jurnalistik.co.id – Apple diproyeksikan mampu menjual sekitar 6 juta unit iPhone Duo pada 2026. Perkiraan ini disampaikan Counterpoint Research sebagai gambaran awal mengenai performa perangkat lipat perdana perusahaan tersebut.
Angka 6 juta unit tersebut, menurut analis senior Counterpoint, Ivan Lam, lebih menggambarkan penjualan segmen ponsel lipat yang masih tergolong niche. Dengan kata lain, proyeksi itu tidak otomatis disamakan dengan ritme penjualan smartphone Apple pada lini produk yang lebih mapan.
Ivan Lam juga menekankan bahwa realisasi angka tersebut sangat bergantung pada seberapa baik Apple meningkatkan produksi perangkat baru itu. Bila kapasitas produksi dapat digenjot secara efektif, peluang untuk mendekati target penjualan akan ikut membaik.
iPhone Duo sendiri diposisikan di jajaran produk puncak Apple dan dipandang sebagai harapan industri untuk mengerek minat konsumen pada ponsel lipat. Sejumlah pihak biasanya menanti respons pasar, karena produk lipat sering menjadi indikator awal apakah segmen ini siap meluas ke lebih banyak pengguna.
Dari sisi jadwal rilis, iPhone Duo dijadwalkan meluncur pada Oktober. Perangkat ini juga disebut memiliki harga US$1.999, yang menempatkannya pada level premium sejak awal.
Dorongan ke ekosistem perangkat lipat
Proyeksi Counterpoint tersebut muncul di tengah proyeksi pasar yang juga menyoroti dinamika perangkat lipat. IDC memperkirakan pengiriman perangkat lipat akan tumbuh 13% menjadi 22,9 juta unit pada tahun ini.
Dalam proyeksi IDC, kontribusi Apple menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan tersebut. Tanpa kehadiran iPhone Duo, IDC menyebut segmen perangkat lipat justru berpotensi mengalami penurunan.
Berita Terkait
Dengan demikian, iPhone Duo tidak hanya dipandang sebagai produk baru Apple, tetapi juga sebagai faktor yang dapat memengaruhi arah keseluruhan pasar perangkat lipat. Bila peluncuran berjalan sesuai ekspektasi dan ketersediaan produk mencukupi, segmen ini berpeluang mempertahankan tren positif yang diproyeksikan.
Sebaliknya, jika tantangan produksi membuat distribusi perangkat tidak optimal, pertumbuhan segmen bisa melambat. Pada titik itu, proyeksi yang menyandarkan pertumbuhan segmen pada kontribusi Apple akan menghadapi tekanan dari keterbatasan supply.
Counterpoint menempatkan capaian penjualan iPhone Duo pada tahun ini sebagai cerminan dari keberhasilan Apple mengatasi tantangan tersebut. Karena pasar ponsel lipat masih relatif sempit dibanding lini smartphone pada umumnya, kinerja produk perdana di segmen ini juga ikut menentukan persepsi pasar.
Dengan harga US$1.999 dan rencana rilis pada Oktober, iPhone Duo menjadi fokus perhatian karena berpotensi menjadi pemicu baru minat konsumen terhadap perangkat lipat. Namun, target penjualan sekitar 6 juta unit tetap akan sangat ditentukan oleh kemampuan Apple meningkatkan produksi, seperti yang disorot dalam analisis Counterpoint.
Di saat yang sama, proyeksi IDC memperlihatkan betapa pentingnya kontribusi Apple bagi arah pertumbuhan segmen perangkat lipat. Jika iPhone Duo benar-benar membantu menguatkan volume pasar, angka pengiriman yang diproyeksikan IDC menjadi 22,9 juta unit dan pertumbuhan 13% akan lebih masuk akal.
Sebaliknya, ketika kontribusi Apple tidak cukup memberikan dorongan, IDC menyatakan segmen perangkat lipat bisa turun. Dari dua sudut pandang tersebut, benang merahnya adalah produk iPhone Duo dipandang sebagai penentu sentimen dan momentum pasar lipat dalam periode berjalan.
Gabungan proyeksi dari Counterpoint dan IDC membuat gambaran pasar perangkat lipat terlihat saling melengkapi. Angka penjualan awal iPhone Duo yang berada di kisaran 6 juta unit tetap dibaca sebagai sinyal untuk segmen yang masih terbatas, sementara proyeksi IDC menempatkan gerak keseluruhan pasar pada ketersediaan produk dan peran Apple di dalamnya.
Dalam konteks itu, keberhasilan iPhone Duo tidak hanya dinilai dari respons awal konsumen, melainkan juga dari seberapa lancar Apple mengubah rencana menjadi pasokan yang bisa diterima pasar. Jika peningkatan produksi dan distribusi berjalan mulus, tren pertumbuhan yang diproyeksikan IDC cenderung lebih stabil. Sebaliknya, hambatan supply bisa membuat momentum menjadi tidak sebesar yang diantisipasi.
Karena pasar perangkat lipat masih termasuk ceruk, kinerja produk perdana Apple di lini ini mudah memengaruhi persepsi publik terhadap kesiapan segmen tersebut. Rilis yang dijadwalkan Oktober dan posisi harga premium ikut memperkuat perhatian, sehingga setiap realisasi penjualan dan ketersediaan perangkat akan menjadi tolok ukur yang dipakai untuk membaca arah industri pada periode berjalan.












