jurnalistik.co.id – Sebuah tribun nonpermanen di area penonton Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ambruk pada Minggu (26/7/2026). Peristiwa itu membuat sejumlah penonton dilarikan ke rumah sakit.
Insiden berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, tidak lama setelah acara dibuka oleh Bupati Banyumas. Sejumlah saksi di lokasi kemudian melihat struktur tribun tiba-tiba runtuh.
Hingga waktu yang disebut dalam laporan lapangan, jumlah korban masih belum diketahui secara pasti. Meski begitu, penanganan awal berlangsung dengan pengalihan arus dan pemindahan penonton yang mengalami luka.
Sebagian besar upaya pertolongan terlihat dilakukan melalui proses evakuasi menggunakan ambulans. Pantauan hingga pukul 15.30 WIB menunjukkan mobil ambulans masih hilir-mudik membawa penonton ke rumah sakit.
Tribun yang ambruk merupakan rangka besi dengan panjang sekitar 10 meter. Dari total delapan baris, yang runtuh adalah empat baris teratas, sehingga bagian yang mengalami kerusakan berada di area paling atas.
Terjadi sesaat setelah pembukaan
Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, ambruknya tribun nonpermanen terjadi tepat pada momen setelah pembukaan acara. Waktu kejadian tersebut disebut bertepatan dengan sekitar pukul 14.00 WIB, sesaat setelah Bupati Banyumas membuka kegiatan.
Event Kejurnas drift ini merupakan putaran ketiga. Perlombaan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, dan berlangsung di area GOR Satria Purwokerto.
Lokasi diamankan polisi dan TNI
Setelah insiden, area tribun yang ambruk dipasangi garis polisi. Sejumlah personel polisi dan TNI tampak berjaga di lokasi untuk mengatur akses serta menjaga situasi tetap kondusif.
Berita Terkait
Langkah pengamanan dilakukan agar proses evakuasi dan penanganan penonton tidak terganggu oleh kerumunan di sekitar titik kejadian. Penjagaan juga dimaksudkan untuk membatasi pergerakan warga pada area yang berpotensi masih berisiko.
Saksi mendengar bunyi sebelum tribun runtuh
Seorang pedagang kaki lima, Umi (38), menyampaikan bahwa sebelum kejadian sempat terdengar suara dari arah tribun. Ia mengatakan kerumunan di sekitar lokasi mendadak terkejut setelah bunyi tersebut disusul peristiwa runtuhnya struktur.
Umi menuturkan, “Sebelum kejadian sempat ada suara engket-engket gitu di tribun, tidak lama kemudian tiba-tiba ambruk,” kata Umi. Pernyataan itu menggambarkan adanya jeda singkat sebelum ambruk sepenuhnya terjadi.
Ia menyebut suasana berubah cepat setelah suara itu muncul, seiring perhatian banyak orang beralih pada kondisi tribun. Warga di sekitar kemudian ikut bergerak membantu proses evakuasi awal dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Selain penanganan terhadap penonton yang dilarikan, perhatian juga tertuju pada kondisi area yang mengalami keruntuhan. Hingga laporan lapangan terakhir, ambulans masih digunakan untuk memindahkan korban yang membutuhkan perawatan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena melibatkan infrastruktur tribun nonpermanen yang digunakan untuk menampung penonton selama kegiatan berlangsung. Belum ada rincian lanjutan mengenai penyebab spesifik, namun waktu kejadian dan kronologi awal menunjukkan ambruk terjadi pada momen setelah acara dibuka.
Saat ini, pihak terkait masih melakukan pengamanan di lokasi dan menunggu informasi lanjutan mengenai data korban. Proses pendataan disebut belum dapat memastikan jumlah korban pada tahap awal, sementara evakuasi terus dilakukan melalui pengiriman penonton ke fasilitas kesehatan.
Setelah struktur tribun dinyatakan runtuh, suasana di sekitar area penonton berubah cepat. Sebagian warga yang berada tidak jauh dari lokasi langsung menghindar dan memberi ruang bagi petugas, sementara penonton lain diarahkan menjauh agar jalur evakuasi tetap lancar.
Koordinasi penanganan juga dilakukan dengan mengutamakan penataan titik penurunan penonton yang terluka. Petugas terlihat terus mengarahkan arus agar tidak terjadi penumpukan di area sekitar ambulans, sekaligus memudahkan proses pemeriksaan awal sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan.
Dari informasi di lokasi, dampak kerusakan berada pada bagian atas tribun yang menanggung beban penonton saat acara berlangsung. Kondisi itu membuat area yang terbuka untuk akses pengunjung dibatasi, sehingga penanganan di titik kejadian bisa berjalan lebih terarah sambil menunggu informasi lanjutan terkait data korban.












