jurnalistik.co.id – Persija Jakarta resmi memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala baru mereka pada Senin (8/6/2026). Penunjukan ini sekaligus menggantikan Mauricio Souza.
Pengumuman dilakukan melalui sesi konferensi pers yang disiarkan di YouTube PersijaTV. Acara tersebut dihadiri langsung Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca, yang menyambut kedatangan Shin Tae-yong bersama penerjemahnya, Jeje, di Jakarta International Stadium.
Dalam kesempatan itu, Prapanca menjelaskan bahwa Persija memiliki beberapa kriteria saat mencari figur pelatih baru. Menurutnya, salah satu poin utama adalah pengalaman di level tertinggi.
Shin Tae-yong disebut memenuhi kebutuhan tersebut, mengingat jejaknya di kompetisi level internasional. Prapanca menyinggung Shin pernah membawa Seongnam Ilhwa meraih gelar Liga Champions Asia 2010, serta tampil di Piala Dunia 2018 bersama Korea Selatan.
Prapanca kemudian menyampaikan penilaiannya secara langsung kepada awak media. Ia mengatakan, “Persija butuh figur dengan pengalaman level tertinggi, level kepemimpinan kuat, memahami tuntutan sepak bola modern, dan membangun budaya kompetitif dan keberlanjutan.”
Ia juga berharap proses ini menjadi awal yang lebih baik bagi klub. “Semoga pilihan kita ini titik balik masa depan Persija,” kata Prapanca dalam sesi konferensi pers di Jakarta International Stadium pada Senin (8/6/2026).
Setelah diperkenalkan, Shin Tae-yong angkat bicara mengenai keputusan menerima pinangan Persija. Salah satu alasannya berkaitan dengan pengalamannya di sepak bola Indonesia.
Shin mengaitkan bahwa periode melatih Timnas Indonesia menjadi fondasi penting dalam mengenali lingkungan kompetisi. “Sebelumnya memang melatih di Timnas Indonesia selama lima tahun, jadi sangat mengenal dengan stadion utama di Jakarta seperti SUGBK dan JIS,” kata STY melalui penerjemahnya Jeje.
Ia juga menyampaikan bahwa Persija bukan nama asing baginya sebagai klub yang kuat. Shin mengaku telah mengenal Persija sebagai salah satu tim kuat di Indonesia.
Dalam sesi tersebut, narasi mengenai kedekatan Shin dengan karakter Persija turut disampaikan dalam bentuk pernyataan yang menggarisbawahi kedalaman pengamatannya. “Jadi STY paling kenal dengan tim Persija Jakarta. Waktu itu Shin Tae-yong merasakan juga Persija tim terbaik di Indonesia.”
Shin kemudian menempatkan Persija dalam peta persaingan sepak bola Indonesia. Ia menyebut adanya banyak tim berkualitas di Super League, sehingga tantangan yang akan dihadapi tidak datang dari satu arah saja.
Ia menegaskan, “Memang banyak tim yang bagus di Super League seperti Persib, Persija, Borneo, Bali United,” tandasnya. Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan cara pandangnya terhadap kompetisi sebagai arena yang menuntut kesiapan dan konsistensi.
Selain melihat kekuatan liga, Shin juga menyoroti bahwa momen pembicaraan dengan manajemen Persija turut menentukan keputusan. Baginya, diskusi langsung menjadi bagian penting sebelum akhirnya menerima tawaran tersebut.
Ia menjelaskan bahwa setelah pertemuan berlangsung, ia justru semakin terdorong untuk menghadapi tantangan di level klub. “Namun, dengan adanya pertemuan dengan pihak Persija jadi pengen menantang Super League Indonesia,” sambungnya.
Lebih jauh, Shin menyebut motivasinya tidak berhenti pada target jangka pendek semata. Ia mengaku tertarik untuk ikut membantu perkembangan sepak bola di Indonesia melalui berbagai aspek yang dinilai perlu ditingkatkan.
Shin menyampaikan, “Mau itu secara prestasi, sistem, dan ingin membantu mengembangkan lebih lagi perkembangan sepak bola Indonesia,” tuturnya. Dengan kalimat tersebut, ia menempatkan peran pelatih sebagai bagian dari proses pembinaan yang lebih panjang.
Dengan demikian, Persija kini memiliki nakhoda baru setelah resmi memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala. Penjelasan Prapanca dan respons Shin dalam konferensi pers menegaskan bahwa keputusan ini dilandasi kombinasi pengalaman di level tertinggi serta dorongan untuk menantang dan membantu perkembangan sepak bola Indonesia.












