jurnalistik.co.id – GenBurgeract di Kota Bekasi menunjukkan bahwa keterbatasan peralatan tidak otomatis menghentikan niat untuk bergerak. Lewat pola patungan membeli kebutuhan, komunitas anak muda ini memilih tetap turun ke jalan demi membantu memperbaiki ruang publik di sekitar mereka.
Selama ini, anggota GenBurgeract menyasar kondisi yang membutuhkan pembenahan, mulai dari jalan berlubang hingga fasilitas umum. Dengan kemampuan seadanya dan pengadaan yang dilakukan bersama, mereka berupaya membuat lingkungan setempat terasa lebih aman bagi warga.
Geraldi Weimy (25), salah satu anggota GenBurgeract, mengatakan komunitasnya mempertahankan rutinitas tersebut karena persoalan di lapangan masih terus muncul. Ia menilai masih ada banyak kejadian yang sebenarnya perlu mendapatkan perhatian langsung.
“Kami tetap bertahan sampai sekarang di komunitas ini karena melihat banyak kejadian atau hal-hal yang sebenarnya masih perlu kita bantu,” ujar Geraldi kepada Kompas.com, Jumat (21/8/2026).
Bagi Geraldi, dorongan untuk bertindak datang dari kebutuhan yang nyata di lingkungan sekitar. Karena itu, langkah yang ditempuh komunitas disesuaikan dengan apa yang sanggup mereka lakukan, termasuk ketika harus mengandalkan patungan untuk membeli bahan.
Salah satu prinsip yang mereka bawa adalah semangat “Warga Bantu Warga” dalam setiap kegiatan. Dalam kerangka itu, GenBurgeract terus menginisiasi upaya yang bisa dijalankan sesuai kapasitas komunitas.
“Maka dari itu, Genburgeract terus menginisiasi sampai bisa membantu warga di sekitar Kota Bekasi,” katanya.
Perhatian terhadap aktivitas GenBurgeract kemudian datang dari Polres Metro Bekasi Kota. Bertepatan dengan peringatan Hari Juang Polri 2026, komunitas ini menerima sejumlah perlengkapan untuk mendukung kegiatan mereka di lapangan.
Acara berlangsung di Kota Bekasi pada Jumat (21/8/2026). Dalam rangkaian tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana memberikan penghargaan dan bantuan peralatan kepada perwakilan komunitas GenBurgeract.
Perlengkapan yang diberikan antara lain rompi, helm, alat kerja, serta pembatas jalan berwarna oranye. Selain dukungan peralatan, GenBurgeract juga menerima piagam penghargaan dan bingkisan.
Berita Terkait
Bagi Geraldi, apresiasi yang diterima menjadi sesuatu yang membahagiakan karena menunjukkan kegiatan yang selama ini mereka jalankan mulai mendapat perhatian dari pihak lain. Ia mengaitkan dukungan tersebut dengan adanya instansi yang dinilai “aware” dan memahami permasalahan yang serupa.
“Tentunya sangat bahagia ya. Ternyata ada beberapa instansi yang akhirnya juga aware dan ternyata tahu ada kita, dan memang meratapi permasalahan yang sama juga,” ujar Geraldi.
Geraldi juga berharap dukungan yang muncul saat ini bisa menjadi awal bagi keterlibatan lebih banyak pihak. Ia ingin kerja bersama untuk menyelesaikan persoalan di lingkungan masyarakat bisa berjalan semakin luas dari waktu ke waktu.
“Jadi mungkin ke depannya seperti apa yang kita harapkan, semua sama-sama bisa lebih baik lagi,” katanya.
Aktivitas GenBurgeract sendiri sudah terlihat melalui aksi-aksi penanganan di titik tertentu. Salah satunya, sejumlah anggota komunitas pernah melakukan kegiatan menambal jalan berlubang di ruas Kalimalang, Bekasi Timur, pada Jumat (6/3/2026) dini hari.
Dengan dukungan peralatan dari Polres Metro Bekasi Kota, GenBurgeract kini memiliki tambahan modal untuk melanjutkan upaya perbaikan yang sebelumnya dikerjakan dengan keterbatasan. Langkah mereka tetap berangkat dari semangat membantu warga, sambil menunggu makin banyak pihak yang ikut bergerak untuk tujuan yang sama.
Di balik setiap kegiatan, komunitas ini menekankan bahwa pendekatan yang mereka lakukan bukan sekadar inisiatif sesaat, melainkan kebiasaan yang terus dipelihara. Ketika masalah di lapangan belum juga mereda, mereka memilih untuk tetap hadir dan bergerak bersama.
Komunitas juga berusaha menjaga agar upaya perbaikan tetap bisa dijalankan meski dana dan perlengkapan terbatas. Karena itu, pilihan tindakan disesuaikan dengan kondisi yang ada, termasuk cara patungan untuk memastikan kebutuhan dasar kegiatan tetap terpenuhi.
Dukungan yang diterima melalui rangkaian Hari Juang Polri 2026 kemudian memberi dorongan lanjutan bagi mereka. Peralatan seperti rompi, helm, alat kerja, hingga pembatas jalan berwarna oranye membuat pelaksanaan kegiatan lapangan terasa lebih siap, sekaligus menegaskan bahwa langkah yang selama ini dilakukan mendapat perhatian.
Dengan bekal yang bertambah, GenBurgeract berharap semangat yang sama bisa mengundang semakin banyak pihak untuk terlibat. Harapan itu selaras dengan tujuan mereka, agar persoalan serupa di lingkungan masyarakat dapat ditangani lebih luas dan berkelanjutan dari waktu ke waktu.












