Peristiwa

Pengunjung Pride London: dukungan “lebih penting dari sebelumnya”

×

Pengunjung Pride London: dukungan “lebih penting dari sebelumnya”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Supporting Pride London 'more important than ever' attendees say

jurnalistik.co.id – Ratusan organisasi amal, komunitas, dan perusahaan ikut memadati parade Pride London pada Sabtu, mempertegas bahwa dukungan bagi acara tahunan ini terasa “lebih penting dari sebelumnya”. Ribuan orang terlihat hadir untuk merayakan kebebasan berekspresi sekaligus menunjukkan solidaritas pada komunitas LGBTQIA+.

Festival ini disebut sebagai Pride terbesar di Inggris sekaligus salah satu acara publik terbesar di ibu kota. Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa mereka mengharapkan lebih dari satu juta orang memadati perayaan tahun ini.

Momen tersebut hadir setelah tahun yang penuh tantangan bagi organisasi penyelenggara. Pride in London disebut terlibat dalam sengketa hukum panjang dengan mantan kepala eksekutifnya, Christopher Joell-Deshields, yang diberhentikan setelah investigasi terkait dugaan penyalahgunaan voucher yang didonasikan oleh sponsor. Christopher Joell-Deshields, yang juga mengaku contempt of court karena gagal mematuhi perintah pengembalian properti perusahaan, dijadwalkan menjalani vonis pada akhir bulan ini.

Di tengah situasi itu, sejumlah peserta menyatakan bahwa hadir di Pride London menjadi bentuk dukungan yang tak bisa ditunda. Magda Szewczak, perempuan berusia 25 tahun yang datang dari Polandia, mengatakan pengalaman hadir terasa “lebih penting dari sebelumnya”. Ia menuturkan, “Saya suka melihat orang-orang bisa bebas menjadi diri mereka sendiri dan menjadi siapa pun yang mereka inginkan.”

Nicole Edmondson, 46 tahun, warga Surrey yang datang bersama sekelompok teman, mengaku sempat memiliki kekhawatiran tetapi tetap memilih untuk bergabung. “Kami punya kekhawatiran, namun kami merasa penting untuk datang bersama dan menjadi bagian dari komunitas,” katanya. Menurutnya, “Ini benar-benar luar biasa, animo yang sangat ramai, dan membuat hati terasa lebih baik.”

Besa Nolan, 25 tahun, yang bepergian dari Liverpool, menilai besarnya Pride London membuatnya merasa lebih tenang terhadap masa depan gerakan. “Kota-kota lain menurunkan status Pridenya,” ujarnya. “Semuanya terasa terancam, tetapi hari ini saya tidak memikirkan itu—lihat saja ukuran keramaian yang datang.”

Pihak Pride in London juga menegaskan fokus pada keamanan penyelenggaraan. Juru bicara organisasi menyatakan, “Prioritas kami selalu memastikan Pride dapat berjalan dengan aman bagi komunitas LGBTQIA+ kami dan para sekutu.” Ia menambahkan, “Kehadiran hari ini membuktikan betapa pentingnya Pride di ibu kota ini, dan kami berharap semua orang dapat merayakan Pride di London dengan aman dan bahagia.”

Parade menjadi pusat perhatian, dengan puluhan ribu orang berbaris di sepanjang rute yang melintasi pusat London. Di luar parade, Pride in London juga menghadirkan panggung-panggung pertunjukan di berbagai lokasi, termasuk Trafalgar Square dan Soho Square, sehingga perayaan tidak hanya terkonsentrasi pada satu titik.

Pada panggung utama, penampilan dipimpin oleh penyanyi MNEK, disertai pertunjukan dari Beth Ditto dan Meek. Acara dimulai tak lama setelah tengah hari pada Sabtu, dengan Wali Kota London, Sir Sadiq Khan, yang bersama penyanyi Beverley Knight membuka parade secara resmi.

Parade yang digelar diikuti sekitar 35.000 orang dan menampilkan 600 kelompok. Rute parade bergerak dari Hyde Park Corner melalui Piccadilly, sebelum dijadwalkan berakhir di Whitehall Place sekitar pukul 18:00 waktu setempat.

Di tengah perayaan di Trafalgar Square, pembicaraan juga menguat seputar rumor pidato dari Madonna. Penyelenggara tidak mengonfirmasi maupun menyangkal kemungkinan kehadiran sang penyanyi. Andrew Depass, 60 tahun, yang berkunjung dari Miami bersama anak-anaknya, mengatakan ia berharap rumor tersebut benar. “Madonna adalah satu-satunya orang yang berbicara untuk kami pada tahun 90-an ketika orang-orang meninggal karena AIDS. Ia membicarakan mereka,” katanya. “Itulah sebabnya dia adalah ikon musik yang paling penting bagi saya.”

Adapun aksi panggung lain di Trafalgar Square adalah Leo Kalyan dan Bombaymami. Secara keseluruhan, Pride London menjadi salah satu dari lebih dari 200 acara Pride yang diperkirakan berlangsung di Inggris tahun ini, mulai dari perayaan lokal berukuran kecil hingga perhelatan berskala kota dengan penampil berkelas di Manchester dan Brighton.

Penyelenggara sejumlah acara Pride mengemukakan bahwa kenaikan biaya serta menurunnya dukungan sponsor perusahaan membuat beberapa tahun terakhir menjadi semakin sulit. Akibatnya, sebagian Pride disebut ada yang ditunda, dibatalkan, atau diselenggarakan dengan skala yang lebih kecil.