Peristiwa

Karhutla Riau Dekat Areal HTI, Tim Damkar dan 2 Helikopter Water Bombing Dikerahkan

×

Karhutla Riau Dekat Areal HTI, Tim Damkar dan 2 Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Mengarah ke Areal HTI di Riau, Tim Pemadam dan 2 Helikopter Dikerahkan

jurnalistik.co.id – Titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus bertambah. Kali ini, fokus penanganan diarahkan ke area yang berada di sekitar Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Menurut Kepala Manggala Agni Siak, Ikhsan Abdillah, tim pemadaman telah diterjunkan ke lokasi begitu titik api ditemukan. “Tim sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Ihsan saat diwawancarai wartawan di Siak.

Upaya penanganan karhutla dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak. Manggala Agni menyebut adanya kerja sama dengan Polri, TNI, BPBD, PT Arara Abadi-APP Group, serta melibatkan masyarakat untuk mempercepat pengendalian api.

Pemadaman pada lahan gambut tidak hanya bergantung pada pendekatan dari darat, melainkan juga melibatkan unsur udara. Ikhsan menjelaskan bahwa strategi darat dan udara dipilih agar proses penjinakan api bisa berjalan lebih cepat, terutama di lokasi yang sulit dijangkau.

PT Arara Abadi-APP Group, dalam penanganan di lapangan, ikut mengerahkan 2 unit helikopter water bombing. “Pemadaman karhutla membutuhkan sinergi dan dukungan semua pihak, sehingga menjadi kekuatan bersama untuk mempercepat pengendalian api. Dukungan heli water bombing juga sangat membantu dalam menjangkau dan melakukan pembasahan pada area yang sulit ditangani secara langsung dari darat,” kata Ikhsan.

Selain fungsi pembasahan, helikopter juga berperan dalam distribusi air untuk kebutuhan pemadaman dari darat. Ikhsan menambahkan, tim darat kesulitan memperoleh sumber air di sekitar lokasi sehingga pengangkutan air dilakukan menggunakan helikopter. “Sumber air di darat sangat minim, jadi dilansir pakai heli water bombing, dimasukkan ke dalam bak penampung,” sebut Ikhsan.

Dalam perkembangan penanganan, titik api disebut berada pada jarak yang relatif dekat dengan konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Arara Abadi-APP Group. Untuk mencegah api merembet ke wilayah konsesi, pihak perusahaan menyiapkan respons penuh melalui regu pemadaman kebakaran (RPK) sekaligus menurunkan dua helikopter water bombing.

Operational Head RPK PT Arara Abadi, Angga Saprianto, menyebut titik api berada di lahan masyarakat yang letaknya berdampingan dengan area perusahaan. Angga menjelaskan, “Jaraknya sekitar 1,5 kilometer meter dari batas luar konsesi. Makanya kita bergerak cepat membantu tim Satgas Karhutla untuk memadamkan api,” kata Angga kepada wartawan di Siak.

Angga juga menegaskan bahwa pengoperasian dua helikopter water bombing dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman. Dengan dukungan udara, upaya diharapkan tidak hanya memadamkan nyala api yang terlihat, tetapi juga membantu pembasahan pada bagian yang membutuhkan penanganan segera agar penyebaran dapat ditekan.

Respons yang terkoordinasi dari berbagai unsur diharapkan menjaga agar titik api tidak berkembang lebih luas. Sementara pemadaman terus berlangsung, fokus lapangan diarahkan pada percepatan pengendalian dan penguatan dukungan logistik, termasuk ketersediaan air untuk tim yang bekerja langsung di area terdampak.

Di lapangan, respons cepat menjadi kunci karena titik api berada pada area yang memerlukan penanganan segera agar tidak berpotensi membesar. Tim pemadaman yang diterjunkan begitu titik api ditemukan diarahkan untuk menekan nyala api sekaligus menguatkan proses pengendalian di sekitar lokasi, termasuk pada titik yang aksesnya tidak mudah dijangkau.

Upaya penanganan karhutla juga menekankan koordinasi lintas pihak. Manggala Agni menyebut adanya kerja sama dengan Polri, TNI, BPBD, serta dukungan dari PT Arara Abadi-APP Group, sementara keterlibatan masyarakat ikut mendorong percepatan pengendalian. Dalam struktur respons tersebut, regu pemadaman kebakaran dan tim Satgas Karhutla bergerak bersama untuk memastikan penanganan tetap fokus dan terarah.

Selain pemadaman dari darat, unsur udara menjadi bagian penting agar strategi pengendalian berjalan lebih cepat dan efektif. Dua unit helikopter water bombing digunakan untuk mempercepat proses penjinakan api sekaligus memperkuat pembasahan pada bagian yang membutuhkan penanganan segera. Mengingat sumber air di sekitar lokasi disebut sangat minim, pengangkutan air dilakukan dengan helikopter dan dialirkan ke bak penampung, agar tim di darat tetap mendapat dukungan pasokan air. Karena titik api berada berdampingan dengan area konsesi, respons penuh juga ditujukan agar api tidak merembet ke wilayah konsesi.