Peristiwa

Waspadai 13 Indikasi Kerusakan Rem Ini, Risiko Kecelakaan Mengintai

×

Waspadai 13 Indikasi Kerusakan Rem Ini, Risiko Kecelakaan Mengintai

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jangan Abaikan 13 Tanda Ini, Awas Kecelakaan Maut-Nyawa Taruhannya

jurnalistik.co.id – Sistem pengereman adalah salah satu komponen paling menentukan keselamatan saat berkendara. Karena itu, perubahan kecil pada cara rem bekerja layak direspons sejak awal, sebelum gangguan berkembang menjadi risiko kecelakaan.

Tanda pertama yang sering muncul berkaitan dengan “rasa” pedal. Jika pedal rem terasa terlalu dalam saat diinjak, kondisi ini bisa mengarah pada masalah di saluran rem, kebocoran minyak rem, atau kampas yang sudah menipis. Bila pedal hampir menyentuh lantai, kemampuan berhenti kendaraan bisa turun dan pemeriksaan tidak sebaiknya ditunda.

Selain terasa dalam, pedal juga bisa menjadi jauh lebih keras. Pedal yang sulit diinjak dapat menunjukkan gangguan pada brake booster atau komponen lain yang membantu membangun tekanan pengereman. Jangan anggap keras sebagai hal normal, apalagi jika sebelumnya pedal terasa lebih ringan.

Gejala berikutnya berkaitan dengan getaran. Getaran pada pedal saat pengereman—terutama dari kecepatan tertentu—dapat menjadi petunjuk adanya ketidakrataan permukaan cakram rem. Meski demikian, getaran juga bisa dipicu komponen roda atau kaki-kaki, sehingga sumber masalah tetap perlu dipastikan lewat pemeriksaan.

Getaran tidak selalu berhenti di kaki pengemudi. Pada beberapa kondisi, bodi atau setir bisa ikut terasa bergetar ketika rem digunakan. Bila pola getaran muncul secara konsisten setiap kali melakukan pengereman, cakram, kampas, serta komponen kaki-kaki perlu diperiksa untuk mencari penyebab yang tepat.

Kendaraan juga bisa menunjukkan masalah lewat arah geraknya. Mobil yang terasa tertarik ke satu sisi saat pedal rem diinjak mengindikasikan pengereman yang tidak seimbang antarroda, kampas yang bekerja tidak merata, atau adanya persoalan pada kaki-kaki maupun sistem kemudi. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kestabilan, tetapi juga dapat menyulitkan pengemudi mempertahankan lajur.

Suara adalah sinyal lain yang sering terdengar lebih dulu. Muncul bunyi mencicit, berdecit, atau suara gesekan ketika mengerem bisa terkait kampas rem yang mulai menipis sehingga bagian tertentu bergesekan saat pengereman. Jika bunyi tersebut terus muncul, sebaiknya lakukan pengecekan meski pada awalnya terdengar “sekadar suara” saja.

Dalam beberapa kasus, yang terdengar justru seperti gesekan logam. Suara gesekan logam dapat terjadi ketika material kampas sudah sangat menipis dan bagian logam pada sistem pengereman mulai saling bergesekan. Jika dibiarkan, gesekan tersebut berpotensi merusak cakram rem dan membuat biaya perbaikan menjadi lebih besar.

Penurunan performa pengereman biasanya terasa melalui jarak berhenti. Apabila mobil membutuhkan jarak yang makin panjang untuk berhenti dibandingkan biasanya, kemampuan pengereman patut dicurigai sudah menurun. Perubahan ini bisa dipengaruhi kampas dan cakram, kualitas serta jumlah minyak rem, kondisi ban, hingga permukaan jalan, sehingga konsistensi perubahan menjadi alasan kuat untuk segera memeriksa.

Kondisi yang lebih serius terlihat saat mobil terasa sulit berhenti meskipipun pedal sudah diinjak. Dalam situasi seperti ini, gangguan bisa mengarah pada masalah sistem pengereman yang membutuhkan pengecekan segera. Pengemudi sebaiknya tidak memaksa kendaraan terus digunakan, terutama bila gejala datang secara tiba-tiba.

Tak kalah penting adalah indikator di panel instrumen. Lampu indikator rem yang menyala dapat menjadi peringatan adanya kondisi tertentu pada sistem rem, bergantung pada jenis indikator yang menyala. Penyebabnya bisa berkaitan dengan rem parkir yang masih aktif, level minyak rem, atau gangguan pada sistem pengereman—termasuk skenario ketika lampu tetap menyala setelah rem parkir dilepas, yang memerlukan pengecekan sesuai petunjuk manual kendaraan.

Minyak rem juga wajib dipantau karena berperan meneruskan tekanan dari pedal menuju mekanisme pengereman. Jika level minyak rem terus berkurang, itu perlu diperiksa; kemungkinan lain adalah kebocoran di sekitar master cylinder, selang rem, kaliper, atau bagian sistem hidrolik. Prinsipnya, jangan hanya menambahkan minyak rem tanpa mencari penyebab berkurangnya cairan.

Selain berkurang, minyak rem dan sistem rem juga dapat menimbulkan gejala berupa bau. Tercium bau terbakar dari area roda, terutama setelah pengereman saat kendaraan melewati turunan atau digunakan di lalu lintas yang memerlukan pengereman berulang, bisa menandakan panas berlebih pada sistem rem. Bila bau muncul berulang atau disertai gejala lain seperti rem terasa tidak pakem, kendaraan perlu diperiksa; komponen rem juga sebaiknya tidak disentuh segera setelah berkendara karena suhunya bisa sangat tinggi.

Indikasi terakhir yang sering dilupakan adalah kinerja rem parkir. Rem parkir yang terasa kurang kuat menahan mobil, tuas atau pedal rem parkir terasa terlalu ringan, atau mobil masih bergerak meskipun rem parkir sudah diaktifkan dapat menjadi tanda adanya masalah. Pemeriksaan diperlukan agar fungsi penahan kendaraan benar-benar bekerja optimal saat diparkir.

Auto 2000 menyebut beberapa pemicu yang umum muncul dari gangguan-gangguan tersebut. Penyebabnya bisa karena kampas rem menipis, minyak rem berkurang atau terkontaminasi, serta kebocoran pada sistem pengereman. Gangguan juga dapat berasal dari komponen kaki-kaki atau sistem kemudi, masalah pada kaliper, atau brake booster yang mengalami gangguan.

Dengan begitu, pemilik kendaraan diimbau melakukan pengecekan kondisi kampas rem secara berkala. Perhatikan pula level dan kondisi minyak rem, jangan mengabaikan bunyi maupun getaran yang muncul saat pengereman, lalu periksa sistem rem setelah perjalanan jauh atau penggunaan yang banyak melibatkan turunan. Servis berkala juga menjadi langkah penting untuk memastikan sistem pengereman tetap berada dalam kondisi aman.