jurnalistik.co.id – Richard Hammond menandai peringatan 20 tahun kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya di Elvington dengan sebuah unggahan di Instagram. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada tim penyelamat dan layanan darurat yang menolongnya setelah insiden pada September 2006.
Pada hari yang menandai dua dekade tersebut, mantan pembawa acara Top Gear itu menegaskan bahwa ia masih ada hingga hari ini karena bantuan banyak pihak. Ia menyebut “999” dalam konteks dukungan personel yang terlibat dalam proses penyelamatan dan penanganan, serta menuturkan bahwa kontribusi mereka sangat berarti baginya.
Kecelakaan terjadi saat Hammond sedang menjalani proses syuting untuk acara BBC. Saat mengemudikan kendaraan jet-powered Vampire dragster, ia mengalami cedera serius ketika mobil berkecepatan sekitar 320 mph (515 km/h) melenceng dari lintasan di Elvington airfield, dekat York.
Menurut cerita yang ia bagikan, insiden berawal dari kegagalan ban depan. Hammond juga menuturkan bahwa ia tidak menjerit selama rangkaian kecelakaan berlangsung, sebuah pengakuan yang ia kaitkan dengan kondisi mental yang sempat muncul pada momen-momen berbahaya itu.
Dalam unggahan tersebut, Hammond mengingat kembali detik-detik sebelum semuanya terjadi. Ia menulis: “Twenty years ago today, I came to an abrupt stop upside down in a Yorkshire field, convinced I was about to die.” Ia kemudian menggambarkan bahwa ia sempat mencoba mengambil langkah untuk mengarahkan keadaan, termasuk menarik tuas untuk melepaskan parasut kendaraan.
Ia menjelaskan, “Having done everything I could to avert it, I gave myself over to that fate,” sambil menekankan bahwa upaya yang ia lakukan tidak cukup untuk mengubah arah peristiwa. Hammond menuturkan pula bahwa saat kecelakaan berlangsung, ia merasa kejadian itu “simply occurred” dan pikirannya bergerak pada satu kesimpulan, dengan kalimat, “it wasn’t frightening,” dan “simply occurred to me that the next thing on my to do list was to die”.
Hammond menyampaikan bahwa ia ingin memastikan orang-orang yang bekerja pada hari itu tidak terlepas dari perhatian. Ia menyebut ia “forever grateful” kepada semua pihak yang membantunya pada fase-fase setelah kecelakaan, terutama mereka yang menyelamatkan dirinya dari mobil yang hancur.
Berita Terkait
Dalam pesan yang ia unggah, Hammond menegaskan inti tujuan peringatannya adalah untuk mengakui kerja dari banyak orang yang terlibat. Ia menulis: “I am only here today to note this anniversary and write these words because of the work of the many people involved in rescuing me from the shattered car, flying me to hospital and treating me there.”
Ia juga merinci bahwa ia mengenang staf yang menolong dan mendukungnya “from the bottom of my heart”. Ia menambahkan bahwa ia menyebut tim dari Yorkshire Air Ambulance, termasuk tim perawatan lanjutan setelah kecelakaan, yang menurutnya memegang peran besar dalam proses pemulihan.
Dalam ungkapan yang lebih personal, Hammond mengaitkan bantuan yang ia terima dengan jalan hidup yang ia jalani setelah insiden itu. Ia mengatakan ia tidak akan mendapatkan peluang karier yang “lucky”, petualangan-petualangan di berbagai tempat, serta dua dari “happiest, kindest, most wonderfully talented and loving daughters” apabila tidak ada pertolongan pada hari tersebut.
Hammond menutup apresiasinya dengan kalimat rasa terima kasih yang ia ulang sebagai penegasan. Ia menulis, “Thank you all from the bottom of my heart,” dan menempatkan kata-kata tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap upaya tim penyelamat yang bekerja saat kondisi paling genting.
Pasca kecelakaan Elvington, Hammond menghabiskan dua minggu dalam kondisi koma. Setelah itu, ia kembali tampil dalam program televisi pada awal tahun 2007. Ia juga pernah berbicara pada tahun 2023 mengenai kemungkinan bahwa ingatannya terdampak oleh kecelakaan tersebut, menunjukkan bahwa dampak insiden tidak hanya berhenti pada masa pemulihan fisik.
Di luar Elvington, Hammond juga mengalami kecelakaan serius lainnya sebelas tahun kemudian. Pada Juni 2017 di Swiss, saat latihan untuk lomba mobil listrik, kendaraannya meninggalkan jalan, terjatuh menuruni sebuah lereng, lalu pecah dan menyala dekat sebuah rumah.
Hammond kemudian melanjutkan kariernya di dunia otomotif bersama rekan-rekannya. Setelah meninggalkan Top Gear bersama Jeremy Clarkson dan James May pada 2015, mereka kembali bersatu dalam The Grand Tour. Acara tersebut mereka hadirkan hingga 2024, sementara kisah keselamatan dan ketekunannya tetap menjadi bagian dari perjalanan yang ia bagi secara terbuka.












