jurnalistik.co.id – KOTAWARINGIN TIMUR—Suasana duka menyelimuti pemakaman dokter muda alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Muhammad Zulfikar Drake (25), di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Kamis (23/7/2026).
Jenazah Zulfikar dibawa dari Lampung dan tiba di lokasi pemakaman untuk kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Muslimin, Jalan Manggis, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur.
Zulfikar adalah dokter yang tengah menjalani penugasan sebagai intern. Ia tercatat sedang bertugas di RSUD Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.
Sebelum pemakaman digelar, Zulfikar ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Guest House Sakinah, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Lampung, pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Setelah proses pemeriksaan berjalan, Polres Metro kemudian mengumumkan penghentian penyelidikan pada Kamis. Polisi menyatakan tidak menemukan adanya unsur pidana maupun tanda-tanda kekerasan dalam kematian Zulfikar.
Dalam rangka pemulangan jenazah, Zulfikar tiba terlebih dahulu di Bandara H Asan Sampit sekitar pukul 14.10 WIB. Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, sebelum akhirnya dipersiapkan untuk pemakaman.
Prosesi pemakaman berlangsung di Tempat Pemakaman Muslimin. Jenazah tiba di lokasi sekitar pukul 15.20 WIB dan mulai dikebumikan sekitar pukul 15.50 WIB.
Di sela prosesi, keluarga tampak terus berada di sisi jenazah. Ibu Zulfikar dan kakak-kakaknya terlihat tidak mampu menahan tangis ketika jenazah mulai diturunkan ke liang lahat.
Dalam momen terakhir sebelum pemakaman, keluarga memeluk erat foto Zulfikar. Kehadiran foto tersebut menjadi satu cara bagi mereka untuk menguatkan diri, sekaligus menjaga ingatan terhadap almarhum.
Berita Terkait
Lebih dari 100 orang diperkirakan hadir untuk memberi penghormatan terakhir kepada Zulfikar. Mereka berasal dari keluarga, kerabat, sahabat, rekan sejawat, hingga warga yang mengenal almarhum.
Saat doa dibacakan, suasana di sekitar liang lahat sempat hening. Namun beberapa saat kemudian, isak tangis terdengar kembali ketika jenazah perlahan diturunkan.
Sejumlah sahabat terlihat saling menguatkan, sementara keluarga terus memanjatkan doa bagi almarhum. Kerabat dan teman-teman Zulfikar juga tampak berusaha menjaga ketenangan meski duka terlihat jelas di wajah mereka.
Sehari sebelum pemakaman, kakak kandung Zulfikar, Marliana Drake, menyampaikan kesedihannya melalui unggahan di Instagram. Dalam unggahan tersebut, ia menulis, “Kakak ikhlas, tapi kakak rindu,”
Sebelumnya, petugas Polres Metro juga melakukan pengolahan tempat kejadian perkara di penginapan Guest House Sakinah pada Selasa (21/7/2026) malam. Setelah rangkaian pemeriksaan selesai, polisi menyatakan kasus tersebut dihentikan karena tidak ditemukan indikasi tindak pidana.
Pemakaman Zulfikar kemudian menjadi penutup duka yang masih menyisakan pertanyaan di tengah keluarga. Di Kotawaringin Timur, perhatian publik tertuju pada proses perpisahan terakhir yang diiringi doa dan kehadiran banyak orang yang mengenang sosok dokter muda tersebut.
Pascatemuan jenazah pada Selasa malam di Guest House Sakinah, Polres Metro melakukan rangkaian pemeriksaan dan pengelolaan tempat kejadian perkara. Setelah proses itu tuntas, polisi kemudian menyampaikan bahwa penyelidikan dihentikan pada Kamis karena tidak ditemukan unsur pidana maupun tanda-tanda kekerasan.
Sebagai bagian dari proses pemulangan, perjalanan duka terus berlanjut hingga Kotawaringin Timur. Zulfikar terlebih dahulu tiba melalui Bandara H Asan Sampit, kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, sebelum akhirnya dipersiapkan untuk mengikuti rangkaian perpisahan di lokasi pemakaman.
Rangkaian pemakaman berlangsung dengan suasana yang sarat kesedihan namun tetap diiringi doa. Di Tempat Pemakaman Muslimin, jenazah tiba pada sore hari dan mulai dikebumikan setelah prosesi berjalan. Keluarga tampak senantiasa berada di sisi jenazah, sementara kerabat dan sahabat berusaha menahan emosi agar doa dapat berlangsung khidmat.
Di tengah hadirnya lebih dari 100 orang, momen-momen kecil memperlihatkan eratnya hubungan Zulfikar dengan lingkungan sekitarnya. Saat doa dipanjatkan, suasana sempat hening, namun isak kembali terdengar ketika jenazah mulai diturunkan. Unggahan kesedihan Marliana Drake sehari sebelum pemakaman juga mempertegas bahwa duka mendalam itu dirasakan keluarga, sekaligus menjadi pengingat bahwa almarhum dikenang dengan kasih.












