Olahraga

Usai Empat Suporter Meninggal, Meksiko Perketat Pengamanan Jelang Duel Inggris

×

Usai Empat Suporter Meninggal, Meksiko Perketat Pengamanan Jelang Duel Inggris

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Buntut 4 Suporter Tewas, Meksiko Perketat Keamanan Jelang Lawan Inggris

jurnalistik.co.id – Pemerintah Meksiko memperketat pengamanan jelang laga timnas melawan Inggris pada Minggu (5/7/2026) waktu setempat atau Senin pukul 07.00 WIB. Langkah itu diambil setelah insiden yang merenggut nyawa empat suporter Meksiko saat perayaan euforia kemenangan atas Ekuador awal pekan.

Wali Kota Mexico City, Clara Brugada, menyampaikan strategi keamanan yang akan diterapkan sebelum dan sesudah pertandingan. Menurut rencana tersebut, otoritas akan melipatgandakan personel serta membatasi kapasitas pengunjung di area monumen Angel of Independence dan kawasan festival penggemar di alun-alun utama.

Kebijakan pembatasan kapasitas ini dipaparkan Brugada pada hari Jumat. Keputusan tersebut merupakan respons langsung atas tragedi yang berujung pada kematian empat pendukung, yang dilaporkan berkaitan dengan masalah sesak napas dan serangan jantung.

Di tengah persiapan pertandingan, otoritas terus menegaskan bahwa kondisi negara dinilai aman bagi masyarakat. Namun, kekhawatiran publik tetap perlu diredam lewat langkah pencegahan ekstra, khususnya setelah rangkaian insiden yang sempat mengguncang wilayah berbeda.

Tragedi sebelumnya terjadi pada 30 Juni lalu di dekat Paseo de la Reforma. Insiden itu menewaskan dua perempuan masing-masing berusia 19 dan 44 tahun, serta seorang pria berusia 48 tahun, dengan laporan penyebab terkait sesak napas.

Pada waktu yang berdekatan, tim medis juga menangani seorang pemuda berusia 25 tahun yang mengalami kejang, epilepsi, dan pendarahan saluran pencernaan. Pemuda tersebut kemudian meninggal di rumah sakit akibat henti jantung dan pernapasan.

Kejaksaan Agung saat ini masih melakukan penyelidikan atas keempat kematian yang dimaksud. Penyelidikan tersebut menjadi bagian dari upaya otoritas untuk memastikan kronologi secara utuh dan menindaklanjuti faktor apa pun yang berkontribusi pada terjadinya korban.

Sebelum duel dengan Inggris, otoritas memperhatikan pula dinamika kerumunan yang kemungkinan meningkat. Status Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 dan keberhasilan timnas melaju lebih jauh dari pencapaian 40 tahun terakhir turut mendorong euforia di kalangan suporter.

Harga tiket stadion yang relatif mahal membuat sebagian penggemar memilih menonton dan merayakan kemenangan bersama di ruang publik. Akibatnya, arus massa berpotensi meluap ke area sekitar, sehingga pengaturan kapasitas dan pengamanan dinilai krusial untuk menekan risiko.

Aturan akses di Zócalo dan Monumen Angel of Independence

Clara Brugada menegaskan akses masuk ke alun-alun Zócalo dan Monumen Kemerdekaan yang dikenal sebagai “Malaikat” tetap gratis pada hari Minggu. Meski demikian, pihaknya membatasi jumlah orang yang dapat masuk dengan sangat ketat.

Sekretaris Keamanan Publik, Pablo Vazquez, mengumumkan aturan kapasitas maksimum untuk kawasan Angel. Monumen tersebut maksimal hanya boleh diisi oleh 25.000 orang, sebagai bagian dari skema pengendalian kerumunan guna menjaga keselamatan massa selama berlangsungnya rangkaian acara.

Dengan pembatasan tersebut, otoritas berharap perayaan tidak lagi berkembang menjadi situasi yang berisiko bagi kesehatan. Brugada dan jajaran terkait berupaya memastikan warga tetap bisa menyaksikan momen pertandingan tanpa harus mengorbankan keamanan publik, terutama setelah berbagai kejadian yang membuat masyarakat semakin waspada.

Meski euforia suporter menjadi pendorong utama keramaian, otoritas memandang pengamanan tambahan sebagai langkah yang tidak bisa ditunda. Penetapan kapasitas dan penguatan personel di titik keramaian menjadi fondasi utama untuk meredakan kekhawatiran sekaligus mencegah kejadian serupa terulang menjelang laga melawan Inggris.

Brugada juga menekankan bahwa pengetatan tidak hanya difokuskan saat pertandingan berlangsung, tetapi diperpanjang hingga setelah laga berakhir. Tujuannya agar kepadatan di area perayaan tetap terkendali dan tidak mudah meningkat secara tiba-tiba.

Pihak otoritas mengaitkan kebijakan tersebut dengan rangkaian insiden yang menimbulkan kekhawatiran medis. Sebelumnya, laporan menyebut korban mengalami masalah sesak napas, lalu berujung pada serangan jantung, sementara kasus lain berkaitan dengan kejang, epilepsi, serta pendarahan saluran pencernaan.

Karena itu, langkah pencegahan ekstra diposisikan sebagai upaya memutus mata rantai risiko di tengah kerumunan yang cenderung terbentuk ketika timnas berlaga. Dengan personel yang ditambah dan kapasitas yang dibatasi, pemerintah berupaya menghindari situasi yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Meski akses menuju Zócalo dan kawasan Monumen Kemerdekaan disebut tetap gratis, otoritas memilih pendekatan berlapis melalui pembatasan jumlah orang yang boleh masuk. Pengaturan kapasitas maksimum di Angel ditujukan agar ruang tetap bisa menampung pengunjung tanpa memicu penumpukan.

Pada saat yang sama, proses penyelidikan Kejaksaan Agung masih berjalan terhadap keempat kematian yang dimaksud. Otoritas menilai pendalaman kronologi penting untuk memastikan faktor apa pun yang berkontribusi pada korban ditangani, termasuk dalam cara kerumunan dikelola saat perayaan berlangsung.

Dengan mempertimbangkan euforia yang dipicu status tuan rumah Piala Dunia 2026 dan capaian timnas yang melaju lebih jauh, pengamanan tambahan dipandang perlu. Penekanan utama diarahkan pada pengendalian arus massa dan peredaman kekhawatiran publik agar perayaan dapat berjalan tanpa mengorbankan keselamatan.