jurnalistik.co.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah berlangsung khidmat di Masjid At Taqwa, Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, pada Minggu (30/8/2026). Kegiatan itu dimulai sekitar pukul 07.30 WITA dan diikuti berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat setempat.
Acara tersebut dihadiri Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi, ST, bersama Wakil Bupati H. Tonny S. Junus. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Muhlis Panai, Camat Batudaa Pantai Rahmat Djailani, serta Kapolsek Batudaa Pantai Ipda Jasmin D. Saleh.
Selain pejabat daerah, peringatan Maulid juga melibatkan para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, dan jamaah. Kehadiran perwakilan dari berbagai elemen ini menjadi bagian dari suasana kebersamaan dalam rangkaian ibadah.
Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi mengajak masyarakat agar menjadikan peringatan Maulid sebagai lebih dari sekadar agenda seremonial. Ia mendorong agar momentum tersebut diolah menjadi dasar untuk menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati juga mengingatkan pentingnya memperbarui komitmen dalam menjalankan ajaran Islam dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Harapannya, peringatan yang dilakukan secara bersama dapat memperkuat kualitas pengamalan keagamaan.
“Semoga kita semua dapat menjadi umat yang lebih baik dan semakin dekat dengan Allah SWT,” ujar Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi, ST.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Tahap ini menjadi bagian dari rangkaian yang mengiringi peringatan Maulid Nabi, sekaligus menegaskan nuansa refleksi yang menyertai acara.
Setelah doa, dilakukan pembagian Tolangga Walima, yaitu tradisi masyarakat Gorontalo dalam menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Berita Terkait
Tolangga Walima dijelaskan sebagai wadah yang digunakan untuk menata berbagai jenis kue dan makanan. Selanjutnya, isi Tolangga Walima dibagikan kepada jamaah sebagai bagian dari kebersamaan dalam perayaan.
Di sisi lain, pengamanan turut menjadi perhatian agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Pengamanan dilakukan oleh personel Satlantas Polres Gorontalo bersama personel Polsek Batudaa Pantai.
Dukungan pengamanan tersebut diharapkan memberi rasa aman bagi jamaah sejak awal kegiatan hingga rangkaian akhir. Dengan adanya keterlibatan unsur kepolisian, pelaksanaan ibadah dan tradisi pembagian Tolangga Walima dapat berlangsung tertib di lokasi acara.
Secara keseluruhan, peringatan Maulid Nabi di Batudaa Pantai pada 30 Agustus 2026 mempertemukan unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan jamaah dalam sebuah rangkaian kegiatan yang khidmat. Melalui ajakan keteladanan serta pembacaan doa dan tradisi Tolangga Walima, acara ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.
Kegiatan dimulai sejak pagi, dengan suasana yang menggambarkan kekhidmatan peringatan Maulid di tengah masyarakat Desa Bongo. Kehadiran jamaah dari beragam latar belakang membuat rangkaian berjalan dengan tertib sejak awal hingga memasuki bagian inti doa.
Dalam ajakan yang disampaikan, Bupati Gorontalo menekankan bahwa nilai-nilai Maulid semestinya tercermin dalam tindakan sehari-hari. Seruan untuk meneladani Rasulullah SAW diarahkan agar masyarakat memperkuat akhlak, memperluas kepedulian, dan menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah.
Selain unsur seremonial, peringatan ini juga menghadirkan ruang refleksi bersama melalui lantunan doa. Tahap tersebut menjadi penegasan bahwa rangkaian perayaan tidak hanya berhenti pada tradisi, tetapi juga diarahkan pada penguatan harapan dan kedekatan kepada Allah SWT.
Tolangga Walima yang dibagikan setelah doa dimaknai sebagai wujud syukur sekaligus sarana mempererat kebersamaan. Dengan penataan kue dan makanan ke dalam satu wadah, tradisi ini kemudian dibagikan kepada jamaah sebagai bagian dari suasana gotong royong pada perayaan Maulid.
Pengaturan pengamanan oleh personel Satlantas Polres Gorontalo bersama Polsek Batudaa Pantai ikut mendukung kelancaran pelaksanaan. Melalui kesiapsiagaan selama rangkaian berlangsung, jamaah dapat mengikuti ibadah dan tradisi pembagian Tolangga Walima dengan lebih tenang dan terkoordinasi di lokasi acara.












