Internasional

Epping Forest: pemetik jamur liar diingatkan “click, don’t pick” saat unggahan viral media sosial

×

Epping Forest: pemetik jamur liar diingatkan “click, don’t pick” saat unggahan viral media sosial

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Epping Forest internet fungi foragers urged to 'click, not pick'

jurnalistik.co.id – Pejabat pengelola Epping Forest mengingatkan masyarakat agar tidak mengikuti tren memetik jamur liar yang belakangan viral di media sosial. Mereka menilai unggahan yang menampilkan pengambilan langsung bisa mendorong orang lain melakukan hal serupa, meski praktik itu dilarang.

Menurut peraturan setempat, pemetikan jamur liar di Epping Forest termasuk aktivitas yang dilarang. Para pelanggar berisiko menghadapi denda, bahkan dapat berujung pada proses penuntutan.

Selain sanksi hukum, ada bahaya kesehatan yang turut ditekankan. Jamur liar juga dapat mengandung racun sehingga berisiko mematikan bila dikonsumsi.

Caroline Haines, selaku ketua City Corporation untuk Komite Epping Forest and Commons, menyatakan unggahan yang memperlihatkan jamur sedang dikumpulkan dapat membuat orang lain terdorong meniru. Ia kemudian meminta publik mengikuti pesan singkat: “click, don’t pick”.

Haines menilai pemetik jamur tidak hanya berisiko terkena konsekuensi hukum, tetapi juga merusak keseimbangan alam di hutan. Dalam penjelasannya, gangguan terhadap jamur berpotensi mengganggu ekosistem yang menjadi penopang berbagai bentuk kehidupan.

Upaya menjaga ekosistem itu dianggap penting karena Epping Forest berperan dalam proses daur ulang nutrisi. Hutan juga disebut menjadi ruang bagi satwa liar untuk bertahan, sekaligus membantu kelestarian sejumlah pohon tua yang jumlahnya mencapai sekitar 55.000.

Jamur sebagai bagian dari “jaringan hidup” hutan

Haines menekankan bahwa jamur memiliki peran ekologis yang tidak boleh dipandang remeh. Ia menjelaskan, ketika jamur diambil dari pangkal pohon, proses yang membantu memberi nutrisi pada pohon dapat terganggu.

Ia juga menggarisbawahi bahwa Epping Forest memiliki karakter habitat yang sangat penting bagi jamur. Banyak spesies yang bergantung pada kondisi yang tidak terusik, sehingga pelibatan publik semestinya diarahkan pada pengalaman mengamati, bukan mengumpulkan.

Pesan utama yang disampaikan adalah agar semua orang tetap bisa menikmati hutan sembari menjaga kelestariannya. Ajakan tersebut dirumuskan sederhana oleh Haines: click, don’t pick.

Dari sisi pengelolaan, City Corporation menyebut ruang terbuka di Epping Forest telah menjadi lokasi ditemukannya berbagai jamur penting dalam beberapa tahun terakhir. Lembaga ini mengelola area tersebut sebagai badan amal terdaftar.

Dalam catatan temuan, pada 2024 disebut ada spesies jamur baru bernama Hydropus inopinatus yang ditemukan di Burnham Beeches, Buckinghamshire. Setahun berikutnya, pada 2025, Epping Forest juga menjadi tempat munculnya rekor pertama di Inggris untuk spesies jamur langka bernama Russula blumiana yang pertama kali dikonfirmasi.

Tren unggahan dan dampak yang dikhawatirkan

Di tengah berbagai temuan tersebut, pejabat menyoroti bahwa konten bertema jamur justru terus bertambah popularitasnya di media sosial. Unggahan yang menampilkan jamur tidak biasa atau hasil berburu sering menarik banyak penonton.

Namun, bagi pengelola hutan, peningkatan perhatian itu datang bersama risiko perilaku yang salah. Jika orang melihat koleksi jamur dari dekat lalu menganggapnya sebagai ajakan terselubung, hutan bisa mengalami gangguan lebih luas dari yang diperkirakan.

Epping Forest sendiri membentang dari Manor Park hingga Epping dengan luas sekitar 8.000 acres atau setara 3.237 hektare. Dengan skala yang besar, dampak dari pemetikan berpotensi tidak hanya bersifat lokal pada satu titik, tetapi juga memengaruhi kondisi habitat secara lebih menyeluruh.

Karena itu, City Corporation ingin memastikan aktivitas menikmati hutan tidak mengorbankan fungsi ekologis yang selama ini menopang keberadaan jamur dan spesies lain. Mereka mendorong publik untuk mengambil jarak, mengamati dari waktu ke waktu, dan meninggalkan jamur tetap tumbuh sebagaimana mestinya.

Dalam penutup pernyataannya, Haines kembali mengulang tujuan ajakan tersebut: agar semua orang dapat merasakan keindahan Epping Forest sekaligus menghormati satwa liar dan proses alam yang berjalan di dalamnya. Dengan tidak memetik jamur, masyarakat ikut menjaga agar nutrisi di ekosistem tetap dapat bekerja sebagaimana peruntukannya.