jurnalistik.co.id – Investigasi awal Independent Office for Police Conduct (IOPC) terkait kecelakaan di A66, dekat Middlesbrough, menyimpulkan tidak ada bukti polisi melakukan “kontak langsung” dengan kendaraan yang terlibat.
Temuan itu muncul sebelum IOPC menyelesaikan pemeriksaan menyeluruh, setelah tabrakan yang menewaskan tujuh orang terjadi pada 22 Agustus.
Kecelakaan melibatkan sebuah Volkswagen Passat dan sebuah mobil polisi Cleveland Police yang bertanda. Menurut IOPC, insiden ini berawal dari pengejaran polisi yang kemudian dihentikan.
IOPC menyatakan tidak menemukan bukti bahwa polisi telah memulai kontak dengan Passat. Direktur urusan keterlibatan, Emily Barry, mengatakan proses pemeriksaan penuh diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan karena banyaknya informasi yang harus ditelaah.
Barry juga menegaskan pihaknya memahami dampak insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa spekulasi yang beredar mengenai bagaimana tabrakan terjadi telah menjadi perhatian, namun tidak ada indikasi bahwa tabrakan merupakan akibat kontak langsung polisi.
“We continue to recognise the devastating and long-lasting impact this incident has had on the families and those in the force, the policing community, and the wider local community. We are aware there is speculation regarding how the collision occurred. There is no suggestion the collision was a result of any direct police contact, nor was a stinger used by the police in an attempt to stop the Passat.”
IOPC menjelaskan, stinger adalah alat runcing portabel yang digunakan untuk menusuk ban kendaraan.
Dalam rangkaian peristiwa yang dicatat IOPC, pengejaran dimulai pada 03.33 BST. Enam menit dan 12 detik kemudian, Passat melambat saat mendekati A66. Setelah itu, kendaraan berbelok ke kanan dan melaju ke arah yang salah di jalur kendaraan bermotor terbagi (dual carriageway).
Pengemudi polisi yang melakukan pengejaran, menurut IOPC, tidak mengikuti Passat ke jalur yang melaju ke arah salah. IOPC menyebut pengemudi tersebut mematikan lampu peringatan biru (blue warning lights) dan melanjutkan perjalanan di sisi kanan jalan.
Berita Terkait
IOPC melaporkan bahwa Passat kemudian bertabrakan dengan mobil yang ditumpangi PC Clough dan PC Blades sekitar 17 detik setelah rangkaian manuver tersebut.
Pada tahap berikutnya, seorang penyelidik forensik kecelakaan masih bekerja untuk menentukan kecepatan kedua kendaraan pada titik terjadinya tabrakan.
Korban jiwa yang disebut IOPC terdiri dari dua petugas polisi dan lima orang di dalam Passat. PC Matthew Blades berusia 37 tahun dan PC Tom Clough berusia 38 tahun meninggal dalam tabrakan tersebut. Keduanya, berdasarkan keterangan yang dirangkum IOPC, tidak sedang mengikuti Passat.
Lima orang di dalam Passat yang meninggal adalah Michael Robert Cahill (23), Jakub Matusiak (23), Makai Saddington (18), serta Theo Rae (17) dan Cole Robert Worthy (17).
Untuk menilai insiden secara lebih menyeluruh, IOPC telah memesan dua laporan ahli. Satu laporan akan menelaah rekonstruksi tabrakan, sementara laporan lainnya menilai kebijakan dan prosedur yang relevan bagi petugas saat menjalankan pengejaran.
IOPC juga menyatakan, sebelum hasil akhir pemeriksaan keluar, temuan awal tersebut menjadi dasar bahwa tidak ada bukti “tactical contact” maupun penggunaan stinger sebelum kecelakaan A66 yang merenggut lima pria muda dan dua petugas polisi.
Dalam laporan tahap awal itu, IOPC merumuskan kesimpulan bahwa tidak ada bukti adanya kontak langsung, meski pemeriksaan menyeluruh belum selesai. Artinya, penilaian yang disampaikan lebih dulu bersifat temuan awal dari data yang sudah dapat ditelaah pada fase awal pemeriksaan.
Untuk langkah berikutnya, proses investigasi berfokus pada upaya melengkapi gambaran kejadian sebelum dan sesudah rangkaian manuver yang dicatat. IOPC menyebut bahwa seorang penyelidik forensik kecelakaan masih bekerja untuk menentukan kecepatan kedua kendaraan pada titik tabrakan, sekaligus menunggu dua laporan ahli: rekonstruksi tabrakan serta penilaian kebijakan dan prosedur yang relevan bagi petugas saat menjalankan pengejaran.
Direktur urusan keterlibatan, Emily Barry, juga menekankan bahwa durasi pemeriksaan penuh diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan karena banyaknya informasi yang harus ditelaah secara rinci. Ia menyatakan pihaknya memahami dampak insiden tersebut dan menyoroti bahwa spekulasi mengenai penyebab tabrakan tetap berada dalam konteks perhatian publik, namun tidak diikuti indikasi adanya kontak langsung polisi maupun penggunaan stinger dalam upaya menghentikan Passat.












