Olahraga

Vaibhav Sooryavanshi Debut saat India Takluk, Inggris Menang 4 Wicket di T20 Kedua Old Trafford

×

Vaibhav Sooryavanshi Debut saat India Takluk, Inggris Menang 4 Wicket di T20 Kedua Old Trafford

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Vaibhav Sooryavanshi makes debut in India loss to England in second T20

jurnalistik.co.id – Debut Vaibhav Sooryavanshi untuk India di Old Trafford langsung menyedot perhatian. Namun, pada laga T20 kedua melawan Inggris, tuan rumah akhirnya menang dengan empat wicket dan membuat keunggulan seri 1-0.

Di Emirates Old Trafford, India mengumpulkan 190-7 dari 20 overs. Ishan Kishan mencetak 49 dari 40 bola, Abhishek Sharma 43 dari 24, sementara Shreyas Iyer menambah 37 dari 22. Sam Curran menjadi pembeda di kubu Inggris dengan 3-33, tetapi India tetap punya target yang cukup untuk dikejar.

Inggris kemudian mengejar 191 dan menyelesaikannya pada 20 overs dengan 191-6. Jacob Bethell tampil dominan lewat 76* dari 46 bola, disusul Harry Brook 39 dari 15 bola dan Tom Banton 39 dari 32. Adapun Arshdeep Singh mengambil 3-40.

Bethell memimpin, Sooryavanshi jadi sorotan

Vaibhav Sooryavanshi, yang berusia 15 tahun 99 hari, membuat debut sebagai pemain termuda India di Inggris. Ia memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Sachin Tendulkar, saat Tendulkar tampil dalam Test melawan Pakistan pada usia 16 tahun 205 hari pada 1989.

Meski kontribusinya tak sebesar nama-nama lain, kehadirannya jelas mengubah ritme pertandingan. Dalam 10 bola yang ia hadapi, Sooryavanshi sempat melepaskan sejumlah pukulan berani sebelum akhirnya tersingkir di momen yang menentukan.

Dari bola keempat yang ia hadapi, sekaligus percobaan pertamanya berhadapan dengan bowler cepat Inggris Jofra Archer, Sooryavanshi sudah langsung mengubah arah permainan dengan enam lompatan di atas bahunya. Pada over berikutnya, ia juga menyambut Josh Tongue dengan pukulan enam yang mendarat di area cow corner.

Ketika laga berlanjut, Sooryavanshi terlihat siap menyerang putaran dari Will Jacks. Akan tetapi, ia terlambat menempatkan diri saat mencoba mengantisipasi bola yang datang lebih datar, lalu berakhir stumped.

Di sisi India, selain Kishan, Sharma, dan Iyer yang mengisi papan skor, upaya mereka sempat mendapat tekanan ketika Inggris menjalankan bowling secara rapat. Will Jacks dan Sam Curran menjadi bagian penting dari fase tersebut, dengan Curran menutup 3-33.

Menjelang akhir, India masih mampu menambah 23 dari tujuh bola terakhir. Meski begitu, total 190an tetap terasa hanya berada pada batas “cukup” bagi Inggris saat pengejaran memasuki fase krusial.

Pertemuan awal pun menunjukkan bahwa Inggris tidak langsung menyerah setelah kehilangan momen. Pada fase awal, mereka berada di posisi tertinggal 1-2 pada over pertama, sebelum serangan mulai mengalir lewat Brook yang mengoleksi 39 dari 15 bola. Setelah itu, sebuah kemitraan 67 antara Bethell dan Tom Banton ikut menguatkan jalur kemenangan.

Menjelang overs terakhir, Inggris membutuhkan 49 dari empat overs. Di momen tersebut, Bethell mengambil alih dengan cara yang langsung memukul ritme pertahanan India: ia “masuk” ke putaran kaki Ravi Bishnoi dan menyapu tiga enam untuk total 29 dari over ketujuh belas.

Perburuan target akhirnya ditutup dengan eksekusi akhir yang tenang. Jofra Archer mencetak angka penentu dari bola terakhir pada over kesembilan belas, sehingga Inggris bisa mengunci kemenangan dan masuk ke laga ketiga seri pada Selasa di Trent Bridge.

Kapten dan publik Manchester jadi latar, namun stumping mengakhiri debut

Sooryavanshi bukan hanya menjadi pembuka statistik, melainkan juga pusat kegembiraan di tribun. Keikutsertaannya membuat suasana di Old Trafford semakin riuh, dengan penonton yang partisan dan mendorong tempo pertandingan.

Menjelang laga, ada tanda bahwa debut ini sudah diincar jauh-jauh hari. Sooryavanshi sempat melakukan pemanasan bayangan di lapangan sekitar satu jam sebelum pertandingan, lalu formalitas debutnya dikonfirmasi melalui pemberian cap sebelum undian.

Di tanah yang sama—tempat Tendulkar pernah mencatat century Test pertamanya saat berusia 17 tahun—Sooryavanshi sempat memberi kilasan penampilan debut yang menggembirakan. Ia memperlihatkan karakter pukulan yang selama ini membuatnya menonjol di IPL, termasuk sapuan untuk enam saat menghadapi Archer yang bergaya mirip dengan pola suksesnya di liga.

Ketika Tongue, yang juga menjalani debut di T20, melepaskan bola ke slot, Sooryavanshi mampu mengirimnya jauh. Namun, stumping yang menyingkirkannya memberi akhir yang terasa kurang “meledak” dibanding rangkaian pukulan berani yang sebelumnya ia tampilkan.

Dalam alur pertandingan, Inggris juga menunjukkan kualitas lapangan yang rapi. Kerja Curran dan Jacks di rentang overs ke-15 hingga ke-19 menjadi bagian vital yang mengunci transisi dari momentum ke peluang nyata bagi tuan rumah.

Di overs terakhir, Tilak Varma masih sempat mendobrak dengan dua enam dan satu pukulan empat saat berhadapan dengan Archer. Akan tetapi, itu tidak cukup untuk mengejar jarak yang sudah terbentuk, terutama setelah Inggris mengunci kendali di fase tengah dan memaksimalkan pukulan besar pada waktu yang tepat.

Dengan angka yang ia tulis di debut—14 dari 10 bola—Sooryavanshi mungkin belum menjadi bintang pertandingan, tetapi jelas menjadi daya tarik utama. Mengingat usia dan catatan potensinya, ia diprediksi akan terus menjadi perhatian dalam waktu panjang, sementara Inggris melangkah dengan keunggulan 1-0 di seri lima pertandingan ini.