jurnalistik.co.id – Leeds United telah mencapai kesepakatan biaya transfer dengan klub Italia, Sassuolo, terkait bek Tarik Muharemovic senilai £34,1 juta.
Namun, proses kepindahannya belum selesai sepenuhnya karena Muharemovic masih perlu menyetujui syarat personal dan menjalani pemeriksaan medis.
Pada tahap ini, ketertarikan dari sejumlah klub Premier League lain juga disebut masih ada, sehingga Leeds belum bisa memastikan langkah terakhir berjalan tanpa persaingan.
Meski begitu, kesepakatan nilai transfer sudah menjadi sinyal awal bahwa negosiasi berjalan ke arah yang diharapkan pihak pemain dan klub peminat.
Jika Muharemovic memilih bergabung menuju Elland Road, ia diproyeksikan menjadi rekrutan kedua Leeds pada musim panas ini.
Status itu datang setelah Leeds lebih dulu mengamankan Harry Wilson yang didatangkan melalui transfer bebas dari Fulham.
Secara peran, perekrutan ini juga dimaksudkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Pascal Struijk, yang pada Juni lalu hijrah ke Brighton dengan nilai £20 juta.
Dengan demikian, Muharemovic disiapkan sebagai pengganti langsung di sektor bek tengah, sehingga transisi kekuatan di lini pertahanan bisa lebih cepat dijalankan.
Di level internasional, Muharemovic telah tampil tiga kali bersama Bosnia-Herzegovina pada ajang Piala Dunia.
Salah satu penampilannya hadir ketika Bosnia-Herzegovina tersingkir pada babak 32 besar oleh Amerika Serikat, yang berstatus tuan rumah bersama.
Dalam laga tersebut, Muharemovic tercatat mendapat pelanggaran yang dilakukan Folarin Balogun, sementara pemain depan Amerika Serikat kemudian dikeluarkan dari pertandingan.
Meski sempat terkena hukuman, skorsing itu akhirnya dicabut oleh FIFA setelah adanya intervensi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta pejabat dari Gedung Putih.
Riwayat karier Muharemovic berawal dari sepak bola Austria, setelah ia lahir di Ljubljana, ibu kota Slovenia.
Berita Terkait
Ia melakukan debut bersama Wolfsberger pada 2021, sebelum melanjutkan perjalanan kariernya ke kompetisi Eropa yang lebih luas.
Setelah periode di Austria, Muharemovic sempat bergabung dengan Juventus, salah satu klub raksasa Italia.
Meski demikian, ia tidak mencatat penampilan untuk tim utama Juventus pada periode tersebut.
Pada 2025, ia kemudian dijual ke Sassuolo setelah menjalani masa pinjaman yang disebut berjalan dengan hasil baik.
Pola perpindahan dari Juventus menuju Sassuolo itulah yang kini menjadi bagian dari kesepakatan Leeds, dengan nilai transfer yang telah disepakati.
Nilai bisnis transfer ini juga memuat informasi mengenai klausul pembagian hasil. Juventus disebut akan menerima 50% dari biaya transfer.
Pembagian itu berkaitan dengan klausul yang dimasukkan dalam penjualan Muharemovic dari Juventus pada musim panas lalu.
Bagi Leeds, kesepakatan biaya sebesar £34,1 juta memberi ruang untuk membangun ulang opsi di lini belakang, khususnya menjelang kompetisi yang menuntut kedalaman skuat.
Namun, hingga Muharemovic sepakat pada kontrak personal dan menyelesaikan tes medis, prosesnya tetap berada pada fase yang dapat dipengaruhi tawaran lain dari klub-klub Premier League yang juga disebut tertarik.
Keputusan pemain sendiri akan menjadi penentu berikutnya apakah ia benar-benar mendarat di Elland Road atau memilih jalan berbeda dari daftar peminat tersebut.
Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, Leeds akan mendapatkan bek tengah berusia 23 tahun sebagai jawaban bagi kebutuhan pengganti Struijk setelah kepergiannya ke Brighton pada Juni lalu.
Meski angka transfer sudah disepakati, detail akhir seperti kesepakatan kontrak pribadi dan hasil pemeriksaan medis masih menjadi penentu apakah Muharemovic benar-benar bisa diumumkan sebagai pemain baru. Dalam kondisi seperti ini, setiap respons dari pihak pemain biasanya ikut menentukan ritme persaingan antar-kandidat klub yang disebut masih memantau situasinya.
Di sisi lain, pertimbangan Leeds juga tampak menyasar kebutuhan langsung di bangku bek tengah, apalagi setelah Struijk pindah ke Brighton. Selain faktor usia 23 tahun, pengalaman Muharemovic di level internasional bersama Bosnia-Herzegovina—termasuk insiden skorsing yang kemudian dicabut oleh FIFA—memberi gambaran tentang keterlibatannya pada pertandingan kompetitif bertekanan tinggi.












