Peristiwa

Pekerjaan Universal UK Resort membuat Ritchie Wood hampir menangis saat rumah-rumah tetangga dikosongkan

×

Pekerjaan Universal UK Resort membuat Ritchie Wood hampir menangis saat rumah-rumah tetangga dikosongkan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Universal UK Resort work leaves homeowner 'heartbroken' at move

jurnalistik.co.id – Ritchie Wood hampir menitikkan air mata ketika melihat rumah-rumah tetangganya yang dulu ia kenal kini dikosongkan, menyusul rencana pemindahan dirinya menuju masa depan yang belum jelas.

Pria berusia 55 tahun itu telah tinggal di rumahnya selama 11 tahun di Manor Road, Kempston Hardwick, Bedfordshire. Namun dalam beberapa pekan terakhir, perubahan terasa nyata: deretan tempat tinggal yang dulu menjadi bagian dari kehidupan komunitas kini mulai tampak kosong.

Wood mengatakan lingkungan tersebut berubah drastis dibanding masa lalu. “It’s totally changed to how it used to be – it used to be lovely. We had a nice little community here, lots of wildlife, very quiet,” ujarnya.

Ia memahami bahwa giliran dirinya juga akan datang. Wood menyebut rumah sewa yang ia tempati berada di tengah kawasan yang akan menjadi taman hiburan Universal UK Resort senilai ÂŁ5 miliar. Proyek itu dipasarkan sebagai atraksi wisata terbesar di Inggris saat dibuka pada 2031.

Menurut Wood, pihak pemilik rumah telah menjual propertinya. Ia memperkirakan ia akan diminta untuk pergi dalam “the next couple of months”.

“I genuinely have nowhere to go”, kata Wood. Ia menambahkan, “Unfortunately, I wouldn’t be able to afford anywhere in the area for the same sort of rent [I pay now].”

Setelah sengketa panjang antara pengembang dan para penduduk, pekerjaan pembongkaran kini telah dimulai pada bagian yang berdekatan. Wood mengatakan para pekerja berencana merobohkan teras yang berisi 12 properti di Manor Road, sekaligus beberapa rumah lainnya di sekitarnya.

Untuk mendukung pengerjaan itu, jalan di area tersebut ditutup hingga 28 November. Wood juga menyebut suasana tenang kampung yang biasa ia kenali perlahan tergantikan oleh aktivitas proyek.

Ia merasakan perubahan dari suara harian yang berbeda. Wood mengatakan “The quiet hum of village life has been replaced by the sound of lorries and generators working on the 476-acre (193ha) theme park”.

Baginya, itu terasa seperti pergeseran yang tidak masuk akal. “It’s very strange and very surreal. When I drive up and down this road, I almost feel I shouldn’t be here now.”

Di balik rincian proyek, Wood terutama tertekan oleh pemandangan yang ia saksikan sendiri. Ia menjelaskan bahwa melihat rumah-rumah tetangganya dihancurkan membuatnya nyaris menangis.

Wood mengatakan, “Wood says seeing his neighbours’ houses being demolished is a sight that ‘almost brings tears to my eyes’.” Ia menambahkan, “I came past and saw them being demolished yesterday and it’s heartbreaking,”.

Bagi Wood, perasaan itu semakin berat karena ia memandang dirinya menghadapi kemungkinan kehilangan rumah dalam waktu dekat. Ia memperkirakan akan menjadi tunawisma dalam dua bulan jika pemiliknya mengusirnya.

Ia juga menilai proyek Universal membawa dampak yang mungkin menguntungkan dari sisi ekonomi. Wood mengakui ada “clear benefits” dari resor tersebut, yang diperkirakan menarik 8,5 juta pengunjung per tahun.

Ia menyebut proyek ini dikatakan dapat berkontribusi hingga ÂŁ50 miliar bagi ekonomi Inggris pada tahun 2055. Selain itu, akan ada hotel dengan 500 kamar di lokasi proyek.

Menurut keterangan yang ia kutip dari anggota parlemen Partai Buruh Emily Darlington, bus antar-jemput dari Milton Keynes Central akan melayani hotel itu dengan rata-rata jeda sekitar tujuh menit sekali.

Di sisi lain, Wood menilai antusiasme publik untuk taman hiburan sering tidak menyentuh masalah yang ia hadapi. Ia mengatakan para penggemar wahana adrenalin mungkin menantikan lokasi yang akan bersaing dengan Disneyland Paris.

Namun, bagi Wood, kenyataan personalnya berbeda. Ia berkata, “Everyone else is doing great out of this,” lalu menambahkan, “I’m in a very unique situation. Out of 70 million people in the country, I’m the only person facing homelessness out of this.”

Ia menegaskan bahwa meski warga Manor Road tidak dikenai perintah pembelian paksa, beberapa penduduk tetap menyampaikan kepada BBC bahwa mereka merasa terpaksa pindah.

Dalam uraian proyeknya, Wood juga menyebut Universal mengambil langkah di luar prosedur perencanaan lokal. Ia mengatakan pengembang memperoleh izin dari pemerintah untuk membangun resor pada bulan Desember.

Bagi Wood, persoalan lain muncul saat ia mencoba mencari tempat tinggal pengganti. Ia mengatakan merek global tersebut belum memberikan dukungan yang cukup ketika ia berupaya menemukan rumah baru.

Wood menuturkan, “This has been my home for 11 years and the uncertainty of not knowing where I’m going to be in a few months time is really, really worrying. Genuinely very worrying and scary.”

Pengembang Universal telah dihubungi untuk menanggapi kekhawatiran tersebut. Dalam sebuah surat kepada warga yang disebut dikirim pada 18 September, pengembang menyatakan tetap “committed to being a good neighbour” selama proses proyek berlangsung.

Pengembang juga menekankan bahwa 80% tenaga kerja atraksi tersebut akan berasal dari Bedfordshire dan wilayah kabupaten/kota di sekitarnya. Pernyataan itu disampaikan sebagai alasan bahwa “local focus is important”.

Di tengah janji manfaat ekonomi dan rencana infrastruktur, Wood kembali pada inti keresahannya: keputusan untuk mengosongkan rumah-rumah di sekitarnya berjalan, sementara kepastian tempat tinggalnya sendiri masih menggantung.

Dengan proyek yang berlangsung di depan mata, ia menyaksikan perubahan dari hari ke hari dan merasa waktunya semakin dekat. Namun yang paling sulit baginya bukan hanya pembongkaran, melainkan ketidakjelasan yang datang setelahnya.

“I genuinely have nowhere to go,” kata Wood sekali lagi, sebelum menutup dengan rasa khawatir yang ia sebut “really, really worrying” menjelang bulan-bulan berikutnya.