jurnalistik.co.id – Kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 11.35 WITA di Desa Alale, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (5/9/2026). Api kemudian berhasil ditangani hingga dinyatakan padam pada pukul 14.40 WITA.
Kejadian bermula di lokasi lahan di tebing gunung yang tumbuh dengan tanaman bambu dan pohon aren, serta dipenuhi dedaunan kering. Kondisi medan yang cukup curam membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan secara langsung dari satu titik.
Upaya penanganan bergerak setelah ada permintaan bantuan dari Damkar Kabupaten Bone Bolango. Setelah permintaan itu diterima, personel Unit Pammat Dit Samapta Polda Gorontalo segera menuju lokasi kejadian.
Sebanyak 25 personel Dit Samapta Polda Gorontalo bersama unsur gabungan kemudian tiba di lapangan sekitar pukul 13.00 WITA. Setibanya di lokasi, tim melakukan koordinasi dan segera menyusun strategi pemadaman serta pengamanan di sekitar titik api.
Tim gabungan terdiri dari personel Dit Samapta Polda Gorontalo, Damkar Kabupaten Bone Bolango, Polsek Suwawa, Polres Bone Bolango, TNI, serta personel Bid Humas Polda Gorontalo. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengarahkan personel ke area yang paling berpotensi mempercepat penyebaran api.
Dalam pelaksanaan pemadaman, petugas menggunakan sejumlah sarana pendukung. Di antaranya satu unit kendaraan taktis Karhutla Dit Samapta, satu unit Rantis D-Max, dua unit mobil Damkar Kabupaten Bone Bolango, serta satu unit truk Dalmas.
Dengan dukungan armada tersebut, petugas berjibaku memadamkan kobaran api yang meluas di area lahan. Proses pemadaman kemudian membuahkan hasil pada sekitar pukul 14.40 WITA, ketika api dinyatakan berhasil dipadamkan.
Setelah api padam, personel melanjutkan rangkaian penanganan berupa pendinginan dan pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah terjadinya penyalaan ulang di sekitar area terdampak.
Berita Terkait
Secara keseluruhan, penanganan dinyatakan selesai pada pukul 15.20 WITA. Setelah tahapan tersebut rampung, seluruh personel melakukan konsolidasi dan kembali ke kesatuan masing-masing dalam kondisi aman.
Pada peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka. Sementara itu, penyebab kebakaran lahan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.
Dit Samapta Polda Gorontalo juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi lahan kering. Imbauan itu disampaikan agar masyarakat segera melaporkan apabila melihat adanya titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tidak meluas.
Karena lokasi berada di tebing gunung dengan vegetasi berupa bambu, pohon aren, dan hamparan dedaunan kering, penanganan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru dari satu arah saja. Petugas perlu menyesuaikan pendekatan agar api tidak semakin melebar di area yang lebih sulit dijangkau.
Setelah permintaan bantuan dari Damkar Bone Bolango diterima, koordinasi awal dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan pembagian peran di lapangan. Saat tim gabungan tiba sekitar pukul 13.00 WITA, mereka langsung menyusun langkah kerja pemadaman sekaligus pengamanan di sekitar titik api agar proses penanganan berjalan terarah.
Dalam pelaksanaan di lapangan, upaya pemadaman dilakukan dengan mengoptimalkan armada yang tersedia serta menempatkan personel pada area yang dinilai paling memungkinkan api cepat menyebar. Dengan dukungan kendaraan taktis dan unit-unit pemadam/pendukung dari berbagai unsur, api yang semula meluas kemudian dapat dikendalikan hingga dinyatakan padam pada pukul 14.40 WITA.
Setelah kobaran api berhenti, rangkaian pekerjaan berlanjut pada tahap pendinginan dan pemeriksaan area terdampak. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak muncul penyalaan ulang dari sisa bara atau titik yang belum benar-benar padam di sekitar lahan yang terbakar.
Penanganan kemudian dinyatakan selesai pada pukul 15.20 WITA, dan setelah tahapan tersebut rampung seluruh personel melakukan konsolidasi serta kembali ke kesatuan masing-masing dalam kondisi aman. Pada peristiwa tersebut tidak dilaporkan korban jiwa maupun korban luka, sementara penyebab kebakaran lahan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.












