jurnalistik.co.id – Tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, melaporkan adanya satwa yang ditemukan dalam kondisi mati di area terdampak. Salah satu temuan yang menonjol adalah trenggiling satwa lindungi.
Penemuan tersebut terjadi di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, pada Rabu (19/8/2026). Lokasinya berada di sekitar kawasan yang terdampak kebakaran, tidak jauh dari Jalan Poros Tanjung Pura.
Plt Kepala Daops Manggala Agni Ketapang, Efendi, mengatakan trenggiling ditemukan oleh personel saat tim sedang berada di lokasi untuk memadamkan api. Efendi menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi pada Jumat (21/8/2026).
Menurut Efendi, temuan trenggiling merupakan bagian dari pemeriksaan lapangan yang dilakukan selama penanganan karhutla. Ia menegaskan kejadian tersebut ditemukan oleh tim yang sedang menjalankan upaya pemadaman.
Selain trenggiling, Efendi menyebut ular menjadi jenis satwa yang relatif paling sering ditemukan dalam kondisi mati di lokasi karhutla. Ia menuturkan, sejauh ini hewan yang banyak ditemui tewas akibat kebakaran hutan tersebut adalah ular.
Efendi juga mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan orangutan maupun beruang sebagai korban langsung karhutla. Ia menjelaskan, kedua satwa itu dinilai memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mendeteksi situasi ancaman dan mencari tempat aman.
“Kalau untuk orangutan atau beruang sejauh ini kami belum menemukan, karena biasanya hewan tersebut instingnya lebih kuat,” ujar Efendi. Ia melanjutkan bahwa ketika satwa itu mendengar suara api dari kejauhan, mereka akan cepat menjauh dan pergi.
Temuan lain di lapangan
Koordinator Pencegahan dan Inovasi Manggala Agni Daops Ketapang, Fitria Sri Handayani, menambahkan bahwa petugas juga kerap menemukan jejak keberadaan satwa lain selama penanganan karhutla. Jejak yang dimaksud mencakup sarang lebah.
Berita Terkait
Fitria mengatakan bahwa sejauh ini temuan yang paling sering ditemui di lapangan mencakup trenggiling, ular, serta sarang-sarang lebah. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai gambaran kondisi yang ditemukan ketika petugas melakukan kegiatan penanggulangan.
Dalam proses penanganan, tim bekerja di area terdampak untuk melakukan pemadaman serta penanganan situasi kebakaran. Pada saat yang sama, pengamatan terhadap kondisi satwa di sekitar lokasi juga dilakukan, sehingga beberapa temuan dapat tercatat.
Trenggiling yang dilaporkan ditemukan mati berada di sekitar kawasan yang terdampak kebakaran di Desa Sungai Awan Kiri. Penemuan itu kemudian menjadi salah satu informasi yang disampaikan oleh Manggala Agni Ketapang dalam keterangan kepada awak media.
Sementara itu, untuk ular, Efendi menyebut temuan dalam kondisi mati paling sering dijumpai di lokasi. Hal ini disampaikan sebagai tindak lanjut dari pengamatan yang berlangsung bersamaan dengan aktivitas pemadaman.
Adapun untuk orangutan dan beruang, pihak Manggala Agni menyatakan belum menemukan korban langsung di lokasi penanganan yang dimaksud. Alasan yang disampaikan merujuk pada kemampuan satwa tersebut dalam merespons ancaman, termasuk saat mendengar suara api dari jarak yang lebih jauh.
Selain perjumpaan langsung, Fitria menyebut petugas juga mencatat jejak seperti sarang lebah. Ia menempatkan temuan-temuan tersebut sebagai gambaran jenis satwa dan jejak yang relatif kerap ditemukan selama operasi penanganan karhutla.
Dengan adanya laporan temuan trenggiling mati, tim pemadam terus menjalankan aktivitas pemadaman di lokasi karhutla. Pada saat yang sama, pengamatan terhadap satwa di area terdampak menjadi bagian yang ikut tercatat dalam informasi lapangan yang disampaikan Manggala Agni Ketapang.
Dalam rangkaian penanganan karhutla tersebut, tim tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga melakukan pengamatan lapangan untuk mencatat kondisi yang muncul di sekitar area terdampak. Pendekatan pemeriksaan yang dilakukan selama operasi membuat berbagai temuan dapat terdokumentasi, baik yang berupa hewan yang ditemukan dalam kondisi mati maupun tanda-tanda keberadaan satwa lain di lingkungan sekitar.
Di lokasi Desa Sungai Awan Kiri, pengamatan pada masa penanganan yang berlangsung bersamaan dengan upaya pemadaman turut melahirkan beberapa catatan penting. Trenggiling yang ditemukan mati menjadi salah satu temuan menonjol, sementara ular disebut paling sering dijumpai dalam kondisi serupa. Temuan-temuan tersebut, menurut keterangan yang disampaikan, kemudian ikut menjadi bagian dari informasi yang disampaikan Manggala Agni Ketapang kepada awak media.
Pada saat yang sama, pihak Manggala Agni juga menyatakan belum ada laporan mengenai orangutan maupun beruang yang menjadi korban langsung di wilayah penanganan. Alasan yang disampaikan mengacu pada kemampuan satwa untuk merespons ancaman lebih cepat, termasuk ketika mendengar suara api dari jarak tertentu, sehingga mereka dinilai lebih mampu menjauh dan mencari tempat aman. Selain perjumpaan langsung, jejak seperti sarang lebah turut dicatat sebagai gambaran situasi yang ditemui petugas selama kegiatan penanggulangan.












