jurnalistik.co.id – GORONTALO — Apel pagi gabungan personel Polda Gorontalo berlangsung di Mapolda Gorontalo pada Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Sekolah Polisi Negara (Ka SPN) Polda Gorontalo, Kombes Pol. Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, S.I.K., serta diikuti para Pejabat Utama (PJU) dan seluruh personel.
Dalam arahannya, Ka SPN menyoroti pentingnya kedisiplinan personel, terutama saat mengikuti apel pagi. Ia menekankan bahwa ketertiban dalam kegiatan rutin menjadi fondasi kesiapan dalam pelaksanaan tugas.
Ka SPN juga mengingatkan mekanisme bagi personel yang tidak bisa hadir. “Apabila berhalangan mengikuti apel, agar memberikan informasi kepada pimpinan,” tegasnya.
Penegasan itu disampaikan sebagai upaya agar setiap ketidakhadiran memiliki alur komunikasi yang jelas, sehingga pimpinan dapat mengambil langkah penyesuaian tanpa mengurangi pengendalian kedisiplinan. Dengan begitu, koordinasi di lingkungan kerja tetap terjaga.
Selain soal kedisiplinan, Ka SPN menekankan perhatian pada aspek perilaku dan kepatuhan terhadap aturan. Seluruh personel diingatkan untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba dan praktik judi online.
Menurutnya, kedua jenis pelanggaran tersebut membawa dampak buruk yang tidak hanya dirasakan oleh individu. Dampak tersebut juga dapat merembet ke lingkungan keluarga dan tatanan sosial di sekitar personel.
“Sudah banyak contoh bagi mereka yang terlibat. Narkoba itu merusak, sementara judi online tidak membuat kita kaya,” ujarnya.
Uraian tersebut menjadi bagian dari pesan pembinaan agar personel memahami konsekuensi nyata dari penyimpangan. Ka SPN mengarahkan agar setiap anggota menjaga integritas, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun dalam penggunaan akses digital yang berpotensi membuka peluang pelanggaran.
Berita Terkait
- Propam Polda Gorontalo Menelusuri 273 HP Personel Dit Samapta, Tak Ada Indikasi Judi Online
- Andy Burnham: Tim spesialis perkosaan dan kejahatan seksual di seluruh kepolisian Inggris-Wales pada 2027
- PM menyebut tim spesialis pemerkosaan dan kejahatan seksual akan ada di seluruh kepolisian Inggris dan Wales pada akhir 2027
Lebih lanjut, Ka SPN mengingatkan personel untuk terus memantau perkembangan situasi keamanan nasional. Ia secara khusus menyoroti dinamika yang terjadi di Ibu Kota Jakarta.
Pesan itu disampaikan agar seluruh personel tetap memiliki kewaspadaan terhadap perubahan situasi. Ka SPN meminta agar kondisi siap siaga tidak berhenti pada pemahaman, tetapi benar-benar menjadi kesiapan operasional.
“Kita tetap monitor perkembangan situasi dan standby. Kita harus siap kapan pun jika dibutuhkan,” pungkasnya.
Dengan penekanan pada disiplin apel, penguatan kepatuhan, pencegahan narkoba dan judi online, serta kesiapan menghadapi dinamika keamanan nasional, apel pagi gabungan ini menjadi forum pengingat bagi seluruh personel Polda Gorontalo. Kegiatan yang berlangsung di Mapolda Gorontalo pada Jumat (28/8/2026) tersebut diharapkan memperkuat komitmen anggota untuk bertugas secara tertib dan bertanggung jawab.
Pada kesempatan itu, seluruh rangkaian apel juga dipandang sebagai sarana penyelarasan tugas harian antara pimpinan dan personel. Kehadiran pejabat utama dan seluruh anggota menjadi penanda bahwa pembinaan dilakukan secara kolektif, agar setiap arahan dapat dipahami dan diterapkan dengan sikap yang sama di lapangan.
Ka SPN menegaskan bahwa disiplin tidak hanya terlihat dari kerapian saat apel pagi, tetapi juga tercermin dalam ketepatan administrasi dan alur pelaporan ketika ada kendala kehadiran. Informasi yang disampaikan lebih awal kepada pimpinan membantu penyesuaian jadwal dan memastikan pengendalian kedisiplinan tetap berjalan.
Dalam pembinaan perilaku, penekanan diarahkan pada konsistensi menjauhi narkoba serta praktik judi online. Ia menyampaikan bahwa konsekuensi dari pelanggaran tersebut tidak berhenti pada pelaku, melainkan dapat turut merusak lingkungan terdekat, termasuk keluarga dan tatanan sosial yang ikut terkena dampaknya.
Di sisi lain, arahan juga mengarah pada kesiapsiagaan menghadapi perubahan situasi keamanan nasional, termasuk dinamika yang disorot dari Jakarta. Personel diingatkan untuk tidak berhenti pada pemahaman saja, melainkan menjaga kondisi siap siaga melalui pemantauan berkelanjutan serta tetap standby jika sewaktu-waktu diperlukan.












