Peristiwa

Kebakaran Gudang ATK di Bekasi 6 Jam Berlalu, Damkar Masih Berjibaku Memadamkan Api

×

Kebakaran Gudang ATK di Bekasi 6 Jam Berlalu, Damkar Masih Berjibaku Memadamkan Api

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 6 Jam Kebakaran Gudang ATK di Bekasi Belum Padam, Damkar Masih Berjibaku

jurnalistik.co.id – Kebakaran yang melanda dua gudang alat tulis kantor (ATK) di Bekasi Utara, Kota Bekasi, hingga pukul 22.00 WIB belum padam. Api masih terus berupaya dilokalisasi oleh petugas pemadam.

Kebakaran itu terjadi di Kampung Kaliabang Bungur, Kecamatan Bekasi Utara, pada Senin (17/8/2026). Peristiwa bermula sekitar pukul 16.12 WIB, dan ketika malam hari memasuki sekitar enam jam kejadian, proses pemadaman belum dinyatakan selesai.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menurunkan sejumlah armada serta personel untuk mengatasi kobaran api. Komandan Kompi B Disdamkarmat Kota Bekasi, Haryanto, menyebut pihaknya langsung mengerahkan kekuatan penuh sejak menerima laporan.

“Kami kerahkan untuk pemadaman ada 12, rescue dua, dan tadi ada bantuan dari Summarecon serta rekan-rekan BPBD. Dengan jumlah personel sekitar 80 orang,” ujar Haryanto saat ditemui di lokasi pada Senin.

Haryanto menuturkan respons awal dilakukan oleh petugas dari sektor terdekat. Setibanya di lokasi, petugas mendapati api berkembang dan kobaran semakin besar, sehingga penanganan dilakukan dengan melibatkan beberapa sektor sekaligus.

“Langsung kita turunkan semua sektor. Ada yang mengirim satu unit, ada yang dua unit,” katanya. Menurutnya, keterlibatan tambahan armada dan bantuan dari pihak terkait diperlukan untuk mempercepat pengendalian dan menjaga agar titik api tidak meluas.

Objek yang terbakar merupakan dua gudang penyimpanan ATK yang berada dalam satu kawasan. Kedua bangunan tersebut memiliki satu lantai, dan Haryanto menyatakan keduanya mengalami kerusakan berat akibat panas serta material yang mudah terbakar.

“Kedua gudangnya terbakar habis. Kurang lebih lahan yang terbakar ada 1.000 meter persegi,” jelas Haryanto. Luasan yang terbakar menunjukkan intensitas api cukup tinggi dan proses pemadaman menjadi lebih menantang sejak awal.

Haryanto menambahkan bahwa api cepat merambat karena sebagian barang di dalam gudang terbuat dari material yang mudah terbakar, termasuk plastik. Kondisi tersebut membuat panas menyebar lebih luas dan mempercepat kebakaran menjadi kobaran yang sulit dikendalikan hanya dengan satu pendekatan.

Di sisi lain, Haryanto menyampaikan gudang dalam keadaan kosong saat kejadian berlangsung karena sedang libur. Hal ini turut memengaruhi situasi di lokasi, terutama terkait jumlah orang yang berada di sekitar area terdampak.

“Kalau korban jiwa, sampai sejauh ini belum ada. Alhamdulillah,” kata Haryanto. Hingga tengah malam, tidak ada laporan korban jiwa yang disebutkan dari kejadian tersebut.

Besarnya api sempat menimbulkan kekhawatiran agar kebakaran tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi. Namun, Haryanto memastikan upaya pemadaman difokuskan untuk menahan penyebaran dan menjaga titik-titik berisiko di sekitar gudang.

Haryanto menjelaskan bahwa meski kobaran api cukup kuat, pihaknya memastikan api tidak sampai mengenai sekolah maupun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di sekitar area gudang. Pengendalian terhadap area penyangga menjadi bagian penting agar dampak kebakaran tidak melebar.

Hingga laporan ini dibuat, petugas masih bekerja untuk memadamkan sisa bara dan mencegah api kembali membesar. Proses tersebut melibatkan puluhan personel dari Disdamkarmat serta dukungan dari bantuan yang disebutkan Haryanto, termasuk pihak lain di lapangan.

Kebakaran yang berlangsung sejak sore hari itu pun menjadi perhatian karena melibatkan bahan-bahan penyimpanan ATK yang dapat mempercepat penyebaran api. Dengan kondisi kobaran yang belum padam sampai pukul 22.00 WIB, penanganan lanjutan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang terlewat.

Sejak awal kejadian sekitar pukul 16.12 WIB, kobaran api berkembang dan baru menjelang malam ketika proses pemadaman terus berlangsung. Hingga sekitar enam jam kemudian, petugas masih melakukan penanganan di lapangan untuk melokalisasi titik api serta mendinginkan area yang terdampak.

Upaya pemadaman tidak hanya bertumpu pada satu pendekatan, karena api dinilai sempat sulit dikendalikan ketika bahan-bahan yang mudah terbakar di dalam gudang ikut mempercepat penyebaran panas. Petugas lalu membagi penanganan ke beberapa sektor, sementara bantuan dari pihak lain di lokasi juga ikut mendukung agar pengendalian bisa berjalan lebih cepat.

Dengan kondisi gudang sedang dalam keadaan kosong karena libur, Haryanto menyampaikan sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa. Meski demikian, kekhawatiran tetap ada karena api sempat berukuran besar, sehingga petugas memusatkan pengamanan agar tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi, termasuk area yang berdekatan dengan sekolah dan SPBU.