jurnalistik.co.id – China menyampaikan sikap terkait rencana dialog AI dengan Amerika Serikat, menjelang kunjungan kenegaraan Xi Jinping ke AS pada 24 September. Kritik itu disampaikan melalui akun Yuyuantantian yang berafiliasi dengan stasiun penyiaran negara CCTV.
Dalam unggahan pada Minggu, 31 Agustus 2026, pukul 19:50, akun tersebut menuduh Anthropic PBC melampaui batas. Yuyuantantian juga menegaskan bahwa sebelum diskusi āsubstansialā dengan China, AS perlu memenuhi persyaratan tertentu.
Postingan itu menyatakan bahwa pihak AS harus membuktikan kepatuhan yang sama terhadap aturan keselamatan, pengungkapan, dan audit. Dalam narasi tersebut, pembahasan hanya dapat dilakukan setelah standar yang dimaksud disetarakan.
āHarus ada perbedaan yang jelas antara ancaman keamanan yang sebenarnya dan sekadar persaingan teknologi,ā kata postingan tersebut.
Akun itu melanjutkan, āGaris pemisah ini harus ditetapkan bersama oleh semua pihak yang terlibat.ā Pernyataan ini menempatkan penentuan batas sebagai sesuatu yang perlu disepakati bersama, bukan ditentukan sepihak.
Selain menyinggung garis pemisah, akun juga menyebut AS perlu tunduk pada aturan keselamatan, kewajiban pengungkapan, dan audit sebelum diskusi berlangsung.
Pejabat dari AS dan China diperkirakan akan mengadakan dialog mengenai AI sebelum kunjungan Xi Jinping ke AS pada 24 September. Kunjungan itu direncanakan untuk menghadiri KTT bersama Donald Trump.
Berita sebelumnya menyebutkan bahwa belum ada tanggal pasti untuk dialog AI tersebut. Pejabat China bulan lalu juga masih mencari kejelasan terkait agenda, termasuk memutuskan siapa yang akan dikirim.
Dengan kata lain, tahap persiapan masih mencakup klarifikasi jadwal dan rincian pihak yang terlibat sebelum pembahasan mengenai AI dilakukan.
Akun Yuyuantantian kemudian mengarahkan kritiknya pada model Claude milik Anthropic. Dalam unggahan itu, akun menyebut klaim yang terkait perilaku model terhadap data pengguna.
Berita Terkait
Akun tersebut menuduh Claude telah melampaui batas-batas data pengguna. Selain itu, Yuyuantantian menyebut adanya pemantauan terselubung yang dilakukan oleh model.
Dalam bagian lain unggahan, akun juga menyatakan bahwa Claude mengirimkan domain situs web tanpa izin. Anthropic PBC disebut sebagai perusahaan AI yang terkait dengan model Claude yang menjadi sasaran kritik.
Prasyarat dialog dan pembahasan sebelum 24 September
Dalam unggahan tersebut, dialog AI tidak dikaitkan hanya pada pembahasan teknis. Akun Yuyuantantian menempatkan aturan keselamatan, pengungkapan, serta audit sebagai hal yang harus dipenuhi lebih dulu oleh pihak AS.
Akun tersebut menyebut adanya kebutuhan pemilahan antara ancaman keamanan yang dianggap benar-benar nyata dan persaingan teknologi. Pernyataan mengenai garis pemisah juga disebut harus ditetapkan bersama oleh semua pihak yang terlibat.
Secara paralel, tuduhan terhadap Claude diarahkan pada tiga hal yang ditulis oleh akun: pelampauan batas data pengguna, pemantauan terselubung, serta pengiriman domain situs web tanpa izin.
Pejabat AS dan China diperkirakan tetap membahas AI sebelum kunjungan Xi Jinping pada 24 September. Namun, karena belum ada tanggal pasti dan masih ada klarifikasi agenda, rincian pelaksanaan dialog belum ditetapkan.
Informasi yang beredar juga menyebut bahwa pihak China tengah mencari kejelasan mengenai agenda, termasuk menentukan siapa yang akan diutus. Menjelang 24 September, pesan dalam unggahan itu tetap menekankan syarat kepatuhan sebelum pembahasan dilakukan.
Dalam kritiknya, akun Yuyuantantian yang terhubung dengan stasiun penyiaran negara menekankan bahwa pembahasan tidak seharusnya dimulai sebelum kerangka keselamatan, kewajiban pengungkapan, dan proses audit disamakan terlebih dulu. Dengan begitu, isu dialog diposisikan sebagai mekanisme kepatuhan, bukan sekadar adu posisi teknologi.
Selain menyoroti syarat-syarat pra-diskusi, unggahan tersebut juga mengaitkan model Claude dengan sejumlah keberatan: disebut melampaui batas data pengguna, ada pemantauan terselubung, serta dugaan pengiriman domain situs tanpa izin. Di tengah perbedaan narasi tersebut, kerja koordinasi agenda tetap diperlukan menjelang pertemuan sebelum kunjungan Xi Jinping pada 24 September yang rencananya juga terkait kehadiran pada KTT bersama Donald Trump.












