Bisnis & Ekonomi

Ekonomi Menantang, Transaksi Ciputra World Surabaya Tumbuh 100% pada Semester I 2026

×

Ekonomi Menantang, Transaksi Ciputra World Surabaya Tumbuh 100% pada Semester I 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Di Tengah Tantangan Ekonomi, Transaksi di Ciputra World Surabaya Naik 100 Persen

jurnalistik.co.id – Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya mereda, pusat perbelanjaan Ciputra World Surabaya justru mencatatkan peningkatan performa yang menonjol pada awal tahun ini. Memasuki semester pertama 2026, aktivitas ritel di mal yang berlokasi di Jalan Mayjen Sungkono tersebut menunjukkan lonjakan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Manajemen memandang kenaikan ini sebagai sinyal bahwa minat masyarakat untuk berbelanja sekaligus menikmati gaya hidup di pusat perbelanjaan tetap terjaga. Dalam penilaian mereka, tren yang terbaca dari data transaksi mendukung kesimpulan tersebut.

Pencapaian yang menjadi sorotan adalah pertumbuhan transaksi hingga 100 persen pada semester I 2026. Angka ini dikemukakan bersandar pada pencatatan yang terekam dari sistem yang digunakan untuk memantau aktivitas pengunjung.

“Semester pertama bagus sih ya karena sekarang sih kita cuma bisa melihat dari aplikasi . Trafik kita punya counter kalau transaksi karena kan kalau gimana-gimana kita dilihatnya dari transaksi bagus dibandingkan tahun lalu kenaikannya 100 persen lebih yang ter capture,” ujar Head of Promotion Ciputra World Surabaya, Stephana Fevriera, kepada Kompas.com.

Selain performa transaksi, Ciputra World Surabaya juga mencatat kondisi pendukung yang turut menjaga momentum tersebut. Salah satunya adalah tingkat okupansi tenant yang tinggi serta bertambahnya merek baru, dengan penekanan pada sektor makanan dan minuman atau food and beverage (F&B).

Menurut Stephana, dinamika pilihan di dalam mal terlihat dari kehadiran gerai-gerai yang terus berkembang. Aktivitas F&B diposisikan sebagai penggerak utama kunjungan, sehingga arus orang ke mal tidak hanya berputar pada kebutuhan belanja, tetapi juga pengalaman bersantap.

“Semester pertama bagus sih ya karena sekarang sih kita cuma bisa melihat dari aplikasi . Trafik kita punya counter kalau transaksi karena kan kalau gimana-gimana kita dilihatnya dari transaksi bagus dibandingkan tahun lalu kenaikannya 100 persen lebih yang ter capture,”

Fenomena yang paling terasa selama semester pertama tahun ini adalah antusiasme masyarakat terhadap tenant kuliner. Stephana menilai sektor F&B relatif tidak terlalu terdampak, meski isu perlambatan ekonomi tetap menjadi pembahasan di ruang publik.

Ia menyebut pola konsumsi yang masih terjadi pada kategori makanan, termasuk kecenderungan publik mencoba menu yang sedang viral. Dalam pandangannya, belanja untuk makanan dapat bergerak dengan ritme yang berbeda dibanding kelompok lainnya.

“Banyak yang bilang sekarang lagi krisis ekonomi. tapi beli sushi yang 1 porsi harganya 300 ribu ko ramai banget . Jadi krisis ekonomi atau tidak, tidak tahu ya, mungkin kalau untuk makanan tidak ada krisis ya,” ujar perempuan yang biasa disapa Reira itu.

Kuliner jadi pemikat, tenant F&B terus berdatangan

Pola tersebut ikut mendorong semakin banyak pelaku usaha kuliner membuka gerai di Ciputra World Surabaya. Berbagai konsep restoran, kafe, hingga menu makanan viral muncul untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang kini menjadikan pusat perbelanjaan sebagai destinasi bersantap dan berkumpul.

Dengan begitu, sektor F&B tidak sekadar menjadi pengisi tenant, tetapi juga berperan dalam membangun daya tarik kunjungan berulang. Di sisi lain, kehadiran tenant baru turut menjaga pilihan agar pengunjung memiliki alasan untuk kembali melihat pembaruan yang ada.

Okupansi tenant dan merek baru menopang pertumbuhan

Lebih lanjut, pertumbuhan transaksi berjalan beriringan dengan meningkatnya okupansi tenant. Stephana mengungkapkan bahwa hampir setiap bulan selalu ada merek baru yang bergabung dengan Ciputra World Surabaya.

“Okupansi brand baru yang masuk kenaikannya sekitar 20 persen setiap bulan selalu ada yang baru. Ada beberapa brand yang sebelumnya sudah ada dan lokasinya di atas pindah ke bawah gitu . Jadi masih banyak yang masuk, Lebih banyak ke F&B tapi beberapa retail yang masuk,” tutur Stephana Fevriera.

Proses penyesuaian tata lokasi juga disebut turut berlangsung, termasuk pemindahan sejumlah brand dari area atas ke bawah. Langkah seperti ini dinilai membantu menjaga keterlihatan dan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus memaksimalkan ruang yang tersedia di dalam mal.

Bagi manajemen, masuknya tenant baru merupakan bagian dari strategi untuk mempertahankan keberagaman pilihan. Di tengah industri ritel yang semakin ketat, pembaruan portofolio tenant dipakai sebagai cara menjaga daya saing pusat perbelanjaan.

Rayakan Crystal Anniversary di tengah tren belanja

Di momen yang sama, Ciputra World Surabaya juga menyelenggarakan rangkaian perayaan untuk mendukung anniversary ke-15 tahun. Instalasi Giant Cake dengan tinggi 5,5 meter dipasang oleh pihak mal sebagai bagian dari pemeriahannya, termasuk dalam kampanye Crystal Anniversary.

Dengan kombinasi antara peningkatan transaksi, dukungan okupansi tenant, dan dominasi sektor kuliner, aktivitas ritel di Ciputra World Surabaya pada semester I 2026 memperlihatkan dinamika yang berbeda dari narasi umum perlambatan ekonomi. Mal tersebut menilai, keberlanjutan minat pengunjung akan tetap terjaga selama pembaruan tenant dan daya tarik layanan terus berjalan.