jurnalistik.co.id – Rory McIlroy membuka Scottish Open dengan catatan yang langsung memasang target tinggi di ronde pertama. Pemain asal Irlandia Utara itu membukukan skor lima-bawah 65 untuk memimpin hari pembuka di The Renaissance Club.
McIlroy berbagi posisi puncak ruang clubhouse bersama tiga pemain lain, yakni Patrick Cantlay, Tom Kim, dan Bernd Wiesberger, yang sama-sama mencetak -5. Pada sisi papan skor, hasil ini membuat persaingan awal turnamen terasa ketat sejak pukul pertama permainan.
Dalam dinamika jadwal, McIlroy tercatat lebih selektif terhadap turnamen yang ia ikuti. Ini hanya menjadi penampilan ketiganya di luar ajang major sejak meraih kemenangan Masters yang beruntun pada awal April.
Namun, saat kembali ke kompetisi di arena golf links, McIlroy justru menyalakan agresivitas sejak awal. Ia juga menyatakan bahwa perubahan ritme jadwal memberi ruang untuk menjaga keseimbangan dalam rutinitasnya, tanpa membuatnya datang dengan mode “lambat” saat memulai pekan turnamen.
“The benefits are seeing my family more, feeling like I have a bit more balance in my life,” ujar McIlroy, yang kini menempati peringkat dua dunia. Ia menambahkan, “And then the challenge is, I feel like even though I have played pretty sparsely over the past few months, the starts of my tournaments have all been really good. So it’s not like I’m coming in and starting slow, and the little bit of extra practice I think actually helps in some ways.”
Pernyataan itu selaras dengan pandangannya tentang cara mempertahankan performa di fase karier yang sudah panjang. “One of the other benefits for me, I’m nearly 20 years into this, and I need to do everything I can to keep my enthusiasm as high as possible. Playing a lighter schedule definitely does that,” kata McIlroy.
Ia juga menegaskan bahwa rasa nyaman tetap harus diiringi target yang jelas. “It’s a very liberating feeling but again I can’t get complacent. I still need to set goals. I felt like the Grand Slam last year was the destination – and I realised it wasn’t. It’s a continuous journey,” tuturnya.
Berita Terkait
Di lapangan, McIlroy memulai permainan dari hole ke-10 dan menandai sembilan hole pertamanya dengan bogey sehingga ia berbalik arah di level satu-bawah. Ia kemudian membuat momen penting ketika menyelesaikan par-lima pertama dengan hole-in-one jarak 18 kaki untuk eagle, lalu menambah keuntungan lewat pukulan pada hole tujuh dan delapan.
Saat menuju par-tiga di hole kesembilan, ia juga menunjukkan ketenangan melalui penyelamatan yang rapi dari bunker. Rangkaian awal tersebut menjadi fondasi kuat dalam upayanya mengulang prestasi di Scottish Open, gelar yang terakhir kali ia raih pada 2023.
McIlroy menilai bahwa di tahap kariernya, ia tetap menikmati kembali ke venue yang sama. “For the most part, I played well,” ujarnya. “At this stage of my career, I really enjoy coming back here to play. It reminds me of why I started to play the game in the first place; links golf courses and the crowds are incredible, and the crowds next week at The Open will be amazing as well.”
Sementara itu, Brooks Koepka—yang kembali berlaga di Scottish Open setelah absen 11 tahun—berada satu pukulan di bawah pemimpin bersama Min Woo Lee, juara 2021, yang sama-sama mencatat -4. Wyndham Clark juga menunjukkan respons setelah start buruknya, tertinggal tiga-over pada empat hole pertama, sebelum akhirnya menorehkan 67.
Ronde sore menghadirkan nama-nama besar, termasuk Scottie Scheffler, Jon Rahm, dan Tommy Fleetwood. Di antara pemain tuan rumah, Robert MacIntyre turun bersama McIlroy dan juga berduel dengan Chris Gotterup selaku juara bertahan yang mencatat 68.
MacIntyre menutup ronde pertama dengan skor 67 dan merasa permainannya tetap stabil. Ia mencatat lima birdie dan dua bogey di fairway links yang mendapat penyinaran penuh. “Everyone knows that I’m like a kettle, always boiling away, ready to erupt,” kata MacIntyre. “When life is good off the golf course, that’s one part, and it’s going on the golf course and being able to accept [bad moments] – my biggest thing is acceptance. Everyone is the same. If you can accept the bad, you probably won’t play many bad rounds of golf.”
Di klasemen awal, beberapa nama lain juga mengisi papan bawah lima-dasar, mulai dari posisi -3 yang dihuni Ross MacIntyre dan Will Clark, hingga deretan skor -2, -1, dan +1. Dengan jarak yang masih rapat, persaingan ronde berikutnya berpotensi makin dinamis—terutama ketika barisan kandidat puncak mempersiapkan strategi untuk menjaga ritme di lapangan links.












