jurnalistik.co.id – Banyak pengguna Android belum menyadari bahwa perangkatnya sebenarnya memiliki batas dukungan keamanan. Batas ini bukan berarti ponsel langsung berhenti bekerja, melainkan hari ketika produsen tidak lagi menyediakan pembaruan security updates.
Setelah melewati tenggat tersebut, ponsel tetap bisa dipakai untuk aktivitas harian. Namun, risikonya cenderung meningkat karena celah keamanan yang baru ditemukan tidak lagi ditambal.
Kerentanan itu menjadi perhatian khusus bila perangkat digunakan untuk transaksi perbankan, belanja online, mengakses email, atau menyimpan data sensitif lainnya.
Dua jenis pembaruan yang perlu dipahami
Secara garis besar, pengguna Android akan menemui dua kategori pembaruan. Pertama adalah update versi Android yang membawa fitur baru, perubahan tampilan, serta peningkatan di sisi sistem.
Jika perangkat berhenti mendapatkan update versi, sejumlah aplikasi terbaru pada akhirnya bisa tidak berjalan optimal atau tidak lagi kompatibel secara penuh.
Kedua adalah pembaruan keamanan yang berperan langsung menambal celah yang dapat dieksploitasi peretas. Tanpa pembaruan keamanan, perangkat lebih mudah menjadi target serangan siber maupun malware.
Tidak ada standar seragam untuk semua merek
Berbeda dengan iPhone yang menerapkan kebijakan pembaruan lebih seragam, Android tidak memiliki standar tunggal untuk semua merek. Walaupun Google mengembangkan sistem operasinya, masa dukungan ditentukan oleh produsen perangkat seperti Samsung, Xiaomi, atau OnePlus.
Meski begitu, dalam beberapa tahun terakhir durasi dukungan pembaruan cenderung makin panjang. Samsung dan Google disebut menjadi pelopor, kemudian diikuti produsen lain, sebagian juga dipengaruhi regulasi Uni Eropa yang mewajibkan pembaruan perangkat lunak minimal lima tahun setelah produk ditarik dari pasaran.
Aturan tersebut berlaku untuk semua model baru yang dirilis sejak 20 Juni 2025. Dengan kata lain, ekspektasi dukungan pada perangkat keluaran lebih baru dapat lebih terjaga.
Ringkasan durasi dukungan dari beberapa produsen
KompasTekno merangkum gambaran durasi dukungan dari Tech Advisor untuk sejumlah produsen utama. Berikut pola yang disebut untuk update OS dan pembaruan keamanan pada beberapa lini perangkat.
Google Pixel mendapat dukungan pembaruan OS dan keamanan masing-masing selama 7 tahun. Untuk Pixel 6 dan yang lebih baru, durasinya juga disebut 7 tahun untuk OS dan 7 tahun untuk keamanan.
Pada Samsung, sejumlah perangkat disebut menerima dukungan selama 7 tahun untuk pembaruan OS dan 7 tahun untuk pembaruan keamanan. Contohnya pada Galaxy S24, seri Z tahun 2024/2025, dan model yang lebih baru.
Untuk Galaxy A lama, Samsung disebut memberikan dukungan yang lebih singkat, yaitu 4 tahun untuk pembaruan OS dan 4 tahun untuk pembaruan keamanan.
Berita Terkait
OnePlus dalam daftar tersebut disebut punya pola 4 tahun untuk pembaruan OS dan 5 tahun untuk pembaruan keamanan. Ini berlaku untuk model OnePlus 12 dan yang lebih baru.
Xiaomi juga dirinci dalam dua kategori. Untuk model premium seperti Xiaomi 14, durasi yang disebut adalah 2–3 tahun untuk pembaruan OS dan 3 tahun untuk pembaruan keamanan. Sementara model kelas menengah dan entry-level disebut memperoleh dukungan 4 tahun untuk pembaruan OS dan 5 tahun untuk pembaruan keamanan.
Untuk Oppo/Realme, tercantum dukungan 4 tahun untuk pembaruan OS dan 6 tahun untuk pembaruan keamanan. Lalu untuk Motorola, pada perangkat dari Juni 2025 tercantum dukungan 3 tahun untuk pembaruan OS dan 4 tahun untuk pembaruan keamanan, khususnya pada seri Edge terkini.
Cara cek sisa umur HP Android
Pengguna dapat mulai dari pengecekan langsung di perangkat. Langkah pertama adalah membuka menu Pengaturan, lalu masuk ke bagian Tentang Ponsel dan mencatat nama lengkap model perangkat yang tampil, misalnya “Samsung Galaxy S26” atau “Pixel 8 Pro”.
Setelah model tercatat, pengguna bisa memeriksa sisa dukungan di situs endoflife.date. Caranya adalah membuka browser di ponsel atau komputer, kemudian mengakses endoflife.date, masuk tab Devices, dan mencari nama produsen ponsel.
Setelah itu, pengguna perlu mengklik nama produsen untuk melihat daftar model beserta tanggal pasti berakhirnya dukungan pembaruan keamanan.
Alternatif lain adalah mencari melalui mesin pencari dengan kata kunci yang relevan. Pengguna dapat mengetik nama model ponsel disertai frasa seperti “end of software support” atau “update guarantee”, misalnya “Samsung Galaxy S26 end of support” atau “Pixel 8 Pro software updates until when”.
Hasil pencarian umumnya akan menampilkan informasi masa dukungan perangkat tersebut berdasarkan data yang dipublikasikan.
Pengguna juga bisa menilai dari pembaruan keamanan terakhir yang tertera di ponsel. Di menu Pengaturan, bagian Tentang Ponsel bisa digunakan untuk melihat Versi Android atau Level Patch Keamanan, lalu memeriksa tanggal pembaruan keamanan terakhir.
Jika tanggalnya sudah lebih dari tiga hingga enam bulan yang lalu, kondisi ini bisa menjadi pertanda bahwa perangkat tidak lagi mendapat dukungan pembaruan keamanan.
Jika masa dukungan habis, apa yang sebaiknya dilakukan
Ponsel yang tidak lagi mendapatkan pembaruan tidak harus langsung dibuang atau sepenuhnya ditinggalkan. Yang penting adalah memahami risikonya dan menyesuaikan cara pemakaian.
Sangat tidak disarankan menggunakan perangkat tersebut untuk transaksi perbankan, belanja online, mengakses email, atau menyimpan kata sandi. Aktivitas yang melibatkan data sensitif sebaiknya dipindahkan ke perangkat yang masih menerima pembaruan keamanan.
Meski demikian, perangkat lama masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih aman dari sisi data. Perangkat tersebut bisa dipakai untuk hiburan, misalnya memutar musik, menonton video, bermain game ringan, atau berperan sebagai navigasi di kendaraan asalkan tidak digunakan untuk mengakses informasi sensitif.
Ketika mempertimbangkan pembelian ponsel baru, pengguna disarankan memperhatikan garansi pembaruan yang dijanjikan produsen. Dalam daftar yang sama, Google Pixel dan Samsung Galaxy seri S atau Z disebut menawarkan dukungan terpanjang di antara perangkat Android, yaitu tujuh tahun.
Karena durasinya panjang, pilihan ini dipandang lebih ekonomis dalam jangka panjang meskipun harga awalnya bisa lebih tinggi. Rangkuman tersebut juga disebut merujuk pada pembahasan yang disampaikan oleh Tech Advisor.












