Olahraga

Balogun Memaparkan Dampak “Badai Politik” pada Performa Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

×

Balogun Memaparkan Dampak “Badai Politik” pada Performa Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Folarin Balogun Ungkap Dampak "Badai Politik" terhadap Performa Timnas AS

jurnalistik.co.id – Folarin Balogun membenarkan bahwa performa Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 tidak berjalan dalam ruang hampa. Ia menilai, “badai politik” yang menyertai kontroversi terkait keputusan FIFA turut mengalihkan fokus tim dan menambah beban mental menjelang laga-laga penting.

Dalam pengakuannya, penyerang yang berlaga untuk AS Monaco itu mengaitkan situasi sulit tersebut dengan pembatalan kartu merah yang sempat memicu perdebatan. Menurut Balogun, proses yang bergulir di luar lapangan akhirnya berimbas langsung pada cara skuad mempersiapkan diri selama turnamen.

Kontroversi bermula saat Balogun diusir dari lapangan pada pertandingan babak 32 besar melawan Bosnia-Herzegovina. Pengusiran itu kemudian berlanjut dengan intervensi dari komite disiplin FIFA, yang memantik sorotan dan diskusi luas, termasuk tudingan adanya campur tangan tingkat tinggi.

Perdebatan kartu merah dan pusaran isu politik

Balogun menggambarkan momen awalnya ketika ia kembali ke tim sebagai sesuatu yang ia syukuri. Namun, ketika mulai merenung, ia menyadari bahwa keputusan yang membawanya kembali juga akan menimbulkan konsekuensi dan kontroversi baru.

Ia mengatakan bahwa dirinya bahkan bisa merasakan kegugupan yang muncul di antara rekan-rekannya. “Saya hampir bisa melihat sedikit kegugupan di antara rekan-rekan setimnya, karena ini adalah sesuatu yang sangat unik,” ujar Balogun, dikutip dari Goal English, Rabu (15/7/2026).

Menurut laporan yang muncul pada periode tersebut, situasi semakin rumit ketika FairSquare—kelompok hak asasi manusia—melayangkan pengaduan resmi ke IOC. Dalam pengaduan itu, FairSquare menuduh presiden FIFA Gianni Infantino melanggar aturan netralitas politik.

Komplikasi isu ini juga dikaitkan dengan pengakuan Donald Trump bahwa ia secara pribadi turun tangan untuk mencoba memastikan striker bintang tuan rumah dapat tampil di babak gugur. Dengan demikian, kontroversi yang mulanya berakar pada insiden di lapangan berubah menjadi perdebatan yang melibatkan pihak-pihak dengan pengaruh besar di luar olahraga.

Balogun menegaskan bahwa ia dan tim berusaha menjaga fokus untuk menghadapi laga berikutnya. Tetapi ia mengakui bahwa tekanan serta gangguan dari luar tetap sulit dihindari, terutama ketika pertandingan semakin dekat.

Tekanan mental hingga laga babak 16 besar

Balogun menyatakan, “Semakin dekat dengan pertandingan, saya mencoba untuk fokus sebaik mungkin, tetapi itu sulit. Banyak gangguan dari luar, dan itu sulit dihindari,” tambahnya. Dalam pandangannya, gangguan tersebut tidak berhenti pada dirinya sebagai pemain yang bersangkutan, melainkan merembet ke suasana tim secara keseluruhan.

Ia juga menyoroti soal keputusan kartu merah yang sempat diterimanya. Balogun bersikeras bahwa insiden itu tidak disengaja dan menilai kartu merah tersebut seharusnya tidak terjadi. “Saya terkejut. Itu bahkan bukan tekel. Saya benar-benar terkejut, saya rasa Anda bisa melihat reaksi saya, tetapi saya hanya harus menerima keputusan itu dan mencoba untuk berada di sana untuk tim saya,” katanya.

Lebih lanjut, Balogun menambahkan bahwa ketika suatu tindakan tidak disengaja, kartu merah tidak seharusnya menjadi konsekuensi yang muncul. Ia menilai keputusan tersebut justru memberi tekanan tambahan kepada skuad selama turnamen berlangsung.

Meski demikian, Balogun mengaku tetap bersyukur karena dukungan dari rekan-rekannya membantu melewati masa sulit. Ia menyebut suasana di ruang ganti memberi “banyak keyakinan” dan menjadi faktor yang menumbuhkan kepercayaan diri dalam menghadapi situasi yang tidak menguntungkan.

“Itu bukan sesuatu yang bisa saya ubah. Itu hanya situasi yang tidak menguntungkan, yang memberi saya kepercayaan diri,” tutup Balogun.

Namun, dukungan di internal tim tidak cukup untuk menghindarkan hasil akhir yang berat. Amerika Serikat akhirnya harus menelan kekalahan 4-1 dari Belgia pada babak 16 besar. Laga tersebut berlangsung di Seattle Stadium, Seattle, Amerika Serikat, pada Selasa (7/7/2026) pagi WIB, dan menjadi ujung dari rangkaian tekanan yang menyertai skuad sepanjang rentang turnamen.