Peristiwa

Samapta Polda Gorontalo Kerahkan 9 Personel Padamkan Kebakaran Tumpukan Kayu di Gorontalo Utara

×

Samapta Polda Gorontalo Kerahkan 9 Personel Padamkan Kebakaran Tumpukan Kayu di Gorontalo Utara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gerak Cepat, Dit Samapta Polda Gorontalo Bantu Padamkan Kebakaran di Gorontalo Utara

jurnalistik.co.id – Kebakaran yang melibatkan tumpukan kayu di PT Gorontalo Panel Lestari, Desa Monano, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara, menjadi perhatian serius aparat. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (25/7/2026), dan penanganannya melibatkan dukungan lintas unsur untuk menekan agar api tidak semakin meluas.

Dari laporan yang diterima, Direktorat Samapta Polda Gorontalo melalui Unit Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Pammat) bergerak cepat ke lokasi. Sebanyak sembilan personel dikerahkan sebagai bentuk back up kewilayahan Polres Gorontalo Utara dalam proses pemadaman dan pengendalian kondisi di lapangan.

Sesampainya di area kejadian, personel melakukan koordinasi dengan unsur TNI, Polri, pihak Pemadam Kebakaran (Damkar), perwakilan perusahaan, serta masyarakat sekitar. Langkah ini ditempuh agar pengendalian berjalan terpadu, sekaligus memastikan upaya di lokasi tidak terputus dan sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.

Pengendalian agar api tidak melebar

Dalam proses tersebut, fokus utama diarahkan pada pemadaman dan penyekatan. Upaya penyekatan dilakukan untuk membatasi ruang rambat api dari sumber awal, sehingga penjalaran kebakaran dapat diperlambat dan risiko bertambahnya area terbakar bisa ditekan.

Direktur Samapta Polda Gorontalo, KBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K., menyebutkan bahwa luas area yang terbakar diperkirakan mencapai dua hektare. Pernyataan itu disampaikan seiring penanganan yang terus berlangsung pada saat pengecekan di lokasi.

Untuk mendukung operasi, berbagai perlengkapan dan armada dikerahkan. Di antaranya Rantis Karhutla Samapta, AWC Brimobda, armada Damkar, mobil tangki air, serta ekskavator. Kombinasi alat ini digunakan untuk membantu proses pemadaman, penanganan material yang terbakar, serta mendukung pekerjaan di lapangan agar kerja tim lebih efektif.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka. Hingga saat ini proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujar KBP Satrya.

Selain pemadaman awal, tahapan pendinginan juga menjadi bagian penting dari penanganan. Dengan proses pendinginan yang terus dilakukan, pihak terkait berupaya mengurangi kemungkinan bara yang tersisa memicu titik api baru, sekaligus memastikan kondisi di sekitar area kejadian benar-benar aman.

Imbauan kewaspadaan saat kemarau

Di sela penanganan, KBP Satrya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memasuki musim kemarau. Imbauan tersebut menekankan pentingnya pencegahan sejak dini agar kebakaran serupa tidak terulang.

Upaya pencegahan yang disampaikan antara lain tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah secara sembarangan, serta memastikan peralatan listrik yang tidak digunakan berada dalam kondisi aman. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan potensi pemicu kebakaran dapat ditekan.

Hingga kini, proses penanganan masih berlanjut, sementara penyebab kebakaran tetap dalam penyelidikan. Pemeriksaan dan penelusuran diperlukan untuk memastikan faktor pemicu kejadian secara tepat, sehingga langkah pencegahan ke depan dapat dilakukan lebih terarah.

Di lokasi, tim juga terus melakukan pengawasan terhadap kondisi lapangan setelah api mulai terkendali. Penanganan tidak berhenti pada pemadaman awal saja, tetapi diarahkan pada memastikan area yang terdampak betul-betul stabil, termasuk kesiapan dukungan peralatan agar proses kerja tetap berjalan sesuai kebutuhan.

Proses pemadaman dan pengendalian tersebut melibatkan berbagai pihak dengan pembagian peran yang saling melengkapi. Dengan adanya sinergi Polri, unsur TNI, Damkar, pihak perusahaan, serta dukungan dari masyarakat sekitar, koordinasi di lapangan dapat dipertahankan untuk mencegah keterlambatan saat melakukan penanganan lanjutan.

Untuk tahap berikutnya, pemeriksaan penyebab kebakaran masih menjadi fokus penyelidikan. Keterangan dan hasil pengecekan di lokasi akan digunakan untuk merumuskan faktor pemicu secara lebih tepat, sehingga langkah pencegahan ke depan dapat disusun lebih terarah, terutama agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi.

Imbauan kewaspadaan juga ditekankan sebagai upaya mengurangi potensi kebakaran saat kemarau. Masyarakat diingatkan agar menerapkan kebiasaan yang lebih aman, termasuk tidak meninggalkan puntung rokok sembarangan dan menghindari tindakan yang dapat memicu api saat cuaca cenderung kering.