jurnalistik.co.id – Seorang pria berinisial SD alias Papar (54) dilaporkan membuat pengancaman terhadap Wali Kota Manado, Andrei Angouw, lewat siaran langsung di Facebook. Aksi itu terjadi pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 11.15 Wita di salah satu rumah kopi di Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Dalam rekaman yang beredar, Papar mengekspresikan kemarahannya setelah menerima tindakan penertiban dari petugas Satpol PP Manado. Ia menyatakan tidak terima saat mobilnya diderek oleh Satpol PP.
Papar mengatakan kendaraan yang diderek itu milik istrinya yang bekerja sebagai pedagang kaki lima (PKL) di pusat Kota Manado. Menurut Papar, langkah penertiban tersebut dilakukan tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
Ia lantas membandingkan situasinya dengan pedagang lain. Papar berkata, “Coba seandainya teman lain pe oto (mobil teman yang lain) sebagai pedagang kaki lima ditarik, diderek, saya langsung emosi, Pak,” dalam video siaran langsung di Facebook, sebagaimana dikutip dari rekaman tersebut.
Emosi yang ia tunjukkan kemudian berujung pada ancaman penikaman kepada Wali Kota Manado. Dalam kesempatan itu, Papar menyinggung permohonan izin serta menegaskan bahwa tindakan penikaman akan menjadi tanggung jawabnya.
Papar menyampaikan, “Jadi Papar minta kepada Pak Kapolda, izin Pak Kapolres, kalau terjadi penikaman di Manado, nga? Papar yang tikam Wali Kota Manado! Harga diri Papar ini! Menangis kita Pak Kapolda, menangis kita Pak Kapolres. Tangkap Papar, tidak takut, tidak akan bersembunyi Pak, tangkap Papar!”
Selain ancaman menusuk, Papar juga menyebut persiapan untuk membakar kantor pemerintah kota. Ia mengaku telah menyiapkan bahan bakar dalam jumlah tertentu dan menyebutnya secara eksplisit dalam rekaman.
Papar mengatakan, “Bensin kita sudah siap. Bensin kita sudah siap dua galon yang 55 liter, jangan bilang Papar! Karena Papar pe (punya) mobil, maitua (istri) pe mobil, dorang (mereka) derek di 45, di PKL Pusat Kota Manado,”
Dalam rekaman lain, ancaman tersebut disampaikan kembali dengan menyebut sasaran pada Pemkot Manado. Ia menegaskan niat pembakaran disertai kalimat bahwa aksinya dianggap sebagai sesuatu yang “positif”.
Berita Terkait
Papar mengucapkan, “Pemkot Manado kita akan bakar! Kita akan bakar! Kita bukan ancam, kita bukan ancam, ini positif! Ini harga diri Papar,”.
Di sisi lain, Papar juga menyinggung perselisihan dengan aparat Satpol PP. Ia menyatakan ada insiden sebelumnya yang melibatkannya dengan Wali Kota Manado, dan menyebut peristiwa itu terjadi beberapa waktu sebelum rekaman dibuat.
Papar mengklaim ia pernah berhadapan langsung dengan Wali Kota Manado sekitar dua pekan sebelum rekaman tersebut disiarkan. Ia kemudian meminta agar dirinya tidak sampai kembali bertemu dengan Wali Kota Manado.
Ia mengatakan, “Jadi kita minta, Wali Kota Manado jangan sampai torang baku dapa (kita bertemu). Kita bukan ancam, nga! Kita bukan teror, berdosa kita. Kita so insaf, so cari Tuhan . Kalau ngana (kamu) bikin begini pa kita , pe diri, PKL, kita sikat ngana! Kita sikat!,”
Papar juga menyebut pernah hampir melakukan penikaman saat berada di kawasan Boulevard. Ia mengaitkan pernyataannya dengan momen “bola kaki” yang ia sebut baru dua hari Piala Dunia.
Dalam rekaman itu, Papar mengatakan, “Ngana (Wali Kota Manado) masih ingat bola kaki (sepak bola) baru dua hari Piala Dunia? Di Boulevard? Kita hampir tikam pa ngana waktu itu dia, sampai masuk rumah sakit itu dia . Kita hampir tikam pa ngana waktu itu dia ,”
Mengetahui ancaman yang disampaikan dalam siaran langsung, aparat kemudian memproses Papar terkait peristiwa tersebut. Papar disebut diserahkan ke piket unit 1 Sat Reskrim Polresta Manado pada Rabu (19/8/2026).
Peristiwa ini menjadi perhatian karena pengancaman dilakukan melalui media sosial dan menyebut dua bentuk niat tindakan, yakni ancaman tikam kepada Wali Kota Manado serta rencana pembakaran kantor pemerintah kota. Papar juga menyebut bahan bakar sebanyak “dua galon yang 55 liter” saat berbicara dalam siaran langsung.
Meski ia juga menyatakan “so insaf” dan meminta agar tidak terjadi pertemuan kembali, pernyataan ancaman yang diucapkannya tercatat jelas dalam rekaman tersebut. Polisi kemudian mengambil langkah penanganan dengan membawa Papar ke unit Reskrim Polresta Manado.












