Olahraga

Piala Dunia 2026: Inggris Tanpa Cedera Anyar Jelang Semifinal Lawan Argentina

×

Piala Dunia 2026: Inggris Tanpa Cedera Anyar Jelang Semifinal Lawan Argentina

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: World Cup 2026: England have no new injury problems for Argentina semi-final

jurnalistik.co.id – Inggris memasuki semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina dengan kabar yang relatif terang: tidak ada masalah cedera baru yang mengganggu skuad mereka.

Jordan Henderson dan Jarell Quansah menjadi dua nama yang dipastikan tidak bisa dimainkan di laga tersebut. Keduanya absen dengan alasan yang berbeda, sehingga memengaruhi rencana Thomas Tuchel menjelang pertandingan di Atlanta.

Henderson masih dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi untuk mengatasi patah tulang lengan yang ia alami saat merayakan kemenangan Inggris atas Meksiko pada babak 16 besar. Proses pemulihan itu membuat ia tidak bisa tampil dalam semifinal.

Sementara itu, Quansah harus menjalani larangan pertandingan menyusul kartu merah yang ia terima pada laga yang sama kontra Meksiko. Status skorsing tersebut membuat bek itu otomatis tidak masuk daftar pemain yang dapat dipilih.

Bagi Tuchel, absennya Henderson dan Quansah berarti ia hanya perlu menyusun variasi komposisi di titik yang memang kosong. Pelatih asal Jerman itu kini menuntaskan keputusan starting XI yang akan dipakai sejak menit awal.

Tuchel juga memiliki pertimbangan taktik yang menarik, karena ia belum pernah menurunkan formasi pertahanan dengan empat nama yang sama secara berurutan pada dua pertandingan berbeda di Piala Dunia 2026. Artinya, ada ruang untuk melakukan penyesuaian atau mengulang keputusan yang terbukti efektif.

Menurut penilaian menjelang laga, opsi yang dipertimbangkan Tuchel adalah mempertahankan pertahanan yang memulai pertandingan perempat final melawan Norwegia. Di laga itu, Ezri Konsa, John Stones, Marc Guehi, dan Nico O’Reilly tampil sebagai satu kesatuan dari awal.

Tuchel dikatakan cukup terkesan dengan cara keempat pemain tersebut mengoperasikan pertahanan saat Inggris menang 2-1 atas Norwegia. Evaluasi itu menjadi salah satu dasar untuk menentukan apakah susunan serupa akan digunakan kembali melawan Argentina.

Di sisi lain, persiapan Inggris juga sempat terganggu oleh kondisi Declan Rice menjelang pertandingan kontra Norwegia. Rice mengalami gangguan sakit yang memengaruhi rencananya, tetapi ada perkembangan yang membuat situasinya berangsur membaik sesuai laporan BBC Sport pada Senin.

BBC Sport menyebutkan bahwa muncul optimisme kondisi Rice cukup membaik agar ia bisa tampil pada Rabu. Pada Selasa, Rice dilaporkan berlatih penuh, dan ia kemudian diharapkan langsung menjadi bagian dari starting XI saat pertandingan dihelat di Atlanta.

Dengan Henderson dan Quansah berada di luar rencana karena faktor cedera dan skorsing, perhatian berikutnya mengarah pada bagaimana Tuchel mengatur ritme permainan sejak awal. Pilihan antara menegaskan kembali empat bek yang sempat efektif, atau melakukan perubahan lain, akan menentukan stabilitas Inggris menghadapi Argentina.

Semifinal ini pun menjadi momen penting bagi Inggris untuk merapikan kesinambungan tim. Di saat dua pemain utama harus absen, Inggris tetap membawa modal pemulihan dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, termasuk pelajaran dari kemenangan atas Norwegia dan kondisi terkini para pemain inti seperti Rice.

Dengan dua kekosongan di skuad akibat Henderson yang masih menjalani pemulihan serta Quansah yang tersangkut skorsing, Tuchel dihadapkan pada kebutuhan untuk segera membangun keseimbangan dari awal. Ia perlu memastikan transisi dari bertahan ke menyerang tetap berjalan lancar meski ada perubahan di beberapa titik susunan.

Rencana yang membuatnya tampak konsisten adalah menggunakan pola pertahanan yang pernah menyatu sejak menit pertama melawan Norwegia. Ketika empat bek yang sama mengoperasikan garis belakang secara kompak, respons terhadap pergerakan lawan cenderung lebih terukur, sehingga momen-momen rawan bisa dipersempit.

Di saat yang sama, kabar pemulihan Declan Rice menjadi faktor penyeimbang bagi dinamika permainan. Jika ia benar-benar berlatih penuh dan kemudian masuk starting XI di laga berikutnya, Inggris memperoleh tambahan tenaga untuk menjaga ritme, menata distribusi bola, dan menghubungkan fase tengah menuju lini depan sejak awal.