Teknologi

SpaceX Menggelar Peluncuran Teleskop Antariksa NASA Pemburu Energi Gelap

×

SpaceX Menggelar Peluncuran Teleskop Antariksa NASA Pemburu Energi Gelap

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: SpaceX Luncurkan Teleskop Antariksa NASA Pemburu Energi Gelap - Teknologi

jurnalistik.co.id – Pada hari Minggu (30/8/2026), wahana Nancy Grace Roman milik NASA dibawa ke ruang angkasa melalui peluncuran SpaceX.

Peluncuran ini membawa teleskop yang menelan biaya US$4,3 miliar atau setara Rp76,35 triliun ke luar angkasa, untuk dipakai mempelajari alam semesta dalam periode panjang.

Roman bertengger di puncak roket Falcon Heavy milik SpaceX, sebuah kendaraan antariksa yang digunakan untuk mengantar wahana ke jalur penerbangan menuju target.

Wahana tersebut lepas landas pada pukul 07.26 waktu setempat dari Cape Canaveral, Florida, lalu dibawa pada lintasan menuju orbit.

Setelah lepas landas, teleskop ditempatkan pada jalur menuju tujuan akhirnya, yakni orbit berjarak sekitar 1 juta mil dari Bumi.

Jarak orbit tersebut menjadi acuan perjalanan Roman sebelum mulai menjalankan program pengamatan, terutama setelah wahana berada di posisi yang ditentukan misi.

Di orbit sekitar 1 juta mil itu, Roman akan mulai melakukan pengamatan langit paling cepat pada bulan Desember.

Pengamatan paling cepat pada Desember dipakai sebagai langkah awal jadwal observasi, sebelum rangkaian studi berlanjut selama keseluruhan masa operasi.

Secara keseluruhan, misi Roman direncanakan berlangsung lima hingga 10 tahun, sehingga pengamatan bisa dijalankan dalam rentang waktu yang luas.

Durasi tersebut memberi ruang bagi pelacakan fenomena yang dianggap paling eksotis di alam semesta, sesuai dengan rancangan pengamatan teleskop.

Roman dirancang khusus untuk memburu beberapa kekuatan paling membingungkan dan misterius di kosmos, bukan untuk satu pengamatan sesaat.

Secara khusus, teleskop ini mempelajari materi gelap dan energi gelap—jenis materi dan kekuatan yang diyakini menyelimuti kosmos.

Namun, hingga saat ini materi dan energi gelap belum dapat diamati secara langsung oleh para ilmuwan, sehingga pendekatan pengamatan menjadi kunci.

Roman akan menelusuri petunjuk dari pengaruh yang ditinggalkan kedua komponen tersebut melalui pengamatan serta pemetaan langit.

Upaya pemetaan itu berfokus pada bagaimana materi gelap dan energi gelap membentuk bintang serta galaksi yang jauh.

Dengan melihat pola pembentukan pada skala kosmik, Roman diarahkan untuk menggambarkan peran dua komponen misterius itu dalam struktur alam semesta.

Roman juga diarahkan untuk membantu ilmuwan menjawab pertanyaan mendasar mengenai bagaimana alam semesta kita mengembang.

Pertanyaan tentang ekspansi kosmos ditempatkan sebagai bagian dari tujuan riset Roman, sejalan dengan hasil pengamatan yang dikumpulkan di orbit.

Rangkaian pengamatan yang dimulai pada bulan Desember diatur agar Roman dapat memulai programnya lebih cepat, sebelum pekerjaan pemetaan berjalan sepanjang misi.

Selama masa operasi lima hingga 10 tahun, teleskop terus menjalankan studi terhadap materi gelap dan energi gelap sesuai rancangan jadwal.

Fokus pada materi gelap dan energi gelap membuat misi Roman mengutamakan pemetaan struktur kosmik, sekaligus memperdalam pengamatan terhadap bintang dan galaksi jauh.

Roman akan melakukan pengamatan langit paling cepat pada bulan Desember dari orbit sekitar 1 juta mil, lalu meneruskan studi materi gelap dan energi gelap hingga masa misi berakhir.

Pada akhirnya, peluncuran ini menempatkan Roman pada jalur menuju orbit sekitar 1 juta mil dari Bumi untuk mulai pengamatan paling cepat pada Desember.

Dari posisi tersebut, NASA menjalankan misi yang dirancang mempelajari fenomena paling eksotis di alam semesta dan membantu menjawab bagaimana kosmos mengembang.

Peluncuran SpaceX ini menjadi tahap awal yang mengantar teleskop Nancy Grace Roman masuk ke fase pengamatan jarak jauh selama lima hingga 10 tahun.

Setelah mencapai orbit sekitar 1 juta mil, fase awal observasi disiapkan untuk mengumpulkan data penanda yang kemudian diolah menjadi pijakan sebelum rangkaian pemetaan berlanjut sepanjang masa misi.

Dengan menelusuri jejak pengaruh materi gelap dan energi gelap pada pembentukan struktur kosmik, Roman diarahkan untuk membantu memahami keterkaitan keduanya dengan bintang dan galaksi jauh, serta mendukung studi mengenai ekspansi alam semesta.