently being held at the local prison in Marrakech, where he is serving a custodial sentence following his conviction by the competent judicial authorities in connection with a misdemeanour case.” Mereka juga menegaskan bahwa Baptiste, 41, “was ‘in good health’”.
Sementara itu, juru bicara Kantor Kejaksaan Umum Maroko (Morocco Public Prosecution Office) mengonfirmasi vonis sekaligus jenis keterlibatan dalam perkara. Jaksa menyampaikan: “The British national is currently being held at the local prison in Marrakech, where he is serving a custodial sentence following a court judgment against him in connection with his involvement in a criminal case.”
Status “minor” dalam hukum Maroko
Berita Terkait
Dalam konteks hukum Maroko, “minor” dipahami sebagai anak di bawah usia 18 tahun. Pengajuan perkara yang disebut BBC Sport berkaitan dengan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur dalam kerangka tersebut.
Ketika ditanyakan secara langsung, juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan: “We are supporting a British national who is detained in Morocco and are in contact with the authorities.”
Menurut sumber yang diberitakan BBC Sport, Baptiste melakukan perjalanan ke Marrakech bersama tiga mantan atlet Inggris lainnya. Keempatnya kemudian disebut sudah kembali ke Inggris, sedangkan upaya BBC Sport untuk menghubungi atlet yang disebut dilakukan tidak membuahkan respons.
Keluarga Baptiste juga disebut sudah mengetahui bahwa ia dipenjara.
Dampak ke persiapan atlet Inggris
Absennya Baptiste menimbulkan kekosongan peran pelatih bagi sejumlah sprinter menjelang Commonwealth Games di Glasgow dan European Championships di Birmingham. Di antara atlet yang disebut terimbas adalah Charlie Dobson, peraih medali perunggu Olimpiade, serta Zac Shaw, peraih medali perak Paralimpiade.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Adam Gemili—empat kali peraih medali emas Eropa—dan Martyn Rooney sebagai pelatih estafet mengambil alih bantuan tambahan bagi para atlet yang terdampak.
BBC Sport kemudian diberi keterangan bahwa latihan atlet mengalami gangguan berat pada periode penting karier mereka, sehingga persiapan dinilai tidak optimal dan menimbulkan rasa frustrasi.
BBC Sport juga menghubungi UK Athletics untuk mendapatkan komentar.
Bagaimana pemberitaan “missing” berubah menjadi kabar vonis
BBC Sport menyatakan mulai menyelidiki keberadaan Baptiste setelah laporan “missing” muncul di media pada akhir pekan. Beragam pihak di komunitas atletik Inggris, termasuk orang-orang yang mengenal Baptiste, Kementerian Luar Negeri Inggris, serta otoritas di Maroko, dihubungi untuk menyusun kronologi.
Dari proses tersebut, BBC Sport melaporkan bahwa lokasi Baptiste sebenarnya diketahui, tetapi status penahanannya belum disampaikan secara terbuka. Detail kasus kemudian dikonfirmasi oleh pihak otoritas Maroko ketika ditanya langsung.
Selain konfirmasi dari otoritas, BBC Sport juga menemukan informasi terkait vonis melalui catatan pengadilan daring, lalu memastikan akurasinya melalui konfirmasi pihak berwenang.












