jurnalistik.co.id – Aryna Sabalenka menyingkirkan Jelena Ostapenko dengan skor 6-4, 6-4 di Wimbledon 2026. Kemenangan itu mengantarkannya ke pertemuan babak keempat melawan Naomi Osaka setelah Osaka lebih dulu mengalahkan Daria Kasatkina 6-1, 6-3.
Sabalenka, yang berstatus peringkat satu dunia, menjalani laga penuh adu tenaga saat menghadapi Ostapenko di Centre Court. Pertandingan berlangsung menarik karena keduanya sama-sama memiliki pukulan-pukulan keras dan tempo permainan yang agresif.
Pada akhirnya, petenis Belarus itu mampu menjaga kendali dan menutup laga dengan kemenangan dua set langsung. Dengan hasil ini, peluang Sabalenka untuk meraih gelar Wimbledon pertamanya tetap terbuka, sementara Ostapenko harus mengakhiri perjalanan di turnamen tersebut.
Susunan skor 6-4, 6-4 sekaligus menjadi jawaban atas persaingan yang berjalan ketat sejak awal. Sabalenka sukses meredam gejolak permainan Ostapenko saat duel memasuki fase-fase krusial.
Sabalenka lebih dingin, Ostapenko makin kesal
Sabalenka dan Ostapenko, dua petenis dengan gaya pukulan yang sangat menghentak di WTA Tour, saling berbalas pukulan sepanjang malam. Meski sempat membuat lawan tampak makin frustrasi, Sabalenka tetap menunjukkan ketenangan untuk mengamankan set demi set.
Menurut laporan pertandingan, Sabalenka tampil lebih efektif pada momen-momen penentuan. Di set pertama, ia melakukan terobosan pada game keempat, lalu mengunci kemenangan set itu dengan ace berkecepatan 111 mph.
Di set kedua, Ostapenko mulai menunjukkan ketidaksabaran ketika ia kesulitan memegang servisnya. Dalam tiga game servis pertamanya di set tersebut, ia gagal menahan permainan, sehingga gerak tubuh dan gestur yang ditunjukkannya kepada tim juga tampak makin emosional.
Meski Sabalenka saat itu sudah unggul 4-1, muncul pula keraguan mengenai kemampuannya menutup pertandingan. Keraguan itu merujuk pada momen sebelumnya di French Open, ketika Sabalenka pernah runtuh dari posisi serupa sebelum akhirnya kalah di set penentuan.
Pada French Open bulan lalu, Sabalenka sempat memegang keunggulan 4-1 di perempat final melawan Diana Shnaider. Namun ia kemudian menyerah dan kalah dengan set terakhir 6-0, bahkan ia sempat bercanda bahwa hasil itu membuatnya seperti ingin berhenti bermain tenis.
Kali ini, Sabalenka tidak mengulangi skenario serupa. Ia sempat melewatkan match point di servis Ostapenko saat kedudukan 5-3, tetapi ia tetap mampu mengatur permainan pada game berikutnya untuk memastikan kemenangan.
Sabalenka menuntaskan laga setelah 1 jam 32 menit. Ia memastikan tiket ke babak berikutnya sekaligus menyiapkan laga yang dianggap sebagai pertemuan besar melawan Osaka.
Osaka sendiri datang sebagai lawan berikutnya setelah tampil meyakinkan. Osaka yang telah empat kali menjuarai Grand Slam kini bertemu Sabalenka untuk pertama kalinya di Wimbledon dengan target yang jelas, setelah ia menundukkan Kasatkina dalam waktu 65 menit.
Berita Terkait
Sabalenka juga memberikan komentar soal karakter Osaka. Ia menilai Osaka sebagai pemain agresif dengan kekuatan besar, serta mengatakan bahwa ia siap berjuang dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melewati pertandingan tersebut.
Osaka menjebol laga cepat, rekor di Court One
Babak keempat menampilkan pertemuan yang menuntut dua gaya berbeda. Osaka, yang berstatus unggulan ke-14, diketahui belum pernah memenangkan pertandingan di Court One sebelumnya di Wimbledon. Namun pada edisi ini, catatan itu langsung berubah ketika ia menghajar Kasatkina dengan kemenangan telak 6-1, 6-3.
Keempat gelar Grand Slam Osaka diraih di lapangan keras. Pada turnamen berlapangan tanah liat di Roland Garros dan rumput di All England Club sebelumnya, ia sempat mengalami tantangan untuk menampilkan permainan pukulan besar alaminya, tetapi di Wimbledon ia tampak menemukan ritmenya.
Dominasi Osaka terlihat sejak set pertama. Dalam set yang nyaris sempurna, Osaka hanya membuat enam unforced errors dan kehilangan lima poin dari servis. Kasatkina kemudian sempat melakukan respons di set kedua, dengan memperbaiki performanya dan bangkit setelah lebih dulu tertinggal dari break awal.
Namun, Osaka cepat memulihkan momentum. Ia memenangkan tiga game berikutnya untuk mengamankan kemenangan dan memastikan tempat di babak 16 besar untuk pertama kalinya di Wimbledon.
Kemenangan ini juga terasa penting dalam konteks kebugaran dan kepercayaan diri Osaka. Osaka menyebut bahwa ia merasa benar-benar baik hari itu, karena ia telah menjalani banyak pertandingan di rumput dalam dua pekan terakhir sehingga merasa lebih percaya diri menghadapi Wimbledon.
Ia menyinggung pula bahwa ia baru saja mencapai final pertama di turnamen rumput pada Bad Homburg Open bulan lalu. Pada kesempatan itu, ia memang terpaksa pensiun karena cedera pada awal set kedua saat menghadapi Karolina Muchova.
Meski begitu, rangkaian laga di Jerman seperti memberi dorongan kepercayaan diri untuk meracik strategi di Wimbledon. Di turnamen ini, Osaka juga belum kehilangan satu set pun.
Rekam jejak karier Osaka pasca kembali dari masa cuti melahirkan juga menjadi sorotan. Ia memenangkan dua gelar US Open dan dua gelar Australian Open antara 2018 dan 2021, tetapi sejak kembali pada 2024, ia hanya sekali mampu menembus babak keempat di sebuah Grand Slam.
Osaka pun turut menyampaikan momen pribadi di sela wawancara pascapertandingan. Putrinya, Shai, merayakan ulang tahun ketiga pada Kamis, dan Osaka mengatakan kepada penonton bahwa ia tidak bermaksud menceritakan hal itu tetapi Shai “cukup nakal” pada hari sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa mereka mencoba mengajak Shai ke taman, tetapi Shai harus menjalani time-out, sehingga mereka berencana mencoba lagi pada hari tersebut. Osaka menyebut hari itu penuh sukacita, karena Shai meniup lilin dan membuat permohonan, berharap permohonannya membuat Shai lebih baik. Jika tidak, Osaka mengatakan hari itu tetap menjadi hari baru untuk Shai.
Dengan hasil-hasil tersebut, Sabalenka kini menatap laga besar melawan Osaka, sementara Ostapenko mengakhiri perjalanannya di Wimbledon 2026. Pertarungan berikutnya di babak keempat akan menjadi panggung lanjutan bagi duel pukulan keras antara dua petenis elit, dengan Sabalenka membawa ketenangan yang sama dan Osaka memanfaatkan momentum yang ia bangun di rumput.












