jurnalistik.co.id – Kebakaran melanda area PT Iluva Gravure Industri di Purwakarta, Jawa Barat, pada Senin (17/8/2026) petang. Di tengah upaya pemadaman, warga sekitar mulai mengevakuasi barang-barang dari rumah sebagai langkah antisipasi jika api terus meluas.
Kebakaran tersebut terjadi di Kampung Mulyasari, RT 04 RW 02, Dusun 2, Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 21.40 WIB, api masih membara dan membakar area perusahaan.
Dalam proses penanganan, kobaran api juga terlihat merembet ke bagian gedung pabrik. Sejumlah mobil pemadam kebakaran tampak keluar-masuk area perusahaan untuk menjinakkan dan mengendalikan sumber api.
Petugas di lapangan bekerja dengan dukungan berbagai pihak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, serta masyarakat turut membantu proses pemadaman dan pengamanan area.
Sementara pemadaman berlangsung, warga memadati beberapa titik di sekitar lokasi perusahaan. Mereka mengikuti perkembangan dari jarak aman, sambil menyiapkan langkah-langkah darurat apabila kobaran api semakin mendekati permukiman.
Warga mulai mengeluarkan barang
Di tengah situasi tersebut, sejumlah warga terlihat sibuk mengeluarkan dan mengevakuasi barang-barang dari rumah mereka. Evakuasi dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya antisipasi agar kerugian tidak membesar jika api terus merembet ke area yang lebih dekat dengan pemukiman.
Langkah yang dilakukan warga menandakan kekhawatiran mereka terhadap perluasan api. Aktivitas pengangkutan barang dilakukan bertahap di sekitar area permukiman, dengan fokus pada benda-benda yang dianggap penting.
Sekretaris Desa Cikopo, Hendri Yudistira Permana, menyampaikan bahwa pihak desa pertama kali menerima informasi kebakaran dari warga sekitar pukul 17.50 WIB. Ia menjelaskan bahwa pada saat laporan diterima, detail penyebab kebakaran belum diketahui secara jelas.
Berita Terkait
Hendri mengatakan, “Kami mendapat informasi dari warga dari jam 17.50 WIB tepatnya di sore tadi terkait informasi kebakaran namun terkait sebabnya saya belum ada informasi lebih jelasnya. Setelah diinformasikan kepada desa dan kami langsung tindak lanjut ke Damkar yang terdekat,” kata Hendri di lokasi.
Setelah informasi diteruskan, proses penanganan kebakaran terus berjalan hingga malam hari. Menurut Hendri, upaya pemadaman tidak berhenti hanya pada fase awal, melainkan berlanjut mengikuti dinamika di lapangan.
Ia menyebut jumlah unit pemadam yang dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. “Sampai dengan saat ini, damkar kurang lebih sudah 21 mobil yang sudah menangani dampak kebakaran tersebut,” ujarnya.
Selain melaporkan perkembangan penanganan, Hendri juga menegaskan bahwa warga di sekitar lokasi telah diinformasikan untuk melakukan evakuasi. Informasi tersebut disampaikan melalui struktur di tingkat RT dan RW agar semua pihak dapat bergerak sesuai arahan.
“Untuk warga, kami informasikan kepada RT dan RW untuk segera dievakuasi dan Alhamdulillah semua sudah berjalan dengan lancar,” katanya.
Di sisi lain, kepadatan warga di sekitar lokasi memperlihatkan bahwa perhatian masyarakat terarah pada keselamatan lingkungan sekitar perusahaan. Dengan adanya evakuasi barang, warga berupaya mengurangi risiko kehilangan saat api masih sulit sepenuhnya dikendalikan.
Petugas pemadam terus bekerja di area perusahaan sambil menyesuaikan langkah berdasarkan kondisi api yang terlihat membara. Kobaran yang sempat merembet ke bagian gedung pabrik membuat proses pemadaman membutuhkan ketelitian dan respons yang cepat.
Hingga malam hari, upaya penanganan kebakaran masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur. Kombinasi antara operasi pemadam dan bantuan lapangan dari BPBD, kepolisian, serta warga menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak kebakaran di lokasi tersebut.
Kejadian ini menjadi perhatian warga sekitar, terutama karena jarak permukiman dengan area industri menjadi faktor yang memengaruhi keputusan evakuasi. Penanganan di lapangan diharapkan dapat segera mengendalikan api agar tidak bertambah luas.
Sementara itu, desa setempat terus mengikuti perkembangan penanganan kebakaran di lokasi. Informasi dari pihak desa menunjukkan bahwa koordinasi awal dilakukan setelah laporan masuk, lalu dilanjutkan dengan instruksi evakuasi kepada warga melalui RT dan RW.












