Peristiwa

Pria Tanpa Identitas Tewas Terlindas Truk, Sopir MA (35) Ditangkap di Bandar Lampung

×

Pria Tanpa Identitas Tewas Terlindas Truk, Sopir MA (35) Ditangkap di Bandar Lampung

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pria di Lampung Tewas Terlindas karena Tidur di Kolong Truk, Sopir Ditangkap

jurnalistik.co.id – Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas setelah diduga terlindas truk di Jalan Soekarno Hatta, Bandar Lampung. Polisi menyebut korban didapati berada di kolong kendaraan sebelum kejadian, sementara sopir yang diduga terlibat diamankan untuk pemeriksaan.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/8/2026) pagi. Berdasarkan keterangan awal, lokasi kejadian berada di sekitar kawasan SPBU 24.351.30.

Penemuan korban di sekitar SPBU

Korban pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WIB. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di samping SPBU tersebut.

Sopir truk bernama Rian Agustiawan yang hendak memarkirkan kendaraan lebih dulu menemukan korban. Rian lalu menyampaikan temuan itu kepada rekannya, Adi Prasetio.

Bersama petugas keamanan SPBU, para saksi sempat mencoba membangunkan korban. Namun, korban tidak memberikan respons.

Karena berada di badan jalan dan dikhawatirkan kembali terlindas kendaraan, tubuh korban kemudian dipindahkan ke sisi jalan. Dari pemeriksaan awal, polisi menyebut terdapat sejumlah luka yang mengarah pada dugaan korban terlindas kendaraan.

Sopir MA diamankan di Natar

Setelah penyelidikan dilakukan, polisi menangkap sopir truk berinisial MA (35). MA disebut warga Kota Cilegon.

Polisi mengamankan MA di wilayah Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Penangkapan dilakukan setelah pengumpulan keterangan di lokasi kejadian dan koordinasi antarpihak di lapangan.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan penangkapan dilakukan melalui Unit Reaksi Cepat (URC) Polsek Natar dan Polsek Labuhan Ratu. “Sopir ini kami amankan hasil kolaborasi dengan URC Polsek Natar dengan Polsek Labuhan Ratu. Saat diamankan, terduga pelaku tidak melakukan perlawanan,” kata Gigih, Selasa (18/8/2026).

Pihak kepolisian kemudian memeriksa keterangan dari MA serta mencocokkannya dengan rangkaian peristiwa di lapangan. Hingga proses pemeriksaan berjalan, identitas korban masih belum diketahui.

Pengakuan pelaku dan dugaan korban tidur di kolong

Polisi memperoleh keterangan awal bahwa korban berada di bawah truk yang dikemudikan MA sebelum kejadian berlangsung. Dari pengakuan sopir, korban diduga tidur di kolong kendaraan.

Gigih menyampaikan bahwa MA menjalankan kendaraannya tanpa mengetahui keberadaan korban di bawah kendaraan. “Pengakuan pelaku, korban ini tidur di kolong truk yang dikemudikan MA tersebut. Sopir ini diduga tidak menyadari keberadaan korban yang berada tepat di bawah truk, sehingga truknya melindas tubuh korban,” ujar Gigih.

Atas dasar itu, polisi memandang peristiwa bermula dari keberadaan korban yang tidak terlihat oleh sopir saat kendaraan berjalan. Meski demikian, pihak kepolisian masih menilai sejumlah hal perlu dipastikan melalui pendalaman.

Penyelidikan lanjutan terkait kronologi

Polisi masih mendalami bagaimana korban bisa berada di kolong truk sebelum kejadian. Selain itu, penyidik juga menelusuri apakah korban memiliki hubungan dengan sopir maupun kendaraan tersebut.

Untuk memastikan kronologi yang lebih utuh, proses pemeriksaan masih berjalan dengan penegasan pada keterangan saksi serta hasil olah informasi di lokasi. Identitas korban yang hingga kini belum diketahui menjadi salah satu fokus agar keluarga atau pihak terkait dapat dihubungi.

Dengan demikian, kasus ini kini berada pada tahap penyelidikan. Polisi berupaya merunut urutan waktu sejak korban pertama kali ditemukan hingga terungkapnya dugaan keberadaan korban di kolong kendaraan, sembari memastikan seluruh keterangan saling terhubung.

Dalam proses pemeriksaan, polisi juga melakukan pencocokan antara keterangan yang diperoleh di lokasi dengan temuan awal di lapangan. Petugas menekankan bahwa sejumlah informasi masih perlu diperjelas agar urutan kejadian dapat dipahami secara runtut. Identitas korban yang hingga saat ini belum terungkap menjadi perhatian utama, termasuk upaya agar pihak keluarga dapat segera dihubungi.

Sementara itu, dugaan bahwa korban berada di kolong truk berangkat dari keterangan sopir yang menyebut dirinya tidak mengetahui keberadaan korban di bawah kendaraan sebelum peristiwa terjadi. Polisi kemudian menilai perlu pendalaman untuk memastikan detail mekanisme kejadian, termasuk apakah ada keterkaitan antara korban dengan sopir maupun kendaraan tersebut. Penyelidikan pun difokuskan pada penegasan kronologi berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah informasi di lokasi.