jurnalistik.co.id – Kebakaran melibatkan sebuah mobil Toyota Kijang yang terbakar setelah mengisi bahan bakar minyak di SPBU Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7/2026) pagi.
Peristiwa itu terjadi di lokasi pengisian BBM di kawasan tersebut. Insiden lalu mengundang respons cepat dari petugas pemadam kebakaran setempat setelah laporan diterima.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan kebakaran diduga bermula dari korsleting pada kendaraan usai proses pengisian BBM selesai.
Asril menyampaikan, “Setelah mengisi bahan bakar, mobil terjadi korsleting dan menyebabkan mengeluarkan asap dan api,” saat dikonfirmasi Kompas.com pada Minggu (26/7/2026).
Insiden pertama kali dilaporkan pada pukul 10.03 WIB. Setelah menerima laporan, petugas kemudian menyiapkan penanganan di lokasi dengan mengerahkan unit pemadam serta personel terkait.
Asril menjelaskan, sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi bersama delapan personel. Unit berangkat pada pukul 10.03 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 10.10 WIB.
Begitu tiba, proses pemadaman dilakukan. Api berhasil dilokalisasi enam menit kemudian, yakni pada pukul 10.16 WIB, sehingga penyebaran api dapat ditekan selama penanganan berlangsung.
Berita Terkait
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan tahap pendinginan. Pendinginan dikerjakan hingga dinyatakan selesai pada pukul 10.35 WIB, sebagai bagian dari proses memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, kebakaran menyebabkan kerusakan pada satu unit Toyota Kijang dengan kerugian sekitar Rp 35 juta.
Dengan demikian, rangkaian kejadian dimulai dari dugaan korsleting setelah pengisian BBM, direspons melalui pengiriman dua unit damkar dan delapan personel, hingga api dilokalisasi pada pukul 10.16 WIB dan pendinginan selesai pada pukul 10.35 WIB.
Kebakaran tersebut melibatkan satu unit mobil Toyota Kijang yang mengalami musibah tepat setelah melakukan pengisian bahan bakar di SPBU Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Peristiwa terjadi pada Minggu (26/7/2026) pagi, dan informasi awal yang diterima kemudian menjadi pemicu untuk penanganan cepat di titik kejadian agar api tidak membesar.
Menurut Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, kebakaran diduga bermula dari korsleting pada kendaraan setelah proses pengisian selesai. Ia menjelaskan bahwa setelah pengisian, mobil kemudian mengalami gangguan listrik yang memunculkan asap sekaligus api, sehingga kondisi di sekitar kendaraan menjadi darurat dan perlu segera ditangani.
Pelaporan insiden tercatat pada pukul 10.03 WIB. Setelah menerima laporan, petugas menyiapkan respons di lokasi, termasuk pengiriman unit pemadam dan personel terkait. Dua unit mobil pemadam kebakaran diberangkatkan bersamaan dengan personel yang ditugaskan, lalu tiba di tempat kejadian pada pukul 10.10 WIB sebagai langkah awal penanganan.
Begitu tiba, petugas langsung melakukan upaya pemadaman hingga nyala api dapat dikendalikan. Api berhasil dilokalisasi sekitar enam menit kemudian, tepatnya pada pukul 10.16 WIB, sehingga penyebaran tetap bisa ditekan selama proses penanganan berlangsung. Setelah pemadaman selesai, kegiatan berlanjut ke tahap pendinginan sampai dinyatakan tuntas pada pukul 10.35 WIB untuk memastikan tidak ada sumber panas yang tersisa.
Dalam kejadian ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka. Kendati demikian, kebakaran tetap menyebabkan kerusakan pada satu unit Toyota Kijang, dengan perkiraan kerugian sekitar Rp 35 juta. Dengan rangkaian penanganan yang berlangsung dari respons awal hingga pendinginan akhir, upaya pemadaman dilakukan agar dampak kerusakan tidak bertambah luas.












