jurnalistik.co.id – Julian Quinones menjadi sosok yang tengah menarik perhatian di Piala Dunia 2026. Menjelang laga babak 16 besar melawan Inggris, pemain berusia 29 tahun itu membawa catatan gol yang sudah cukup untuk membuat publik Negeri Azteca menaruh harapan besar.
Laga Inggris vs Meksiko di Azteca, Stadion di Kota Meksiko, akan digelar Senin pukul 01:00 BST. Quinones diproyeksikan menjadi salah satu pembeda, khususnya karena pola permainan Meksiko kini banyak “berputar” melalui peran sayap kiri yang ia jalani.
Di kubu Inggris, nama Raul Jimenez memang sudah tidak asing—ia striker Wolves yang pernah punya pengalaman di Fulham. Namun, Quinones kini menunjukkan daya ganggu berbeda. Ia bisa memberi masalah pada posisi bek kanan Inggris yang selama ini menjadi bahan perdebatan, terutama saat pertandingan berlangsung dengan kondisi atmosfer ketinggian khas Meksiko.
Quinones sendiri bukan sekadar pemain yang sedang naik daun. Ia telah mencetak tiga gol di Piala Dunia 2026—termasuk gol saat pembuka melawan Afrika Selatan, saat menghadapi Republik Ceko, serta ketika Meksiko mengunci kemenangan di babak 32 besar melawan Ekuador.
Jejak dari Kolombia menuju “pahlawan” Meksiko
Perjalanan Quinones menuju status pahlawan sepak bola Meksiko terbilang tidak biasa. Ia lahir di Magui Payan, wilayah selatan Kolombia, tidak jauh dari perbatasan dengan Ekuador. Dalam sebuah wawancara, ia menggambarkan kampung halamannya sebagai tempat yang sangat jauh dan terlupakan.
Ia juga menegaskan bahwa keyakinan untuk mengatasi semuanya—meski menghadapi kesulitan serta minimnya dukungan—mendorongnya untuk terus bertarung. Ia menyebut motivasinya bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk keluarga.
Ketika berusia 17 tahun, Quinones meninggalkan tim amatir Futbol Paz untuk bergabung dengan klub Tigres di Meksiko. Ia pernah menuturkan bahwa saat itu ia masih muda dan ragu ketika harus meninggalkan negaranya, demi mengejar tujuan serta jalan hidup yang baru.
Setelah waktu berjalan, ia perlahan mulai menganggap Meksiko sebagai “negaranya”. Ia kini memiliki istri dan anak-anak berkewarganegaraan Meksiko. Selama delapan tahun, ia membela Tigres, Atlas, dan Club America—termasuk tiga kali masa pinjaman di periode berbeda.
Dalam fase awal kariernya, Quinones sempat mewakili Kolombia pada level usia muda pada 2017 dan 2018. Namun, ketika ia mulai membanjiri gol di Liga Meksiko—lebih dari 70 gol—ia tidak mendapat kabar dari negaranya. Baru pada 2023, ketika ia menerima panggilan dari Kolombia, ia sudah memenuhi syarat untuk bermain bagi Meksiko melalui proses naturalisasi.
Quinones lantas bergabung dengan skuad Meksiko. Ia menyebut Meksiko sebagai negara yang sangat murah hati: orang-orang menyambutnya, membantu dirinya tampil menonjol, serta mendukung pertumbuhan pribadi. Ia mengaku merasa diterima dari waktu ke waktu dan menyatakan rasa terima kasih atas momen-momen tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa Meksiko membantunya menjadi pribadi yang lebih baik. Ia mengatakan bahwa ia tidak memiliki “rujukan” besar dari Kolombia pada saat itu karena ia belum sepenuhnya bijak, tetapi Meksiko menyambutnya dengan tangan terbuka. Dari pengalaman itu, ia mengaku banyak belajar.
Berita Terkait
Di kompetisi domestik, Quinones meraih enam gelar liga di Meksiko, dengan dua gelar bersama masing-masing tim permanennya. Perlu dicatat, liga Meksiko memiliki dua juara dalam satu tahun.
Ledakan performa di Saudi dan ketajaman di Piala Dunia
Kurang dari setahun setelah menjadi pemain internasional Meksiko, Quinones meninggalkan negara itu dalam sebuah kesepakatan senilai kira-kira ÂŁ12 juta. Ia kemudian bergabung dengan Al-Qadsiah yang baru saja promosi ke Liga Pro Saudi.
Sejak kepindahan tersebut, ia mengemas 62 gol dalam 68 pertandingan di semua kompetisi. Pada musim terakhir, ia menjuarai gelar top skor liga, atau golden boot. Catatan 33 golnya membuat ia finis satu peringkat di atas Ivan Toney dari Inggris dan unggul empat gol dari legenda Portugal Cristiano Ronaldo.
Keberhasilan itu ia raih meski tim yang dipimpin Brendan Rodgers hanya finis di posisi keempat pada liga tersebut. Kini, bentuk permainan itu tampak dibawa ke panggung Piala Dunia.
Di ajang ini, Quinones tampil dengan angka yang menonjol: tiga gol dan satu assist dalam empat pertandingan Piala Dunia 2026. Tidak ada pemain Meksiko lain yang terlibat dalam lebih banyak gol pada satu edisi sejak setidaknya 1966. Rekor yang disamakan adalah Luis Hernandez, yang juga terlibat dalam empat gol—semuanya tercipta—pada Piala Dunia 1998.
Quinones juga menjadi bagian dari momen-momen awal yang menentukan. Ia mencetak gol pertama Piala Dunia 2026 dengan menembus pertahanan Afrika Selatan, tepat sembilan menit setelah pertandingan dimulai. Ia menaklukkan kiper Ronwen Williams dengan tembakan yang mengarah melalui kedua kakinya.
Di laga yang berakhir 2-0, Quinones kembali mengancam dengan upaya yang sempat mengenai tiang. Ia lalu menambah koleksi gol ketika Meksiko menang 3-0 atas Republik Ceko, dengan menyambar bola dari jarak dekat untuk mencetak gol kedua.
Pada pertandingan terakhir fase grup, saat Meksiko mengalahkan Ekuador 2-0, Quinones mengawali papan skor. Ia berlari menyambut umpan panjang dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan yang kemudian berujung gol.
Performa itu juga membawa pengakuan individu. Quinones dinobatkan sebagai man of the match saat melawan Afrika Selatan dan Ekuador.
Menjelang laga melawan Inggris, ia menyampaikan keyakinannya bahwa perjalanan Meksiko masih panjang. Ia mengatakan percaya timnya bisa melaju jauh, karena skuad mereka lengkap dan kompetitif, memiliki tujuan yang jelas, serta meyakini apa yang ingin mereka capai.
Bagi Inggris, peran Quinones bisa menjadi tantangan tersendiri. Terutama karena Meksiko tidak hanya mengandalkan satu jalur serangan, melainkan mampu menghadirkan ancaman yang konsisten lewat pergerakan pemain seperti Quinones di ruang-ruang berbahaya, termasuk saat menghadapi bek kanan yang harus bekerja ekstra di ketinggian Azteca.












