jurnalistik.co.id – Bulan purnama Juli 2026, yang juga dikenal sebagai Buck Moon, akan menerangi langit malam di seluruh Inggris pada pekan mendatang.
Peristiwa ini menjadi puncak dari musim purnama yang melibatkan tiga kali puncak pada musim panas ini. Waktu maksimum penuh disebut terjadi pada 29 Juli pukul 15.36 BST.
Meskipun momen tepat saat Bulan mencapai tingkat “paling penuh” tidak dapat disaksikan di seluruh wilayah Inggris, karena posisi Bulan saat itu berada tepat di bawah ufuk, pengamat langit tetap bisa menangkap tampilannya seolah-olah penuh dengan mata telanjang.
Hal tersebut dapat terlihat sepanjang malam Selasa hingga Rabu. Dengan kata lain, walau momen puncaknya lewat saat Bulan berada di bawah ufuk, wajah Bulan tetap tampak penuh bagi orang yang mengamati.
Kenapa disebut Buck Moon?
Nama Buck Moon dipakai karena keterkaitannya dengan waktu ketika rusa jantan (buck) mulai menumbuhkan rangkaian tanduk baru. Penamaan semacam ini merujuk pada kebiasaan masyarakat masa lalu yang menggunakan peristiwa alam sebagai penanda musim.
Seiring dengan full Moon lainnya yang memiliki julukan di berbagai penjuru dunia, Bulan purnama Juli juga diberi nama berdasarkan peristiwa alam yang muncul di sekitar periode yang sama.
Dari sisi referensi astronomi, Royal Observatory di Greenwich juga menyebut Bulan purnama ini sebagai Thunder Moon. Sebutan tersebut merujuk pada badai atau badai petir musim panas yang kerap terjadi pada bulan Juli.
Selain itu, dikenal pula nama Hay Moon, yang diambil dari momen panen jerami pada Juli.
Kapan dan di mana kesempatan melihatnya?
Berdasarkan model prakiraan cuaca saat ini, peluang menyaksikan Buck Moon pada malam 29 Juli dinilai cukup besar di banyak wilayah Inggris Raya. Kesempatan terbaik diperkirakan berada di area tengah, selatan, dan timur, terutama ketika langit diprediksi relatif cerah.
Berita Terkait
- Dirbinmas Polda Gorontalo, Kombes Pol Imet Chaerudin Tamsil, Memimpin Upacara Penutupan Diksar Satpam Gada Pratama
- Samapta Polda Gorontalo Kerahkan 9 Personel Padamkan Kebakaran Tumpukan Kayu di Gorontalo Utara
- Dit Samapta Polda Gorontalo Turun Membantu Pemadaman Kebakaran Tumpukan Kayu Jabon di PT Gorontalo Panel Lestari, Gorontalo Utara
Di bagian utara dan barat, ada kemungkinan langit sedikit lebih berawan pada beberapa waktu. Namun, hujan berkepanjangan atau kondisi berawan yang meluas tidak terlihat menjadi skenario yang dominan.
Untuk wilayah England, prakiraan menunjukkan kondisi tetap stabil setelah matahari terbenam, dengan langit yang sebagian besar cerah. Malamnya diperkirakan tetap terasa hangat, dengan angin yang bertiup pelan serta hanya sedikit awan berpola tambal-sulam, sehingga kondisi pengamatan dinilai mendukung.
Sementara itu, untuk Scotland, Wales, dan Northern Ireland, kondisi diperkirakan lebih beragam. Di wilayah-wilayah tersebut, langit bisa didominasi awan yang berubah-ubah, diselingi hujan sesaat, tetapi juga ada periode langit yang cerah.
Scotland diperkirakan akan menjadi wilayah dengan awan paling banyak, terutama di area barat. Adapun distrik di bagian timur dan utara diprediksi memiliki peluang lebih baik untuk mendapatkan sela-sela langit cerah di antara masa hujan.
Ragam peristiwa langit musim panas lainnya
Buck Moon hanyalah salah satu dari beberapa tontonan langit yang bisa dinikmati selama musim panas. Salah satu yang menonjol adalah hujan meteor Perseid, yang tetap aktif sepanjang sisa bulan Juli hingga sebagian besar Agustus.
Puncak Perseid diperkirakan terjadi pada malam 12 Agustus hingga masuk ke dini hari 13 Agustus. Fenomena meteor ini juga disebut akan beririsan dengan peristiwa gerhana matahari.
Gerhana matahari pada 12 Agustus disebut sebagai gerhana total yang pertama kali bisa terlihat di wilayah Eropa daratan sejak tahun 1999. Untuk peluang melihat totalitas, hanya Spanyol dan bagian utara Portugal yang disebut berada pada posisi untuk menyaksikan fase total.
Di Inggris, yang akan terlihat adalah gerhana matahari parsial. Pada puncaknya, Bulan akan menutupi sekitar 90% dari Matahari, sehingga tampilan cahaya akan berkurang signifikan meski belum sepenuhnya gelap.
Setelah rangkaian tersebut, gerhana bulan parsial akan menyusul pada dini hari 28 Agustus.
Dengan kombinasi Buck Moon, Perseid, serta jadwal gerhana yang berurutan, langit musim panas 2026 memberi rentetan momen yang dapat dipantau melalui prakiraan cuaca—khususnya dalam menyiapkan waktu dan lokasi pengamatan agar langit tidak terhalang awan.






