Hukum & Kriminal

Sorotan Koran Inggris: Jason Arday Mundur dari Universitas Cambridge dan Insiden Tusukan West End

×

Sorotan Koran Inggris: Jason Arday Mundur dari Universitas Cambridge dan Insiden Tusukan West End

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Newspaper headlines: 'Plagiarism row professor resigns' and 'West End stab rampage'

jurnalistik.co.id – Sejumlah surat kabar edisi Kamis menyoroti dua isu besar: pengunduran diri profesor Universitas Cambridge yang terlibat sengketa “plagiarism”, serta insiden penusukan di West End, London. Di saat yang sama, koran-koran lain juga memuat kabar lanjutan mengenai skema rilis awal narapidana, layanan kesehatan mental, dan sorotan pendanaan politik.

Menurut laporan-laporan tersebut, headline yang beredar termasuk “Plagiarism row professor resigns” dan “West End stab rampage”. Pada fokus Cambridge, The Times menyebut Jason Arday sebagai pengunduran diri yang muncul sebagai sorotan utama, setelah ia disebut dalam rangkaian tuduhan yang terkait “plagiarism row professor”.

Koran itu menuliskan bahwa Arday juga dikaitkan dengan “extraordinary claims about his athletic feats and fundraising achievements”. Meski begitu, Arday disebut menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa pengunduran dirinya bukanlah “acceptance of the accusations against him”.

Daily Mail kemudian menggambarkan Arday sebagai “plagiarism professor”. Dalam pemberitaannya, surat kabar itu mengatakan Arday mundur “just hours” setelah Universitas Cambridge meluncurkan penyelidikan terhadap “tall claims from his life story”.

Masih dari Arday, beberapa media menegaskan bahwa keputusannya mundur dijelaskan sebagai “simply the decision of someone who has reached the limits of what any person should reasonably be expected to endure”. Pernyataan itu dipakai untuk menjelaskan sikapnya terhadap proses investigasi yang sedang berjalan.

Donasi dan penyangkalan terkait tokoh kripto The Daily Telegraph, selain memuat kisah Arday, juga menautkan donasi kepada sebuah think tank yang disebut “bankrolled” Defence Secretary Wes Streeting. Dalam laporan itu, donasi dikaitkan dengan Sam Bankman-Fried, yang dijuluki “one of the world’s most notorious fraudsters”.

Pemberitaan menyebut bahwa “the jailed ‘crypto-king’” dilaporkan memberikan Labour for the Long Term (LLT) sebesar £37,500. Namun juru bicara Streeting menyatakan daftar donatur yang ditinjau timnya tidak memuat nama Bankman-Fried, dengan kutipan: “Wes has had no contact with this individual and he was never mentioned in any discussions with LLT,”.

Labour kemudian menambahkan bahwa mereka melakukan pemeriksaan “due diligence checks ahead of these donations being received, through which no issues were identified.” Sementara itu, konteks pemberitaan di koran memperlihatkan perbedaan versi mengenai keterlibatan pihak yang disebut.

The Guardian membawa kisah Arday ke halaman teratas dengan menyebutnya sebagai “youngest ever black professor appointed in the university’s history”. Media ini juga menampilkan isu lain di rubrik internasionalnya, termasuk laporan bahwa “police find explosives in drone at Leipzig airport.”

Beralih ke London, Sun menempatkan “West End stab rampage” sebagai headline utama. Serangannya dilaporkan meninggalkan empat orang terluka, sementara foto perempuan yang ditahan setelah penusukan di Covent Garden juga menempati porsi besar halaman depan sejumlah media.

Lebih jauh, surat kabar tersebut menyebut ada 400,000 orang yang menandatangani petisi untuk menjaga para pembunuh PC Andrew Harper tetap berada di penjara. Di bawah skema rilis narapidana lebih awal, disebutkan dua orang di antaranya dijadwalkan untuk dilepaskan.

Beberapa koran lain juga menyoroti skema rilis awal yang diklaim bertujuan mengatasi kelebihan kapasitas penjara. The Daily Express menyebutnya sebagai “a ‘betrayal’ of hero police officer” PC Andrew Harper, serta melaporkan bahwa Thames Valley Police, tempat Harper bertugas, “may take legal action against ministers”.

Metro menonjolkan kisah seorang ibu yang menyebut putranya masih menjalani hukuman setelah pencurian telepon pada 2005. Koran ini menyebut Shaun Lloyd ditangkap berdasarkan hukuman imprisonment for public protection (IPP), yang diberikan kepada pelaku “deemed dangerous”, dan menuliskan bahwa UN menilai IPP sebagai “inhumane”.

Dari kancah internasional, Financial Times melaporkan China memulai “global tax hunt”. Surat kabar ini juga memuat cerita mengenai transfer bank Richard Tice yang memperdalam “funding riddle” Reform UK, dengan kutipan “fuel critcism of the lack of transparency over the party’s funding”, serta menyebut Reform menegaskan: “these are individual loans that were made by Tisun [Tice’s company] that have now been reclassified as donations” dan “no money has changed hands”.

Sementara itu, Daily Mirror mengangkat kabar “Help is on the way” saat Perdana Menteri Andy Burnham mengumumkan 150 pusat layanan kesehatan mental NHS baru. Daily Star memilih menampilkan gambar sapi berlari di atas rumput kering sambil menulis “forget Clint Eastwood and Spaghetti Westerns”, yang mereka sebut “Kent Eastwood.”

Secara keseluruhan, tumpuan berita surat kabar Kamis menunjukkan bagaimana isu akademik dan penegakan hukum berjalan beriringan dalam sorotan publik. Pada saat yang sama, perdebatan soal rilis awal narapidana, rujukan pada pemeriksaan “due diligence”, serta agenda layanan kesehatan mental ikut membentuk narasi utama yang dibawa halaman-halaman depan media.