jurnalistik.co.id – Andrew Tate dan adiknya, Tristan Tate, telah ditahan di Amerika Serikat setelah otoritas Inggris menerbitkan tambahan dakwaan baru. Total dakwaan terhadap keduanya kini mencapai angka 59, sementara mereka sebelumnya selalu membantah semua tuduhan.
Pengadilan di AS mengonfirmasi bahwa keduanya telah masuk dalam tahanan. Menurut pernyataan pejabat Departemen Kehakiman AS, penahanan tersebut dilakukan “pursuant to extradition proceedings” atau sejalan dengan proses ekstradisi.
Di Inggris, Crown Prosecution Service (CPS) menyatakan keputusan penambahan dakwaan itu muncul setelah penerimaan berkas bukti lanjutan dari kepolisian Bedfordshire. CPS menyampaikan Andrew akan menghadapi tujuh dakwaan tambahan terkait pemerkosaan, serta dakwaan yang berhubungan dengan perdagangan orang untuk tujuan eksploitasi seksual dan materi gambar cabul yang melibatkan anak.
Untuk Tristan, dakwaan baru mencakup dua hitungan pemerkosaan. Ia juga menghadapi tiga hitungan yang terkait pengaturan atau fasilitasi perdagangan orang demi eksploitasi seksual.
Total keseluruhan dakwaan yang disebutkan oleh Bedfordshire dan Hertfordshire police kini mencapai 59. Perkara yang dimaksud, menurut penetapan, berkaitan dengan dugaan perbuatan yang terjadi antara Juli 2010 hingga Agustus 2017.
Malcolm McHaffie, Head of the Special Crime Division di CPS, menyebut bahwa “These charging decisions followed receipt of a further file of evidence from Bedfordshire Police and bring the total number of alleged victims in this case to seven.” Pernyataan tersebut menegaskan adanya penambahan berkas serta peningkatan jumlah korban yang disebut dalam perkara.
Pihak kepolisian menempatkan penyelidikan ini sebagai sebuah proses yang kompleks. Sebagai bagian dari investigasi tersebut, CPS mengotorisasi 38 dakwaan baru terhadap dua bersaudara itu, sehingga komposisinya menjadi 42 dakwaan untuk Andrew dan 17 dakwaan untuk Tristan.
Berita Terkait
Dalam keterangan CPS, permintaan ekstradisi juga telah diajukan. Andrew dan Tristan, yang merupakan warga negara ganda Inggris–AS, diminta untuk diserahkan dari Amerika Serikat ke Inggris dalam rangka proses hukum yang berjalan.
Setelah penangkapan pada Sabtu malam, pengacara yang mewakili Tate bersaudara, Joseph McBride, menyampaikan sanggahan keras. Ia menyatakan, “the world knows Andrew and Tristan are innocent,” serta menambahkan, “Their enemies know it best of all. That is exactly why they have been attacked,” sebelum menyebut dakwaan baru sebagai “a political hit.”
McBride juga mengatakan dakwaan baru itu dirancang untuk menanggapi gugatan pencemaran nama baik yang diajukan Tate bersaudara di AS. Dalam pernyataannya, ia menegaskan: “We are confident that once a competent judge sees the facts, and once the Department of Justice confronts this egregious abuse of its own authority, Andrew and Tristan Tate will walk free. America does not do Britain’s political dirty work.”
Kasus di Inggris sebelumnya sudah bergerak menuju daftar dakwaan yang lebih luas. Pada Mei 2025, jaksa menegaskan daftar 21 dakwaan yang pada akhirnya akan dihadapi Andrew (39) dan Tristan (37) di Inggris, dengan dugaan peristiwa yang disebut terjadi antara 2012 dan 2016.
Selain itu, pada 2024 Bedfordshire Police memperoleh European arrest warrants agar keduanya dapat dikembalikan ke Inggris. Saat itu, Tate bersaudara berada di Rumania dan tengah menjalani investigasi pidana di negara tersebut.
Di pertengahan 2026, keduanya juga menghadapi kemunduran dalam upaya memperoleh informasi. Pada Juni, mereka kalah dalam upaya hukum untuk diberi tahu nama para penuduh di Inggris, setelah CPS menilai nama korban dugaan perlu dirahasiakan sampai tindakan hukum secara formal dimulai.
Dengan penambahan 38 dakwaan baru dan angka total dakwaan yang kini mencapai 59, proses ekstradisi menjadi bagian krusial dari langkah berikutnya. Bagi CPS, penambahan ini terkait kelengkapan berkas bukti, sedangkan tim pembela Tate bersaudara menilai keputusan tersebut merupakan respons politis yang seharusnya dibatalkan di hadapan hakim.










