jurnalistik.co.id – Naomi Broady menilai comeback Serena Williams di Wimbledon masih menyisakan banyak hal positif, meski hasil akhirnya tidak sesuai harapan pada laga pertamanya di babak tunggal sejak 2022.
Jika Serena memutuskan bermain di US Open bulan depan, Broady percaya performa awalnya itu cukup menjadi sinyal bahwa ia mampu kembali memenangkan pertandingan di WTA Tour, termasuk di Flushing Meadows, dalam pekan-pekan berikutnya.
Serena memang kalah dari petenis Australia, Maya Joint, di Wimbledon. Namun, Broady menilai permainan Williams tetap memberi alasan untuk bertanya: apakah comeback ini benar-benar sudah sampai batasnya, atau justru masih menyimpan cerita lanjutan.
Serena terasa seperti “Ronaldinho” di lapangan
Menurut Broady, menonton Serena mengingatkannya pada sosok legenda sepak bola seperti Ronaldinho. Ia mengakui pergerakannya mungkin tidak sepenuhnya sama seperti dulu, tetapi bakat dan keterampilan alami itu tetap terlihat jelas.
Timing dan eksekusi pukulan Serena juga disebut masih luar biasa. Williams, kata Broady, pernah berbicara terbuka tentang niatnya kembali bermain demi keluarganya, namun Broady juga menegaskan bahwa Serena adalah petarung yang sangat kompetitif.
Karena itu, Broady sulit membayangkan Serena akan terus bermain hanya untuk “sekadar hadir” bila tubuhnya tidak lagi mendukung atau bila hasil yang ia butuhkan tidak datang. Ia menilai, karakter petenis seperti Serena tidak dibangun untuk berhenti pada simbol belaka.
Broady juga menyoroti bahwa musim lapangan keras di Amerika Utara kemungkinan akan menjadi penanda yang lebih tegas mengenai kondisi fisik Serena. Saat bermain di tempat seperti Washington atau Cincinnati, cuacanya bisa sangat panas dan sangat lembap, dan kondisi serupa juga bisa dirasakan di US Open.
Cuaca, cedera lutut, dan waktu yang dibutuhkan
Soal cedera lutut, Broady menekankan bahwa rencana Serena masih “dirahasiakan rapat” dan ia berbicara dengan asumsi bahwa Serena memang ingin bermain di Amerika Serikat. Dalam pandangan Broady, kebugaran biasanya akan kembali dengan sendirinya seiring jam latihan yang konsisten.
Meski begitu, Broady mengakui bahwa belum ada kepastian detail mengenai bentuk cedera lutut dan seberapa besar dampaknya terhadap rencana Williams. Yang jelas, Broady memperkirakan Serena perlu waktu jeda setidaknya beberapa hari lagi dan membiarkan pembengkakan mereda.
Jika Serena cukup fit untuk segera bermain, Broady berharap ada minimal satu turnamen sebelum New York, sekaligus memberi tambahan waktu di lapangan untuk membuat langkah-langkah kakinya kembali bergerak. Ia yakin beberapa pertandingan yang lebih kompetitif bisa membuat perbedaan yang signifikan.
Broady juga mengingatkan bahwa pada Wimbledon, cedera lutut tersebut bahkan membuat Serena tidak dapat tampil di nomor ganda bersama Venus. Namun, kegagalan di satu cabang tidak otomatis menutup kemungkinan di jalur berikutnya, terutama jika pemulihan berjalan seperti yang diharapkan.
Bola dipukul baik, tetapi fisik dan langkah perlu penyempurnaan
Berita Terkait
Satu poin penting yang paling menonjol bagi Broady adalah kualitas pukulan bola Serena dan timing alami yang masih muncul saat melawan Joint. Broady bahkan mengatakan bahwa hal itu terasa seperti “God-given talent”, bukan sekadar hasil latihan bertahun-tahun dari usia muda.
Meski demikian, Broady mengakui bahwa Serena tidak berada di level fisik seperti saat terakhir kali bermain Wimbledon pada 2022. Ia menyebut Serena belum bermain tenis selama empat tahun, sehingga tentu ada kebutuhan untuk penyesuaian, terutama pada footwork dan kebugaran jika Williams ingin kembali meraih kemenangan di pertandingan-pertandingan masa depan.
Ia juga menilai pola permainan Serena di Wimbledon menarik. Sebagian besar pertandingan, Serena bekerja melalui tengah lapangan, bukan membuka sudut yang lebih lebar. Broady membandingkannya dengan penampilan terakhir Serena di Wimbledon pada 2022, ketika ia kalah pada putaran pertama dari Harmony Tan.
Menurut Broady, pilihan taktis itu bisa saja disengaja, atau bisa juga mencerminkan fakta bahwa Serena belum sepenuhnya percaya diri dengan pergerakannya. Dalam skenario apa pun, Broady melihat kemungkinan perubahan akan muncul seiring bertambahnya pengalaman pertandingan.
Servis tetap bertahan, groundstroke sedikit menurun
Broady menyebut statistik lain yang menjadi indikator: kecepatan servis Serena hampir tidak turun. Kecepatan itu tetap berada di level yang relatif sama seperti pada 2016, tahun ketika Williams meraih gelar Wimbledon tunggalnya yang terakhir dari total tujuh kali.
Bagi Broady, servis Serena bukan sesuatu yang akan “pergi”. Ia menambahkan bahwa saat menonton Serena di practice court dan bahkan sesi pemanasan, ada nuansa nostalgia dari servis Williams. Hal itu, katanya, terasa sama ketika Williams menjalani pertandingan melawan Joint.
Broady menggambarkan teknik servis Serena sebagai salah satu yang paling bersih dalam sejarah tenis, “a thing of beauty”. Groundstroke memang turun sedikit, yakni sekitar empat atau lima miles an hour, tetapi penurunan itu dianggap tidak besar sehingga pukulan masih berada pada level yang tinggi.
Ia pun ingin melihat apakah, setelah Serena mendapatkan lebih banyak pertandingan, ia bisa makin sering bermain lebih dekat ke garis permainan seiring bertambahnya rasa percaya diri.
Wildcard, peluang, dan ambisi berikutnya
Broady mengatakan ia tidak mendengar satu pun orang menyatakan Serena seharusnya tidak diberi wildcard. Menurutnya, level yang ditunjukkan Serena cukup untuk membenarkan keputusan tersebut.
Jika seseorang harus dipilih di undian untuk dilawan, Broady menilai tidak ada yang memandang Serena sebagai “she’s the sure thing to beat”. Artinya, meski comeback belum sepenuhnya mengubah semua ekspektasi, Serena tetap menghadirkan ancaman yang nyata.
Broady juga menambahkan bahwa melihat Serena tampil di New York—termasuk kemungkinan ia bermain bersama Venus di nomor ganda—akan menjadi momen yang spesial. Namun, ia percaya comeback Serena tidak berhenti pada musim panas ini saja.
Broady berharap sasaran akhirnya bisa mengarah ke Olimpiade 2028 di Los Angeles, tempat Serena dan Venus tumbuh. Menurutnya, itu akan menjadi penutup kisah yang indah—asalkan tubuh Serena memungkinkan.
Broady menyampaikan penilaiannya bersama BBC Sport, dalam obrolan dengan Jonathan Jurejko di Wimbledon.












