Otomotif

Biosolar di Mobil Diesel Modern: Filter Tambahan Perpanjang Interval Servis, Bukan Pengganti Rekomendasi Pabrikan

×

Biosolar di Mobil Diesel Modern: Filter Tambahan Perpanjang Interval Servis, Bukan Pengganti Rekomendasi Pabrikan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pakai Biosolar, Apakah Mobil Diesel Modern Wajib Tambah Filter Solar?

jurnalistik.co.id – Penggunaan filter solar tambahan pada mobil diesel modern kerap dipandang sebagai cara untuk “mengatasi” biosolar. Namun, para ahli menekankan bahwa perangkat tersebut lebih tepat diposisikan sebagai bantuan memperpanjang interval perawatan, bukan sebagai pengganti rekomendasi pabrikan atau pengubah kualitas bahan bakar.

Biosolar yang beredar di Indonesia umumnya merupakan campuran biodiesel. Karena kandungan nabati di dalamnya, karakteristik biosolar berbeda dibandingkan solar murni, terutama dari sisi kestabilan serta ketahanan terhadap kontaminasi.

Salah satu persoalan utama biosolar adalah sifatnya yang lebih mudah menyerap air. Kondisi ini dapat memicu korosi pada komponen logam sekaligus menurunkan kinerja sistem injeksi bahan bakar. Selain itu, biosolar juga lebih cepat membentuk endapan atau sludge yang berpotensi menyumbat filter dan menghambat aliran bahan bakar menuju mesin.

Dalam konteks tangki bahan bakar, air yang terserap ikut menghadirkan kondisi lembap yang dapat menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur. Karena itulah, di lapangan sering muncul kebutuhan akan lapisan pencegahan sebelum bahan bakar masuk ke sistem injeksi—agar partikel halus dan air tidak langsung mengalir bersama suplai ke mesin.

Muchlis, pemilik bengkel spesialis Toyota dan Mitsubishi Garasi Auto Service Sukoharjo, menjelaskan bahwa filter solar tambahan dengan water separator berperan penting dalam proses awal tersebut. Ia mengutip, “Filter solar tambahan dengan water separator, berperan penting menampung kotoran endapan, komponen ini dirancang untuk memisahkan air dari bahan bakar sebelum masuk ke sistem injeksi,”. Dengan kata lain, fungsi utamanya adalah memisahkan air serta membantu menjaga aliran agar lebih bersih sebelum mencapai sistem injeksi.

Pada praktiknya, filter tambahan umumnya menggunakan rumah filter transparan sehingga pengemudi atau teknisi bisa memantau kondisi endapan maupun air yang tertampung. Jika volume air sudah mendekati batas maksimum, air tersebut perlu dibuang secara berkala, bahkan idealnya diperiksa setiap hari. Sementara endapan dan partikel halus yang terjebak di dalam filter diharapkan tidak ikut terbawa ke tahap injeksi berikutnya.

Meski demikian, filter tambahan tidak serta-merta membuat biosolar menjadi kualitas yang lebih baik. Jika bahan bakar yang digunakan sejak awal berada pada kondisi rendah kualitasnya, risiko gangguan maupun kerusakan pada sistem bahan bakar tetap mungkin muncul. Karena itu, perangkat tambahan tetap harus dipandang sebagai bagian dari manajemen perawatan, bukan sebagai “penjamin” karakter biosolar.

Keberhasilan pemasangan juga ditentukan oleh cara instalasi. Menurut Muchlis, instalasi yang kurang tepat dapat menghambat aliran bahan bakar sehingga mesin mengalami kekurangan suplai. Di mobil diesel modern, perhatian terhadap aliran ini semakin penting karena sistem injeksi di dalamnya umumnya sudah mengadopsi common rail yang sensitif terhadap kontaminasi air maupun partikel kotoran.

Terkait batasan perubahan terhadap bahan bakar, Jayan Sentanuhady dari dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan arah yang harus dipegang pemilik kendaraan. Ia menyampaikan, “Modifikasi tersebut tidak mengubah kandungan biosolar , sehingga mobil diesel modern sebaiknya tetap menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan,”. Dengan demikian, filter tambahan tidak boleh dipahami sebagai pembenaran untuk menyimpang dari standar pemakaian yang ditetapkan pabrikan.

Yang tak kalah penting adalah disiplin perawatan berkala. Muchlis menekankan, “Selain menambah filter, perawatan rutin tetap menjadi kunci utama. Penggantian filter secara berkala dan pengurasan tangki perlu dilakukan lebih sering,”. Jadi, bagi pemilik mobil diesel modern, pesan utamanya adalah menganggap filter water separator sebagai perangkat pendukung: membantu menangani air dan endapan agar komponen injeksi lebih terjaga, tetapi tetap menjalankan jadwal servis serta mengikuti petunjuk pabrikan terkait BBM.