Teknologi

Ribuan Akun Dropbox Inc Disusupi Hacker: Data Pengguna Dipantau dan Diunduh

×

Ribuan Akun Dropbox Inc Disusupi Hacker: Data Pengguna Dipantau dan Diunduh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hacker Bobol Pertahanan Dropbox, Data Pengguna Diretas - Teknologi

jurnalistik.co.id – Dropbox menghadapi insiden keamanan yang melibatkan peretasan terhadap ribuan akun pengguna. Perusahaan menyebut peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus lalu, ketika pihak lain yang tidak berwenang masuk ke layanan penyimpanan awan mereka.

Dalam penjelasannya, Dropbox menyatakan para pelaku peretasan memantau serta mengunduh materi yang tersimpan di platform cloud tersebut. Pernyataan itu juga disertai informasi dari catatan yang dilihat media.

Menurut keterangan juru bicara Dropbox, sekitar 5.000 akun Dropbox diretas. Namun, tidak semua akun yang berhasil diakses kemudian dipakai untuk mengambil data.

Tim Rathschmidt, melalui email yang dikutip dalam laporan, menyebut para peretas dapat menjangkau file di kurang dari sepertiga dari total akun yang terdampak. Artinya, jangkauan aktivitas penyerang pada tahap pengambilan file tidak mencakup keseluruhan akun yang berhasil dimasuki.

Dropbox mengaitkan temuan ini pada serangkaian akses yang terjadi pada periode bulan Agustus. Setelah mengetahui adanya masalah, perusahaan kemudian melakukan langkah-langkah untuk mengamankan akun-akun yang terlibat.

Perusahaan menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara cepat untuk menutup celah yang dimanfaatkan selama insiden. Dropbox juga menyebut telah mengambil langkah-langkah tambahan untuk meminimalkan dampak lanjutan terhadap pengguna.

Selain tindakan pengamanan internal, Dropbox juga menyatakan telah memberi tahu pihak regulator dan pengguna yang terkena dampak. Informasi terkait notifikasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari respons perusahaan terhadap kejadian keamanan.

Insiden ini turut berpengaruh pada sentimen pasar terhadap perusahaan. Saham Dropbox tercatat anjlok hingga 6,6% dalam perdagangan pasca-pasar pada hari Selasa, mencerminkan reaksi investor terhadap kabar peretasan.

Rincian akses: tidak seluruh akun berisi pengunduhan

Dalam komunikasi perusahaan, poin yang ditekankan adalah pola akses yang tidak merata. Dari total sekitar 5.000 akun yang disebut diretas, para pelaku hanya berhasil mengakses file di sebagian kecil, yakni kurang dari sepertiga akun.

Dengan demikian, skala aktivitas penyerang pada level pengambilan data lebih terbatas dibandingkan jumlah akun yang berhasil dimasuki. Perbedaan ini penting karena menunjukkan bahwa keberhasilan akses awal tidak otomatis berarti seluruh target kemudian dieksploitasi secara penuh.

Dropbox juga menggambarkan bahwa tindakan yang dilakukan mencakup pemantauan dan pengunduhan materi yang tersimpan pada layanan cloud-nya. Penekanan pada dua aktivitas tersebut menunjukkan bahwa selain akses, ada upaya pengambilan informasi dari sistem.

Meski demikian, perusahaan menempatkan responsnya pada pengamanan akun-akun yang terlibat setelah masalah diketahui. Langkah tersebut menandakan adanya proses mitigasi untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut dari akses yang sempat terjadi.

Respons perusahaan dan pemberitahuan kepada pihak terkait

Dalam tahap tanggap insiden, Dropbox menyatakan segera mengamankan akun-akun yang terpengaruh ketika perusahaan menyadari adanya permasalahan. Upaya mitigasi dilakukan untuk mengurangi potensi dampak terhadap data pengguna.

Perusahaan juga menyebut telah memberi tahu pihak regulator. Notifikasi kepada otoritas terkait biasanya menjadi bagian dari tata kelola respons insiden, terutama ketika ada potensi risiko terhadap keamanan data pengguna.

Dropbox turut menyampaikan bahwa pengguna yang terkena dampak juga telah diberi informasi. Pemberitahuan kepada pengguna dimaksudkan agar mereka memahami situasi yang terjadi dan dapat menyesuaikan langkah perlindungan sesuai arahan perusahaan.

Melalui rangkaian informasi yang disampaikan juru bicara, perusahaan berupaya menjelaskan batasan dampak berdasarkan hasil penelusuran. Detail mengenai proporsi akun yang file-nya dapat diakses membantu memetakan tingkat keterlibatan penyerang.

Dampak ke pasar dan perhatian publik

Di luar aspek teknis, insiden ini membawa konsekuensi ke pasar. Saham Dropbox anjlok hingga 6,6% pada perdagangan pasca-pasar hari Selasa, yang menunjukkan bahwa informasi keamanan dapat langsung memengaruhi kepercayaan investor.

Reaksi pasar tersebut biasanya muncul ketika perusahaan mengonfirmasi adanya akses tidak sah dan memberikan gambaran awal terkait skala kejadian. Dalam kasus ini, angka sekitar 5.000 akun dan rincian bahwa akses file terjadi di kurang dari sepertiga akun menjadi bagian dari informasi yang menonjol.

Bagi pengguna layanan cloud, kabar seperti ini juga meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan akun. Perusahaan menekankan bahwa respons dilakukan setelah mengetahui masalah, sekaligus menyertakan notifikasi kepada pihak regulator dan pengguna yang terdampak.

Dengan langkah pengamanan dan proses pemberitahuan yang disebutkan, Dropbox berupaya mengendalikan dampak insiden yang terjadi pada bulan Agustus. Ke depan, perhatian akan tertuju pada bagaimana perusahaan memastikan perlindungan berlapis berjalan efektif dan mencegah kejadian serupa terulang.