jurnalistik.co.id – Manchester Airport Group (MAG) mengabarkan adanya insiden keamanan siber yang menargetkan data pengguna di tiga bandara utama Inggris. Dalam pengumumannya, perusahaan menyatakan peretas memperoleh data milik hampir sembilan juta orang.
MAG adalah pengelola Manchester Airport, East Midlands Airport, serta London Stansted. Menurut keterangan perusahaan, akses tidak sah terjadi pada akhir pekan, ketika pelaku berupaya mengumpulkan informasi kontak dan sejumlah data identifikasi pelanggan.
Dalam penjelasan yang disampaikan, MAG menyebut data yang diperoleh meliputi detail kontak, registrasi kendaraan, dan kode pos. Perusahaan juga menyatakan bahwa “at no point has passenger safety or aviation security been compromised” selama insiden berlangsung.
MAG menambahkan bahwa sistem yang berhasil diretas tidak menyimpan rincian bank atau pembayaran pelanggan. Dengan kata lain, peretas tidak mendapatkan informasi yang berkaitan dengan rekening maupun data transaksi.
Jumlah pelanggan yang terdampak disebut berada di kisaran 8,7 juta. Perusahaan menyebutkan “The data of about 8.7 million customers was accessed,” dan menyampaikan bahwa sebagian besar data yang dijangkau berkaitan dengan alamat email serta pendaftaran layanan WiFi di area terminal.
Jenis data yang diakses dan sumbernya
MAG menjelaskan alamat email yang diperoleh pelaku berasal dari pelanggan yang mendaftar untuk WiFi di lokasi bandara. Informasi tersebut muncul ketika pengguna melakukan registrasi pada layanan WiFi on-site saat berada di terminal.
Sementara itu, data yang lebih rinci, termasuk registrasi kendaraan, diperoleh dari aktivitas pengguna yang melibatkan layanan lain di bandara. Perusahaan menyebut data tersebut terkait dengan pemesanan ruang parkir, pengaturan akses ke ruang tunggu (lounge), serta pemesanan fast-track.
Dalam pernyataan resminya, MAG menempatkan penanganan insiden sebagai prioritas. Perusahaan menyampaikan, “We would like to reassure customers that Manchester Airport Group takes the security of customer information extremely seriously and we apologise for any inconvenience or concern caused.”
Berita Terkait
Langkah penahanan dan pemberitahuan
Menurut MAG, perusahaan baru mengetahui peretasan tersebut pada hari Selasa. Setelah itu, tim segera mencegah risiko agar pelaku tidak memperoleh akses tambahan.
MAG menyebut telah “immediately contained the risk and have been working with specialist advisors and taking appropriate steps to protect our customers and systems.” Perusahaan juga menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan otoritas terkait, melalui kalimat, “We have informed and are working with the relevant authorities.”
Selain langkah penahanan, MAG mengabarkan bahwa pihaknya juga memberitahukan pelanggan yang terdampak. Perusahaan menegaskan upaya itu dilakukan untuk memastikan pengguna memahami situasi dan dapat merespons dengan tepat.
Imbauan kewaspadaan untuk pelanggan
MAG mendorong pelanggan agar tetap waspada terhadap potensi upaya penipuan lanjutan. Pengguna diimbau memperhatikan email, pesan teks, maupun panggilan telepon mencurigakan, serta menghindari membuka lampiran dari kontak yang tidak dikenal.
Perusahaan juga menyatakan identitas pelaku telah diketahui, dan otoritas terkait telah diberi informasi. Langkah ini diharapkan mempercepat proses penanganan dan investigasi lanjutan atas insiden keamanan siber tersebut.
Bagi pelanggan yang memiliki data yang mungkin bersinggungan dengan pendaftaran WiFi atau layanan bandara lain, imbauan untuk memeriksa keaslian pesan menjadi bagian penting dari respons pascainsiden. MAG menekankan bahwa meski insiden terjadi, aspek keselamatan penumpang dan keamanan penerbangan tidak dikompromikan selama kejadian berlangsung.
Insiden ini menegaskan kembali tantangan perlindungan data pada layanan berbasis pendaftaran dan integrasi aktivitas pelanggan di bandara. Dengan keterangan bahwa “The data of about 8.7 million customers was accessed,” MAG menyatakan akan terus bekerja untuk melindungi sistem dan informasi pengguna, termasuk melalui konsultasi bersama penasihat spesialis dan otoritas relevan.












