jurnalistik.co.id – Rincian klaim pendanaan dan dukungan survei
Selain isu donasi sebesar £500.000, Channel 4 News juga memaparkan bagian lain dari rekaman yang melibatkan Orr. Dalam film yang ditayangkan, sebelum pembahasan donasi setengah juta pound, Orr disebut menyarankan bahwa ayah mungkin dapat membayar biaya jajak pendapat untuk membantu kampanye Reform. Disebutkan biaya jajak pendapat itu sebesar £18.000 ditambah VAT, dan Orr diklaim menyatakan bahwa perusahaan jajak pendapat bisa mengirim tagihan kepada reporter penyamaran. Channel 4 News menyebut Reform telah memesan tiga survei dengan biaya total £32.500. Selain itu, laporan menyatakan publik tidak diberi tahu siapa yang memesan atau mendanai survei tersebut. Menurut kerangka regulasi yang disebutkan, tidak mengungkap pendanaan semacam itu dapat dinilai melanggar, dan menerima donasi asing dengan cara tersebut juga dinilai ilegal. Seorang juru bicara Electoral Commission menyampaikan pada Kamis bahwa hukum mengharuskan partai melaporkan semua donasi yang memenuhi syarat yang diterima dengan nilai di atas £11.180, serta semua donasi yang tidak memenuhi syarat di atas £500. Juru bicara itu juga menekankan bahwa informasi mengenai potensi upaya menghindari kontrol donasi adalah untuk dipertimbangkan oleh kepolisian. Dalam perkembangan lanjutan, pada Jumat pagi Lee Anderson selaku ketua Reform mengatakan kepada Sky News bahwa tidak ada kemungkinan Jukes dan Orr kembali ke partai. Pernyataan tersebut kemudian terlihat berseberangan dengan komentar Richard Tice yang merupakan wakil pemimpin Reform. Tice mengatakan kepada BBC Radio 4’s Today Programme bahwa tidak “semestinya” bagi individu mana pun menentukan keputusan itu ketika penyelidikan masih berlangsung. Dengan demikian, pengunduran diri dua pejabat Reform menjadi langkah politik dan manajerial yang signifikan di tengah proses hukum dan investigasi media. Bagi partai, keputusan untuk menghentikan sementara peran Jukes dan Orr sekaligus upaya menjaga agar penyelidikan internal berjalan independen. Bagi publik dan pengamat, rangkaian klaim mengenai donasi asing dan pendanaan jajak pendapat berpotensi menjadi ujian serius bagi kepatuhan Reform UK dalam aturan pendanaan politik yang berlaku.Dua pejabat Reform Inggris mundur setelah laporan penyamaran terkait donasi partai
Reform UK mengumumkan bahwa dua pejabat seniornya telah mundur dari jabatan, menyusul laporan penyamaran yang menyinggung pendanaan partai. Keputusan ini diambil saat partai menyiapkan penyelidikan internal atas sejumlah klaim yang disiarkan Channel 4 News.
Juru di balik langkah tersebut adalah Dan Jukes, yang disebut sebagai salah satu penasihat senior Nigel Farage, serta James Orr yang tercatat sebagai kepala kebijakan Reform UK. Keduanya “stand down” sambil menunggu hasil pemeriksaan internal, menurut pernyataan partai pada Jumat. Reform juga menyatakan penyelidikan harus berjalan “secara independen” dan tanpa memengaruhi posisi siapa pun sebelum temuan keluar.
Partai menambahkan bahwa untuk saat ini mereka tidak akan memberikan komentar lanjutan. Namun, langkah mundur dua pejabat tersebut berpotensi langsung membayangi agenda Reform UK, termasuk konferensi partai yang berlangsung di Birmingham, dengan hari pertama penuh dimulai pada Jumat. Dalam konteks politik Inggris yang sedang panas, isu pendanaan partai biasanya cepat menjadi sorotan karena menyangkut kepatuhan hukum pemilu.
Menurut Channel 4 News, tayangan yang disiarkan pada Kamis malam menunjukkan rekaman penyamaran yang melibatkan Jukes. Dalam rekaman itu, Jukes disebut memberi isyarat mengenai cara mengakali aturan pemilihan untuk mengamankan donasi asing senilai ÂŁ500. Channel 4 News juga menyebut proses penyamaran dilakukan oleh sebuah kelompok bernama Verbatim Investigations.
Verbatim Investigations disebut dibentuk oleh jurnalis dari Centre for Climate Reporting. Channel 4 News mengklaim mereka telah memverifikasi materi yang diterima sebelum memilih untuk menyiarkannya. Sementara itu, Reform membantah adanya pelanggaran dan menyebut partainya menjadi sasaran “hoax” yang dipelopori aktivis berlandaskan isu perubahan iklim yang didanai pihak luar.
Kontroversi ini kemudian merembet ke jalur penegakan hukum. Labour dan Liberal Democrats melaporkan Reform ke Metropolitan Police terkait dugaan dalam laporan tersebut. Pihak kepolisian menyatakan pada Kamis bahwa mereka akan menilai perkara tersebut dan informasi yang diserahkan kepada mereka.
Terkait pengunduran diri, Dan Jukes menyatakan ia membantah kesalahan dan mengatakan telah “menjauh dari politik” agar dapat membersihkan namanya. BBC juga menyatakan telah menghubungi James Orr untuk meminta komentar, namun laporan tersebut belum memuat respons dari Orr.
Sementara itu, Nigel Farage merespons pada Jumat dengan menyebut bahwa “sepasang kontraktor” telah mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak diucapkan. Menurut Farage kepada LBC, kedua orang tersebut “dikeluarkan” pada pagi hari tersebut. Farage juga menegaskan bahwa partai tidak melanggar hukum dan tidak mengambil uang “mencurigakan” atau semacamnya, serta menggambarkan situasi ini sebagai sesuatu yang tidak melibatkan dana ilegal.
Dalam tayangan Channel 4 News, rekaman menampilkan momen makan siang di Clacton, Essex. Seorang reporter menyamar sebagai “anak” yang berbasis di Inggris, sementara seorang aktor berperan sebagai “ayah” yang dikatakan berasal dari Amerika. Di depan keduanya disebut hadir Jukes dan Farage.
Farage terdengar mengatakan bahwa semuanya “sesuai prosedur” setelah sang “anak” menyatakan ia telah berdiskusi dengan kedua pejabat itu dalam beberapa waktu. Dalam rekonstruksi percakapan tersebut, sang “anak” mengatakan ia akan bertindak sebagai donor yang terdaftar, sementara ayah akan mengirimkan uang, lalu dana itu dapat tersedia setelah serangkaian percakapan selesai.
Dalam aturan pendanaan politik, hukum pemilu menetapkan bahwa donor yang memenuhi syarat untuk partai politik harus merupakan pemilih terdaftar di Inggris, atau perusahaan yang terdaftar di Inggris. Dari keterangan yang disajikan dalam laporan itu, donor yang disebut sebagai “anak” akan memenuhi syarat, sedangkan “ayah” tidak. Channel 4 News juga menyatakan bahwa pengaturan semacam itu berpotensi berkaitan dengan upaya menghindari kontrol donasi.












