jurnalistik.co.id – Transmisi otomatis pada sejumlah mobil Chevrolet yang sudah berusia juga butuh perhatian berkala. Salah satu komponen yang memerlukan pengawasan khusus adalah baffle berbahan plastik di dalam transmisi.
Menurut Budi Cahyono, pemilik bengkel spesialis Chevrolet Sala 3 Motor, baffle tersebut dibuat dari plastik sehingga memiliki usia pakai. Saat ditemui Kompas.com di Jakarta Pusat, Budi menilai material plastik memang akan mengalami penuaan seiring waktu.
“Kalau transmisi, memang untuk yang sekarang ini memang ada kelemahan. Ada kelemahan semacam baffle -nya di dalam transmisi itu, itu terbuat dari plastik. Nah, plastik ini kan tentunya pasti ada usia. Usia kelenturan plastiknya itu,” kata Budi.
Ketika kelenturan plastik mulai menurun, risiko kerusakan ikut meningkat. Budi menjelaskan bahwa saat plastik sudah mengeras, kondisinya menjadi lebih rapuh dan lebih rentan mengalami masalah.
“Kalau sudah keras, dia pasti rapuh,” ujarnya.
Baffle tidak banyak bisa “diakali” selain perawatan pendukung
Budi menegaskan bahwa tidak banyak tindakan perawatan yang dapat dilakukan untuk memperpanjang usia baffle secara langsung. Karena itu, fokus perawatan diarahkan pada komponen yang bisa dijaga kondisinya, terutama oli transmisi.
Ia menyebut bahwa baffle memang berkaitan dengan kondisi material, namun performa transmisi tetap sangat dipengaruhi oleh pelumasan dan kebersihan oli. Dalam kesempatan yang sama, Budi merangkum langkah yang dianggap paling efektif.
“Nah, supaya lebih awet, itu memang hanya oli aja yang bisa dirawat,” kata Budi.
Oli transmisi yang kondisinya terjaga, menurutnya, membantu kerja komponen di dalam transmisi, termasuk baffle. Dengan penggantian yang berkala, oli dapat mendukung agar transmisi tetap bekerja dalam kondisi yang lebih terjaga.
Penggantian ideal dilakukan sebelum baffle rusak
Lebih lanjut, Budi menyarankan agar penggantian baffle dilakukan sebelum komponen tersebut benar-benar mengalami kerusakan. Berdasarkan pengalaman menangani kendaraan konsumen, ia menyebut perkiraan interval yang lebih aman.
“Dan berdasarkan pengalaman di lapangan, kalau seperti baffle itu biasanya di usia sekitar 90.000 sampai 100.000 kilometer itu diganti, kalau mau aman,” ujarnya.
Budi juga menjelaskan alasan mengapa sebagian pemilik menunda penggantian. Banyak pemilik baru bersedia melakukan perbaikan ketika fungsi baffle masih terlihat normal.
Namun, penundaan tersebut bisa membuat kondisi memburuk sampai perbaikan menjadi lebih sulit. Ketika kerusakan dibiarkan, proses penanganan yang dibutuhkan umumnya tidak lagi sederhana.
Penggantian baffle menuntut pembongkaran dan biaya yang tidak kecil
Budi menilai penggantian baffle tidak bisa dilakukan dengan langkah instan karena transmisi perlu dibongkar atau di-overhaul. Ia menekankan bahwa penggantian komponen memerlukan pekerjaan yang lebih besar dibanding perawatan rutin biasa.
“Biasanya, pemilik mobil selama belum rusak kan sayang, karena biayanya lumayan. Untuk penggantian baffle itu otomatis harus overhaul,” kata Budi.
Ia juga memberi gambaran biaya untuk kasus tertentu. Untuk Chevrolet Spin, biaya yang disebutnya mencapai sekitar Rp 5 juta.
“Untuk Chevrolet Spin itu, kurang lebih dengan oli, jasa, baffle, filter, itu kurang lebih Rp 5 juta habis,” ujar Budi.
Menurut Budi, nilai tersebut sudah mencakup penggantian baffle, oli transmisi, filter, serta jasa pengerjaan. Artinya, ketika jadwal perawatan mundur sampai benar-benar rusak, pemilik berpotensi menghadapi biaya yang lebih besar dan pekerjaan yang lebih rumit.
Langkah preventif lebih efektif menjaga performa
Karena itu, Budi menyarankan pemilik Chevrolet tidak hanya menunggu gejala kerusakan muncul. Penggantian komponen secara preventif, menurutnya, dinilai lebih efektif untuk menjaga performa transmisi sekaligus menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.
Dengan menjaga kualitas oli transmisi dan mempertimbangkan interval penggantian baffle, pemilik dapat mengurangi risiko baffle yang mengeras hingga menjadi rapuh. Pada akhirnya, perawatan yang lebih terencana membantu transmisi otomatis bekerja lebih stabil sesuai kebutuhan pemakaian.












