jurnalistik.co.id – Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyatakan otoritasnya telah melumpuhkan infrastruktur daring yang diduga dipakai oleh peretas yang mendapat dukungan dari negara China. Dalam pernyataan resmi tersebut, pihak berwenang mengaitkan serangan itu dengan upaya menargetkan lembaga-lembaga pemerintah dan infrastruktur vital di Amerika Serikat.
Menurut departemen tersebut, operasi penindakan dilakukan dengan mematikan infrastruktur yang relevan melalui kerja gabungan bersama FBI. Langkah itu disebut menekan aktivitas yang sebelumnya berhubungan dengan kelompok peretasan yang dituduh memiliki dukungan negara asal.
Departemen Kehakiman menyebut sejumlah institusi sebagai sasaran serangan yang diduga terkait kelompok tersebut. Di antaranya adalah NASA, Federal Reserve atau The Fed, Departemen Energi, serta Senat AS.
Penetapan sasaran ini dipakai untuk menggambarkan cakupan ancaman yang dianggap ditujukan pada wilayah pemerintahan dan komponen layanan penting. Dengan menyebut lembaga-lembaga tersebut, otoritas menegaskan bahwa target tidak terbatas pada satu sektor administratif saja.
Departemen Kehakiman juga menyampaikan bahwa kelompok yang terkait dengan China bernama QTFY disebut menjadi pihak di balik serangan. Dugaan tersebut mengacu pada keterkaitan kelompok itu dengan infrastruktur daring yang telah dinonaktifkan dalam operasi gabungan.
Dalam keterangan lebih lanjut, departemen tersebut menyebut QTFY dipekerjakan oleh Nanjing Xinjiuwei Network Technology Company yang berbasis di China. Penyebutan perusahaan ini diarahkan untuk menunjukkan pihak yang disebut berperan dalam pengaturan atau penyediaan layanan peretasan.
Departemen Kehakiman menambahkan bahwa perusahaan tersebut menawarkan layanan peretasan kepada pelanggan yang membayar. Dari sisi pembuktian klaim yang disebutkan dalam pernyataan, penggambaran hubungan pelanggan bertujuan menegaskan dugaan adanya permintaan layanan peretasan dari pihak tertentu.
Berita Terkait
Dalam pernyataan tersebut, disebutkan bahwa pelanggan yang membayar mencakup Kementerian Keamanan Negara China. Selain itu, disebut pula Tentara Pembebasan Rakyat atau PLA sebagai pihak yang disebut menggunakan layanan yang ditawarkan.
Pelaksanaan tindakan juga dikaitkan dengan penggunaan dua platform yang telah dinonaktifkan. Departemen Kehakiman menempatkan pematian platform sebagai bagian dari upaya bersama yang disebut dilakukan bersama FBI untuk menghentikan pemanfaatan infrastruktur oleh kelompok yang dituduh.
Dengan rangkaian informasi itu, pesan utama pernyataan departemen adalah adanya penghentian jalur operasional yang dinilai terkait jaringan peretasan. Otoritas menekankan bahwa penindakan tidak hanya berhenti pada identifikasi dugaan, tetapi juga pada langkah teknis untuk melumpuhkan komponen yang digunakan dalam upaya menyerang lembaga-lembaga yang disebutkan.
Disebutkannya NASA, The Fed, Departemen Energi, dan Senat AS juga memperlihatkan bahwa otoritas memandang serangan sebagai ancaman terhadap fungsi pemerintahan dan infrastruktur penting. Klaim tersebut disampaikan bersamaan dengan atribusi kepada QTFY, serta pengaitan kerja kelompok itu dengan Nanjing Xinjiuwei Network Technology Company.
Pada akhirnya, Departemen Kehakiman menempatkan operasi gabungan dengan FBI sebagai bagian dari penanganan yang lebih luas terhadap aktivitas peretasan yang diduga mendapat dukungan dari negara. Melalui penonaktifan dua platform dan pelumpuhan infrastruktur daring yang diduga digunakan, otoritas berupaya mengurangi ruang gerak pihak-pihak yang disebut menjadi pelaku dalam skema tersebut.
Dalam uraian yang disampaikan, otoritas juga menekankan bahwa langkah yang diambil bersifat operasional, bukan sekadar pernyataan penilaian. Penindakan diposisikan sebagai cara untuk memutus rangkaian penggunaan infrastruktur daring yang disebut berperan dalam upaya penyerangan terhadap pihak-pihak yang dikategorikan sebagai lembaga pemerintah dan infrastruktur vital.
Selain menyebut daftar sasaran, departemen tersebut menguraikan rangkaian keterkaitan yang membangun alur dugaan, mulai dari identifikasi kelompok QTFY hingga rujukan pada Nanjing Xinjiuwei Network Technology Company. Klaim tentang adanya layanan yang ditawarkan kepada pelanggan yang membayar—termasuk Kementerian Keamanan Negara China serta PLA—dipakai untuk memperkuat gambaran bahwa akses dan pemanfaatan infrastruktur dilakukan melalui pihak yang diduga menyediakan layanan peretasan.
Dengan memusatkan perhatian pada penonaktifan dua platform serta pelumpuhan infrastruktur yang relevan, pernyataan itu menggambarkan tujuan memperkecil kemungkinan serangan berlanjut. Pesan keseluruhannya adalah bahwa otoritas menutup jalur penggunaan teknis yang dinilai terkait dengan skema peretasan tersebut, sambil menegaskan peran kerja sama bersama FBI dalam pelaksanaan tindakan.












