jurnalistik.co.id – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) membawa 20,9 ton bantuan bagi warga terdampak gempa bumi. Keberangkatan dilakukan Senin (17/8/2026).
Penerbangan dilakukan menggunakan pesawat A400M TNI Angkatan Udara. Sjafrie berangkat dari Jakarta menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sekaligus mengangkut berbagai kebutuhan untuk warga terdampak.
“Dari Jakarta, Menhan bertolak menggunakan pesawat A400M TNI AU menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, disertai sekitar 20 ton bantuan kemanusiaan,” bunyi keterangan tertulis Kemhan RI, dikutip Selasa (18/8/2026).
Muatan bantuan yang dibawa bersama palet mencapai sekitar 20,9 ton. Bantuan tersebut meliputi 25 set tenda, 484 velbed, 15 set Starlink, 700 paket makanan siap saji, 500 dus susu cair, 10 set solar cell, 35 kelambu lapangan, 101 matras, 1.480 selimut, dua unit alat reverse osmosis (RO), dan 18 koli obat-obatan. Di luar perlengkapan tersebut, turut disertakan bantuan berupa mi instan, bubur bayi, popok bayi, serta pembalut.
Sjafrie memulai kunjungan ke NTT setelah rangkaian kegiatan di Jakarta usai mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka. Setelah tiba di NTT, ia melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Nagekeo untuk melihat langsung kondisi wilayah yang berada dekat dengan episentrum gempa.
“Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, kebutuhan mendesak di lapangan, serta memastikan dukungan TNI dan bantuan pemerintah dapat menjangkau wilayah terdampak secara cepat dan tepat sasaran,” jelas keterangan.
Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie juga meninjau Yonif TP 834/Wakanga Mere, jajaran Brigif 21/Komodo, dan Kodam IX/Udayana. Ia menerima paparan mengenai kondisi wilayah sekaligus dukungan prajurit dalam penanganan bencana.
“TNI telah mengerahkan personel dan berbagai kemampuan pendukung di sejumlah wilayah terdampak di Flores,” bunyi keterangan.
Berita Terkait
“Dukungan tersebut meliputi operasi pencarian dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pendirian tenda dan dapur lapangan, pembukaan akses, hingga distribusi logistik menggunakan jalur darat, laut, dan udara,” jelasnya lagi.
Menurut Sjafrie, pengiriman bantuan dan dukungan operasional dilakukan dengan memanfaatkan berbagai unsur. Ia menyebut TNI menerjunkan pesawat angkut, helikopter, unsur laut, fasilitas kesehatan lapangan, serta dukungan komunikasi dan logistik untuk menjangkau daerah yang sulit diakses. Upaya tersebut diarahkan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi selama masa tanggap darurat.
Data terbaru korban gempa
Berdasarkan keterangan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, jumlah korban tewas akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 68 jiwa. “Kami akan membacakan bahwa data yang kami peroleh hingga saat ini sebanyak 68 jiwa yang meninggal,” ujar Berton dalam konferensi pers yang digelar daring melalui YouTube BNPB, Senin (17/8/2026).
Rinciannya, di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo sebanyak 8 jiwa, Kabupaten Sikka 4 jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat 2 jiwa, dan Kabupaten Ngada 2 jiwa.
“Kami tetap memantau perkembangan jumlah korban ini dan terus kami akan melaporkan ketika nanti ada jumlah korban yang ditemukan,” tuturnya.
Meski demikian, Berton berharap jumlah korban jiwa akibat gempa M 7,7 tidak terus bertambah. Begitu pula dengan korban luka-luka. “Kami selalu berharap dan berdoa agar tidak ada lagi ketambahan dari jiwa yang meninggal maupun yang luka-luka,” ucapnya.
Gempa yang terjadi membuat warga Nusa Tenggara Timur tengah berduka. Dalam penutup konferensi pers, Berton menekankan pentingnya dukungan agar beban yang sedang dihadapi masyarakat dapat diringankan. “Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi,” ujarnya.












