Olahraga

Swiss vs Kolombia 0-0: Camilo Vargas Tampil Tangguh di Babak 16 Besar

×

Swiss vs Kolombia 0-0: Camilo Vargas Tampil Tangguh di Babak 16 Besar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hasil HT Swiss Vs Kolombia 0-0, Camilo Vargas Tampil Apik

jurnalistik.co.id –

Swiss dan Kolombia bermain imbang 0-0 pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026. Hingga turun minum, papan skor tetap bertahan tanpa gol, sementara Camilo Vargas menjadi salah satu figur kunci di bawah mistar Kolombia.

Pertandingan ini digelar di Stadion BC Place, Vancouver, British Columbia, Kanada. Waktu setempat menunjukkan laga dimainkan pada Selasa (7/7/2026), atau Rabu pagi WIB.

Babak pertama berakhir tanpa gol

Sejak awal, kedua tim cenderung menjaga ritme dengan saling menukar tekanan. Dari sisi penguasaan bola, Swiss mencatat 47 persen, sedangkan Kolombia menguasai 45 persen. Sisanya merupakan bola dalam kondisi in contest atau diperebutkan.

Perbedaan muncul pada efektivitas serangan. Swiss melepaskan dua tembakan dan keduanya tepat sasaran. Kolombia juga menghasilkan lima percobaan, namun hanya satu yang mengarah ke gawang.

Meski demikian, jalannya pertandingan berlangsung ketat dan peluang saling sahut. Pada menit ke-21, kiper Swiss, Gregor Kobel, melakukan penyelamatan penting dengan menghalau tendangan Gustavo Puerta.

Sepuluh menit berselang, gawang Kolombia kembali mendapat ancaman. Kali ini, Camilo Vargas diuji oleh tembakan keras Fabian Rieder. Vargas tampil sigap dan menggagalkan peluang tersebut sehingga upaya Swiss tidak berbuah.

Tidak lama setelahnya, Swiss kembali mencoba memperbesar tekanan. Dan Ndoye sempat melepaskan tembakan, namun Vargas tetap menjadi penghalang dengan menepis bola.

Upaya Kolombia tetap mentok di pertahanan Swiss

Di sisi lain, Kolombia berupaya membangun serangan balik dengan memanfaatkan ruang di antara barisan pertahanan. Salah satu upayannya datang lewat operan kepada Luis Diaz yang berada di dalam kotak penalti.

Tetapi kesempatan itu gagal menghasilkan tembakan yang berbahaya. Tembakan Diaz berhasil diblok oleh pemain bertahan Swiss, membuat Kolombia tidak bisa mengubah alur pertandingan.

Skor 0-0 pun bertahan hingga jeda. Setelah 45 menit, kedua tim sama-sama belum menemukan celah untuk mencetak gol, sekaligus menegaskan betapa rapatnya duel di area pertahanan masing-masing.

Susunan pemain

Swiss tampil dengan skema 4-3-3: Gregor Kobel (GK); Zakaria, Elvedi, Akanji, Rodriguez; Xhaka (C), Freuler, Jashari; Rieder, Ndoye, Embolo.

Pelatih Swiss: Murat Yakin.

Kolombia juga memakai 4-3-3: Camilo Vargas (GK); Munoz, Sanchez, Lucumi, Mojica; Lerma, Arias, Puerta; Rodriguez (C), Diaz, Suarez.

Pelatih Kolombia: Nestor Lorenzo.

Di sepanjang pertandingan, tempo lebih sering ditentukan oleh duel-duel kecil di area tengah. Ketika bola berpindah, kedua kubu memilih langkah yang relatif hati-hati agar tidak memberi ruang bagi serangan langsung. Komposisi penguasaan bola yang saling berdekatan, dengan Swiss berada di 47 persen dan Kolombia 45 persen, menggambarkan bahwa permainan tidak benar-benar condong pada satu tim, melainkan saling menekan dengan ritme yang dijaga.

Permainan yang rapat juga membuat kualitas serangan lebih bergantung pada momen-momen tertentu. Swiss memang mampu menghasilkan dua tembakan yang tepat sasaran, tetapi setiap upaya itu harus melewati kepadatan pertahanan Kolombia di sekitar kotak penalti. Sebaliknya, Kolombia yang memiliki lima percobaan lebih sering menemui jalan buntu pada fase akhir, seperti ketika peluang yang diarahkan kepada Luis Diaz dihalangi bek Swiss sehingga serangan tidak berkembang menjadi peluang berbahaya.

Peran kiper menjadi benang merah jalannya laga. Camilo Vargas tampil dominan dalam menghentikan ancaman-ancaman yang datang setelah Swiss menekan, termasuk upaya yang lebih keras dan terukur. Di sisi lain, Gregor Kobel juga terlihat siap setiap kali Kolombia mencoba meningkatkan intensitas serangan, sehingga transisi peluang berubah menjadi duel satu lawan satu yang berakhir tanpa gol dan membuat kedua tim kesulitan menembus garis terakhir lawan.

Hingga turun minum, hasil akhir 0-0 tidak datang dari kurangnya upaya, melainkan dari efektivitas yang terbatas di depan gawang dan ketatnya pengawalan di belakang. Catatan percobaan yang tidak sepenuhnya diikuti tembakan on target, ditambah peluang yang terhenti sebelum menjadi peluang bersih, semakin menegaskan bahwa laga babak 16 besar ini berjalan dalam kerangka strategi defensif yang disiplin.