jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyempatkan diri meninjau pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Bone Bolango meski bertepatan dengan hari libur dan cuaca sedang hujan.
Kegiatan peninjauan berlangsung di Desa Taludaa, Kecamatan Bone, pada wilayah yang berada di daerah perbatasan Kabupaten Bolaang Selatan dengan Provinsi Sulawesi Utara. Setibanya di lokasi, Gusnar Ismail disambut hujan ringan.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan program BSPS berjalan dengan baik dan tepat sasaran di lapangan. Melalui kunjungan langsung, Gubernur ingin melihat proses pelaksanaan serta memastikan dukungan bagi masyarakat penerima bantuan berjalan sesuai arah program.
BSPS sendiri merupakan program strategis Presiden Prabowo bagi masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 sampai 5. Dengan skema ini, diharapkan penerima bantuan dapat memiliki rumah yang layak huni.
Dalam pelaksanaannya, BSPS disebut dijalankan melalui kerja kolaboratif lintas kementerian. Setiap kementerian memiliki peran berbeda untuk menjawab kebutuhan pembangunan dan peningkatan kualitas hunian penerima.
Komponen pertama, program rehabilitasi rumah dilakukan melalui Kementerian Perumahan. Pada bagian ini, bantuan diarahkan agar rumah yang menjadi target program dapat ditingkatkan kondisinya sesuai kebutuhan penerima.
Komponen berikutnya melibatkan Kementerian ATR/BPN yang berfokus pada aspek persertifikatan. Langkah ini dimaksudkan agar proses administratif pertanahan yang berkaitan dengan kepemilikan rumah dapat berjalan.
Adapun Kemendagri berperan melalui mekanisme koordinasi dengan bupati atau wali kota setempat. Dalam konteks tersebut, Kemendagri disebut menanggung pembebasan biaya BPHTB dan PBG, sehingga beban biaya administratif bagi penerima dapat diminimalkan.
Dalam peninjauan di Bone Bolango, Gusnar Ismail juga menegaskan pentingnya keterpaduan tahapan agar program tidak berhenti di perencanaan saja, melainkan benar-benar berujung pada perbaikan hunian yang bermanfaat bagi warga.
Program BSPS di Provinsi Gorontalo mencatat adanya penambahan kuota hingga mencapai 6.066 unit. Disebutkan, sebelumnya kuota yang teralokasi hanya 1.200 unit, kemudian bertambah menjadi 6.066 unit melalui adanya kegiatan PENAS.
Berita Terkait
Dengan meningkatnya kuota, pemerintah mendorong agar pelaksanaan di daerah-daerah penerima dapat berjalan semakin luas. Kunjungan Gubernur pada lokasi program menjadi bagian dari upaya pemantauan agar implementasi di tingkat desa berjalan sesuai ketentuan.
Dalam kegiatan tersebut, Gusnar Ismail didampingi pihak terkait dari Pemerintah Kabupaten maupun perangkat pemerintah daerah di tingkat provinsi. Pendamping Gubernur antara lain Sekcam Kecamatan Bone yang mewakili Bupati Bone Bolango.
Selain itu, Gusnar Ismail juga didampingi Asisten 2 Setda Pemerintah Provinsi Gorontalo. Kehadiran unsur pendamping diharapkan membantu memperkuat koordinasi selama proses peninjauan di lokasi BSPS.
Dari sisi teknis, peninjauan juga melibatkan Kasatker Perumahan serta Dinas PUPR Provinsi Gorontalo. Keterlibatan instansi pelaksana ini penting untuk memastikan sisi penataan program, dukungan infrastruktur, serta aspek teknis rehabilitasi dapat dipantau langsung.
Pada kesempatan kunjungan, fokus diarahkan pada bagaimana program BSPS diterapkan di Desa Taludaa, khususnya pada konteks wilayah perbatasan. Kunjungan dengan kondisi hujan juga memperlihatkan komitmen untuk tetap hadir mengecek langsung pelaksanaan program, tanpa menunda pemantauan.
Gusnar Ismail menilai langkah peninjauan seperti ini perlu dilakukan agar hambatan di lapangan dapat diidentifikasi sejak awal. Dengan melihat langsung kondisi dan proses, pemerintah dapat memastikan tindak lanjut berjalan sesuai rencana program.
Melalui kunjungan di Bone Bolango, pemerintah berupaya menjaga agar bantuan stimulan perumahan swadaya benar-benar memberikan dampak nyata. Harapannya, proses yang berjalan mulai dari rehabilitasi rumah, persertifikatan, hingga pengalihan biaya BPHTB dan PBG dapat terlaksana secara utuh.
Peninjauan BSPS pada 5 September 2026 ini menjadi salah satu bentuk pengawasan sekaligus memastikan program strategis Presiden Prabowo diterapkan sampai tingkat desa. Dengan kuota yang mencapai 6.066 unit di Provinsi Gorontalo, pelaksanaan di lapangan diharapkan terus bergerak mengikuti target yang telah ditentukan.
Di Desa Taludaa, Kecamatan Bone, kehadiran Gubernur sekaligus menjadi penanda perhatian pemerintah terhadap kebutuhan perumahan bagi masyarakat pada desil 1 sampai 5. Pemerintah menekankan bahwa rumah layak huni bukan hanya soal bangunan, tetapi juga menyangkut kepastian kehidupan yang lebih baik bagi warga penerima manfaat.
Kunjungan Gusnar Ismail yang dilakukan meski hari libur dan cuaca hujan menunjukkan bahwa pemantauan program tetap menjadi prioritas. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan BSPS agar berjalan konsisten, terkoordinasi, dan tepat sasaran sesuai tujuan program.












