Hukum & Kriminal

KPK Kembali Mengamankan Dua Koper Hitam dari Ruangan Kepala BPKAD Sukoharjo

×

KPK Kembali Mengamankan Dua Koper Hitam dari Ruangan Kepala BPKAD Sukoharjo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Lagi, KPK Amankan Dua Koper Hitam dari Ruangan Kepala BPKAD Sukoharjo

jurnalistik.co.id – Dua koper berwarna hitam kembali diamankan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sukoharjo pada Rabu (15/7/2026).

Koper-koper itu didapatkan dari hasil penggeledahan yang berlangsung sejak sekitar pukul 10.00 WIB hingga selesai pukul 16.24 WIB, atau sekitar enam jam lebih.

Menurut pantauan di lokasi, dua koper hitam tersebut dibawa keluar oleh tim penyidik KPK melalui pintu bagian belakang kantor BPKAD Sukoharjo.

Selama proses pengeluaran koper, sejumlah personel kepolisian tampak mengawal perpindahan barang dari area penggeledahan menuju kendaraan.

Di bagian depan kantor, awak media semula terlihat berjaga di dekat pintu masuk, tetapi kemudian mengikuti pergerakan tim yang membawa koper-koper tersebut ke bagian belakang.

Setelah dibawa keluar, koper dimasukkan ke masing-masing mobil yang digunakan untuk keperluan penggeledahan. Pada setiap koper terlihat stiker berwarna merah bertuliskan “fragile”.

Pengawalan berlanjut saat iring-iringan mobil meninggalkan BPKAD Sukoharjo dan dikawal oleh mobil Satsamapta Polres Sukoharjo.

Dalam proses itu, terdapat tiga personel kepolisian yang mengawal keluarnya dua koper hitam tersebut.

Penggeledahan yang dilakukan KPK terkait dengan perkara dugaan pemerasan perangkat daerah. Perkara tersebut disebut menyeret Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kepala BPKAD Richard Tri Handoko, serta Kabag Umum Setda Tri Mulyo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggeledahan dilakukan di beberapa lokasi, yakni Gedung Menara Wijaya, kantor BPKAD, kantor Kesbangpol, dan kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo.

Di kantor BPKAD, pantauan menunjukkan suasana tampak lengang dari aktivitas aparatur sipil negara (ASN). Sejumlah personel kepolisian menjaga ketat jalannya penggeledahan di dalam kantor.

Informasi penggeledahan tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo. Ia menyampaikan bahwa proses berjalan sejak pagi hari.

Haris mengatakan, “Dari jam 10-an tadi, ini belum keluar,” kepada awak media, Rabu (15/7/2026).

Ia menambahkan, “Sepertinya disebar. Sepertinya di Kesbang ada, informasi dari KPK. Tadi kan sempat pembicaraan di situ. Sama sini (BPKAD),” ujarnya.

Menurut keterangan yang disampaikan Haris, penggeledahan di BPKAD dilakukan di ruangan Kepala BPKAD Pemkab Sukoharjo, Richard Tri Handoko.

Penggeledahan yang berlangsung sejak pagi hari itu membuat akses di beberapa titik tampak lebih dibatasi. Di area yang menjadi lokasi pemeriksaan, personel keamanan terlihat menempatkan diri untuk menjaga agar proses tetap berjalan sesuai alur, termasuk saat tim penyidik melakukan pemindahan barang hasil temuan dari ruang penggeledahan menuju kendaraan.

Selain mengamankan jalur perpindahan, pengawalan juga terlihat dilakukan dengan pengawasan ketat dari area kantor hingga titik keluar. Saat koper telah siap diberangkatkan, kendaraan yang digunakan untuk kebutuhan penggeledahan tampak menjadi bagian dari rangkaian pengeluaran barang, sebelum iring-iringan melanjutkan perjalanan dan dikawal oleh mobil Satsamapta Polres Sukoharjo.

Di sepanjang proses, media juga terus mengikuti pergerakan tim dari area depan yang semula menjadi titik pantauan. Ketika tim yang membawa koper kemudian mengarah ke pintu bagian belakang, situasi tersebut ikut memusatkan perhatian awak media di sekitar jalur yang dilewati, sembari sejumlah personel kepolisian melakukan pengawalan secara berlapis.

Keterkaitan penggeledahan dengan perkara dugaan pemerasan perangkat daerah turut menjadi perhatian, karena disebut melibatkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kepala BPKAD Richard Tri Handoko, serta Kabag Umum Setda Tri Mulyo. Abdul Haris Widodo selaku Sekda Sukoharjo menyebut proses berjalan sejak pagi dan menyatakan bahwa hingga “jam 10-an” koper belum keluar, sejalan dengan informasi bahwa pemeriksaan dilakukan di beberapa lokasi lain seperti Gedung Menara Wijaya, kantor Kesbangpol, dan kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo.